Iran Buka Suara, Sebut Trump Berbohong soal Selat Hormuz
Kapal Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) saat diduga hendak menyiya kapal kontainer yang menerobos Selat Hormuz pada 21 April 2026. Foto ini diperoleh AFP dari kantor berita Iran, Tasnim. Media AS Sebut Dua Kapal Perang Melintasi Selat Hormuz di Bawah Serangan Iran. Apa Isi Proposal Terbaru Iran ke AS untuk Mengakhiri Perang?(TASNIM/MEYSAM MIRZADEH via AFP)
12:12
30 Mei 2026

Iran Buka Suara, Sebut Trump Berbohong soal Selat Hormuz

- Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengeklaim bahwa Teheran diwajibkan membuka kembali Selat Hormuz secara gratis dan bersedia menghancurkan material nuklirnya sebagai bagian dari kesepakatan damai.

Sebelumnya, Trump mengeklaim bahwa pembatasan pelayaran di Selat Hormuz secara efektif telah berakhir dan lalu lintas maritim mulai kembali normal.

Selat Hormuz merupakan jalur minyak vital yang menjadi tempat transit hampir 20 persen pengiriman minyak global.

Baca juga: Trump Gelar Rapat Rahasia di Gedung Putih, Tentukan Nasib Perang Iran

"Iran akan segera menyelesaikan pengangkatan dan atau peledakan ranjau yang tersisa. Kapal-kapal yang terjebak di Selat karena blokade angkatan laut kami yang luar biasa, yang kini akan dicabut, boleh memulai proses kembali ke rumah," tulis Trump di media sosial.

Media Iran yang berafiliasi dengan militer, Fars, menyebut pernyataan Trump sebagai campuran kebenaran dan kebohongan.

Media yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC) itu menyebut pernyataan Trump tidak mencerminkan isi rancangan perjanjian yang tengah dikaji Teheran.

Fars, mengutip pernyataan pejabat senior Teheran, menyebut komentar Trump sebagai upaya untuk menggambarkan kemenangan yang dibuat-buat.

Menurut laporan Fars, rancangan perjanjian  tengah memasuki tahap akhir persetujuan di Iran, meski belum ada keputusan final.

Baca juga: Bukan Cuma AS dan Israel, UEA Ikut Bombardir Iran dengan Puluhan Serangan

Pihak Teheran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak akan dilakukan tanpa syarat. 

Menurut laporan Fars, Iran baru akan membuka selat tersebut setelah blokade AS dicabut, sebagaimana dilansir India Today, Jumat (29/5/2026).

Selain itu, pembukaan Selat Hormuz pun mesti bawah pengaturan Iran sendiri yang bisa mencakup pengawasan, inspeksi kapal, layanan maritim, serta langkah-langkah keamanan.

Fars juga menolak klaim Trump bahwa Iran akan membongkar atau menghancurkan material nuklirnya. 

Sumber-sumber yang dikutip media tersebut menyebut pernyataan itu tidak berdasar dan menegaskan tidak ada klausul semacam itu dalam memorandum yang tengah dibahas.

Baca juga: Masih Perang dengan AS, Iran Tunggu Izin Masuk untuk Piala Dunia

Pencairan aset Iran

Menurut laporan tersebut, yang mengutip pejabat Teheran, bagian terpenting dari rancangan kesepakatan adalah pencairan aset-aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS. 

Teheran disebut tidak akan bergerak ke fase negosiasi berikutnya sebelum dana tersebut dilepaskan.

Selain itu, gencatan senjata penuh di Lebanon sesuai posisi Hizbullah juga menjadi isu kunci dalam pembahasan.

Iran, menurut laporan itu, baru akan melanjutkan ke tahap pembicaraan berikutny  apabila syarat-syarat tersebut dipenuhi. 

Kesepakatan final pun harus berlandaskan garis merah Iran ketidakpercayaan penuh terhadap AS.

Baca juga: Trump Siap Ambil Keputusan Final Soal Iran, tapi Ada Syarat yang Bikin Teheran Berang

Tag:  #iran #buka #suara #sebut #trump #berbohong #soal #selat #hormuz

KOMENTAR