Kenapa Laptop Harus Dikeluarkan Saat Pemeriksaan Bandara? Ini Alasannya
Ilustrasi laptop di bandara/pesaawat(Freepik)
18:36
5 April 2026

Kenapa Laptop Harus Dikeluarkan Saat Pemeriksaan Bandara? Ini Alasannya

- Saat melewati pemeriksaan keamanan di bandara, penumpang kerap diminta mengeluarkan laptop dari tas sebelum barang dibawa masuk ke mesin pemindai X-ray.

Permintaan serupa juga biasanya berlaku untuk tablet berukuran besar. Kondisi ini pun sering memunculkan pertanyaan, mengapa perangkat seperti laptop harus dipisahkan, sementara barang elektronik lain seperti ponsel, earphone, atau headphone umumnya tetap bisa diletakkan di dalam tas? Selengkapnya, berikut ini KompasTekno menguraikannya. 

Baca juga: Koper Dicuri di Bandara, Ketemu Berkat AirTag

Batasan mesin X-ray dalam memindai laptop

Laptop dan tablet umumnya memiliki baterai berukuran besar, rangka berbahan logam, serta susunan komponen elektronik yang lebih padat dibanding ponsel atau headphone.

Kondisi ini membuat tampilan laptop pada hasil pemindaian X-ray terlihat lebih tebal dan solid. Pada mesin X-ray konvensional yang masih banyak dipakai di bandara, kepadatan tersebut dapat menyulitkan petugas untuk melihat barang lain yang berada di dalam tas.

Hal ini terjadi karena mesin X-ray bekerja dengan menembakkan sinar ke isi tas. Saat sinar mengenai material yang padat seperti logam atau baterai berkapasitas besar, penetrasinya menjadi lebih terbatas.

Akibatnya, bagian tersebut akan tampak gelap atau seperti blok padat di layar pemindai. Pada laptop, komponen seperti baterai lithium, motherboard, dan rangkaian elektronik lain yang tersusun rapat membuat perangkat ini mudah menutupi area di bawah atau di belakangnya.

Jika laptop tetap berada di dalam tas, barang lain yang posisinya tertutup bisa jadi tidak terlihat dengan jelas oleh petugas.

Maka dari itu, penumpang biasanya diminta mengeluarkan laptop atau tablet lalu meletakkannya di baki terpisah. Dengan cara tersebut, perangkat bisa diperiksa lebih detail tanpa menghalangi pemindaian barang bawaan lain di dalam tas kabin.

Di beberapa negara, aturan ini bahkan sudah lama menjadi prosedur resmi. Di Amerika Serikat misalnya, Transportation Security Administration (TSA) mewajibkan penumpang mengeluarkan laptop dari tas saat pemeriksaan X-ray.

Langkah ini dilakukan agar petugas keamanan dapat melihat perangkat secara lebih jelas dan memastikan tidak ada benda berbahaya atau komponen mencurigakan yang tersembunyi.

Sementara itu, perangkat elektronik berukuran kecil seperti smartphone, earphone, atau headphone biasanya tidak perlu dikeluarkan.

Selain karena ukurannya lebih kecil, struktur perangkat tersebut juga tidak cukup padat untuk menutupi barang lain di dalam tas saat dipindai. Itulah sebabnya petugas keamanan umumnya masih memperbolehkan perangkat-perangkat kecil tetap berada di dalam tas.

Meski demikian, aturan ini mulai berubah di sejumlah bandara yang sudah memakai teknologi pemindai lebih canggih, yaitu Computed Tomography (CT).

Teknologi ini bekerja mirip CT scan di dunia medis dan mampu menghasilkan gambar tiga dimensi dari isi tas. Dengan hasil pemindaian yang lebih detail, petugas bisa melihat isi tas dari berbagai sudut meskipun laptop masih berada di dalamnya.

Karena itulah, di bandara yang telah menggunakan CT scanner, penumpang biasanya tidak lagi diminta mengeluarkan laptop saat pemeriksaan.

Namun, karena belum semua bandara memakai teknologi tersebut, aturan pemeriksaan laptop masih bisa berbeda-beda. Maka dari itu, penumpang sebaiknya tetap mengikuti instruksi petugas keamanan saat menjalani pemeriksaan di bandara.

Baca juga: Iseng Kirim Chat soal Bom di Bandara, Mahasiswa Terancam Denda Rp 2 Miliar

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #kenapa #laptop #harus #dikeluarkan #saat #pemeriksaan #bandara #alasannya

KOMENTAR