Viral Perbandingan Foto Bumi Tahun 1972 vs 2026, Kenapa Kini Lebih Pucat?
Foto Bumi dari Luar Angkasa Tahun 1972 vs 2026. (x.com/NASA)
08:17
8 April 2026

Viral Perbandingan Foto Bumi Tahun 1972 vs 2026, Kenapa Kini Lebih Pucat?

Perbandingan foto Bumi tahun 1972 dan 2026 yang dirilis NASA menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Banyak yang menilai, warna Bumi kini terlihat lebih pucat dibandingkan citra legendaris puluhan tahun lalu.

Foto tahun 1972 yang dikenal sebagai "Blue Marble" memang menampilkan Bumi dengan warna biru cerah yang kontras dan memikat.

Sementara itu, foto terbaru tahun 2026 dari misi Artemis II memperlihatkan tampilan yang lebih lembut, bahkan cenderung redup.

Perbedaan visual ini pun memicu berbagai spekulasi, mulai dari isu perubahan iklim hingga dugaan kerusakan atmosfer Bumi.

Tak sedikit warganet yang bertanya-tanya, apakah kondisi planet ini memang sudah berubah sejauh itu dalam setengah abad terakhir?

Beda Foto Bumi dari Luar Angkasa Tahun 1972 vs 2026

Foto Bumi dari Luar Angkasa Tahun 2026. (x.com/NASA)Foto Bumi dari Luar Angkasa Tahun 2026. (x.com/NASA)

Citra Bumi dari luar angkasa tahun 1972 dan 2026 diunggah oleh NASA ke akun X (dulunya Twitter) resmi mereka pada 4 April 2026.

Unggahan tersebut memperlihatkan dua foto ikonik yang dipisahkan oleh jarak waktu lebih dari 50 tahun, yakni foto dari misi Apollo 17 tahun 1972 dan misi Artemis II tahun 2026.

NASA pun menyertakan pesan bahwa meski teknologi telah berkembang pesat, Bumi tetap terlihat indah dari luar angkasa.

"Kita telah menempuh perjalanan panjang dalam 54 tahun terakhir, tetapi satu hal yang tidak berubah: Rumah kita masih indah jika dilihat dari luar angkasa," tulis NASA.

Perbandingan ini dengan cepat menyita perhatian publik dan memicu diskusi luas di media sosial.

Banyak orang mempertanyakan mengapa foto terbaru tampak lebih pucat dibandingkan citra lama yang begitu cerah dan kontras. Kenapa seperti itu?

Melansir Hindustan Times dan Tuoitre, para ahli kemudian memberikan penjelasan yang lebih ilmiah terkait fenomena tersebut.

Salah satu faktor utama adalah posisi pengambilan gambar yang berbeda antara kedua foto tersebut.

Foto terbaru dari misi Artemis II 2026 diketahui diambil saat sebagian wilayah Bumi berada di sisi malam.

Kondisi ini membuat permukaan planet hanya diterangi cahaya bulan, sehingga tampilannya menjadi lebih gelap dan kurang berwarna.

Perbedaan teknologi juga tak bisa diabaikan dalam membandingkan dua foto lintas zaman ini.

Kamera film yang digunakan pada tahun 1972 cenderung menghasilkan warna lebih kontras dan dramatis, sementara kamera digital modern lebih menampilkan warna yang mendekati kondisi aslinya.

Dalam misi Artemis II 2026 sendiri, astronot menggunakan kamera DSLR Nikon D5 dan iPhone untuk mendokumentasikan Bumi dari luar angkasa.

Teknologi ini memungkinkan detail yang lebih tinggi, meski secara visual mungkin terasa kurang "spektakuler" dibandingkan hasil kamera film.

Foto tersebut juga diambil dengan sensitivitas cahaya tinggi (ISO), yang memungkinkan objek tetap terlihat meski dalam kondisi minim cahaya, tetapi menghasilkan warna yang lebih "pudar".

Astronot Reid Wiseman bahkan mengakui bahwa memotret Bumi dari luar angkasa bukanlah hal mudah.

Ia mengibaratkannya seperti mencoba memotret Bulan dari halaman rumah, yang membutuhkan kondisi dan pengaturan yang tepat agar hasilnya optimal.

"Ini seperti berdiri di belakang rumah Anda dan mencoba memotret bulan, akan sangat sulit untuk mendapatkan gambar yang bagus," tutur Reid Wiseman.

Namun terlepas dari perbedaan tampilan, foto terbaru tetap memiliki makna yang mendalam.

Gambar tersebut tidak hanya menunjukkan keindahan Bumi, tapi juga memberikan perspektif baru tentang planet yang kita huni bersama.

Sejumlah pihak menilai bahwa nilai utama dari foto ini bukan hanya terletak pada warna atau ketajamannya.

Lebih dari itu, gambar tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah luasnya alam semesta, Bumi tetap menjadi satu-satunya rumah bagi seluruh umat manusia.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #viral #perbandingan #foto #bumi #tahun #1972 #2026 #kenapa #kini #lebih #pucat

KOMENTAR