Cara Orangtua Menjaga Semangat Balita Latihan Gymnastics tanpa Tekanan
Gymnastics tak hanya melatih fisik anak, tetapi juga membantu motorik, disiplin, dan rasa tanggung jawab sejak dini. (dok. Yossy Pramitha)
12:45
30 Mei 2026

Cara Orangtua Menjaga Semangat Balita Latihan Gymnastics tanpa Tekanan

Mendampingi anak usia dini menekuni olahraga bukan perkara mudah bagi orangtua. Selain menjaga semangat anak, orangtua juga perlu memastikan proses latihan tetap terasa menyenangkan dan tidak berubah menjadi tekanan.

Hal itulah yang dijalani Yossy Pramitha saat mendampingi putranya, Partha Wardhana Darmawan, yang kini rutin mengikuti latihan gymnastics di usia 4 tahun.

Menurut Yossy, ketertarikan Partha terhadap gymnastics sebenarnya muncul secara alami sejak usia 2 tahun.

Saat itu, Partha sering melihat sang kakak yang lebih dulu mengikuti latihan gymnastics.

“Dari saat itu saat melihat partha punya ketertarikan dan bakat digymnastics karna dari polo gerak, kordinasinya, dan mengerti intruksi,” ujar Yossy kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Seiring waktu, Yossy mulai melihat ketertarikan dan kemampuan Partha dalam olahraga tersebut.

Sebagai mantan atlet gymnastics, ia menilai kemampuan koordinasi gerak dan cara anaknya memahami instruksi berkembang cukup baik untuk seusianya.

Baca juga: Anak Usia 4 Tahun Ini Sudah Raih 12 Medali Gymnastics, Ini Cerita Orangtua Mendampinginya

Menjaga Latihan Tetap Menyenangkan

Meski kini Partha sudah terbiasa menjalani latihan rutin, Yossy mengatakan dirinya tetap berusaha menjaga agar anak tidak merasa terbebani.

Salah satu cara yang dilakukan keluarga adalah memberikan reward sederhana setelah latihan.

“Kami biasanya memberikan hadiah kecil seperti makanan atau mainan yang dia suka supaya tetap semangat,” kata Yossy.

Menurutnya, apresiasi sederhana dapat membantu anak merasa senang menjalani proses latihan tanpa merasa dipaksa.

Selain itu, Yossy dan keluarga juga berusaha membangun pemahaman positif tentang latihan gymnastics kepada Partha.

Saat anak merasa lelah atau tidak mood untuk berlatih, mereka memilih memberikan pengertian dengan bahasa yang mudah dipahami anak.

“Kami kasih tahu kalau latihan gymnastics itu supaya badannya tambah kuat, bisa ketemu teman-teman, dan bermain juga,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Partha, Balita 4 Tahun yang Sudah Disiplin Latihan Gymnastics

Tantangan Mendampingi Anak Usia Dini

Yossy mengakui, mendampingi balita yang aktif berlatih olahraga memiliki tantangan tersendiri.

Ada kalanya Partha menangis atau lebih ingin bermain dibanding mengikuti latihan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi hal yang wajar mengingat usia Partha masih tergolong balita.

Karena itu, Yossy berusaha membedakan antara mendukung minat anak dan memberikan tekanan berlebihan.

“Kami lebih mengarahkan saja, bukan memberi tekanan,” kata dia.

Baginya, kenyamanan anak tetap menjadi hal utama dalam menjalani proses latihan maupun kompetisi.

Baca juga: Kisah Partha, Balita 4 Tahun yang Sudah Disiplin Latihan Gymnastics

Partha mulai tertarik gymnastics sejak usia 2 tahun. Kini, di usia 4 tahun, ia sudah rutin latihan dua kali sehari.dok. Ronny Sabputra Partha mulai tertarik gymnastics sejak usia 2 tahun. Kini, di usia 4 tahun, ia sudah rutin latihan dua kali sehari.

Belajar Disiplin sejak Kecil

Selain membantu perkembangan fisik dan motorik, Yossy melihat latihan gymnastics juga memberi dampak positif terhadap kebiasaan sehari-hari Partha.

Di usianya yang masih 4 tahun, Partha mulai memahami jadwal kegiatan dan tanggung jawab sederhana sesuai usianya.

“Dia sudah tahu kapan waktunya latihan, sekolah, dan kegiatan lainnya,” tutur Yossy.

Ke depan, Yossy berharap Partha dapat terus berkembang dan menikmati proses yang dijalaninya, baik dalam bidang gymnastics maupun kehidupan sehari-hari.

Tag:  #cara #orangtua #menjaga #semangat #balita #latihan #gymnastics #tanpa #tekanan

KOMENTAR