Rumah Bos ChatGPT Dilempar Bom Molotov, Motifnya Terungkap
CEO OpenAI sekaligus pembuat chatbot AI ChatGPT Sam Altman membela penggunaan kecerdasan buatan (AI) dari kritik soal dampak lingkungan.(Youtube/ Indian Express)
10:36
15 April 2026

Rumah Bos ChatGPT Dilempar Bom Molotov, Motifnya Terungkap

 - Rumah bos ChatGPT, Sam Altman, diserang oleh pria berusia 20 tahun asal Texas, Amerika Serikat (AS). Pria bernama Daniel Moreno-Gama itu melempar bom molotov ke kediaman Altman di San Francisco pada Jumat (10/4/2026) pagi waktu setempat.

Sore hari setelah penyerangan itu, Gama berhasil ditangkap kepolisian San Fransisco dan ditahan di penjara setempat atas dugaan percobaan pembunuhan, pembakaran, kepemilikan atau pembuatan perangkat pembakar, dan tuduhan lainnya.

Baca juga: Rumah Pribadi Sam Altman Diserang, Kantor OpenAI Juga Diteror

Selama proses pencarian pelaku, pihak kepolisian menemukan sejumlah bukti yang mengarah pada dugaan motif Gama melempar molotov ke rumah CEO OpenAI itu, yang berhubungan dengan keresahannya pada teknologi Artificial Intelligence (AI).

Lempar molotov ke rumah Sam Altman dan teror kantor OpenAI

Kepolisian San Fransisco menerangkan bahwa Daniel Moreno-Gama melancarkan aksi melempar molotov ke rumah Altman pada Jumat (10/4/2026), sekitar pukul 03.40 pagi waktu setempat. Aksi Gama ini terekam kamera CCTV di gerbang rumah Sam Altman.

Dari rekaman itu, kepolisian menyampaikan, Gama melemparkan botol dengan sumbu kain dalam posisi api menyala ke gerbang besi di kediaman Altman. Setelah melemparkan bom molotov, Gama terlihat melarikan diri dengan berjalan kaki.

Dokumentasi rekaman CCTV yang menunjukkan aksi Gama melempar bom molotov ke gerbang rumah Sam Altman.US Department of Justice Dokumentasi rekaman CCTV yang menunjukkan aksi Gama melempar bom molotov ke gerbang rumah Sam Altman.

Pihak kepolisian lantas datang ke rumah Sam Altman sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat. Kemudian, kurang dari satu jam setelah insiden itu, terdapat laporan terkait seorang pria yang mengancam akan membakar kantor OpenAI di San Fransisco.

Setelah laporan ditindaklanjuti, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa pria yang meneror kantor OpenAI adalah pria yang sama, yang melempar bom molotov ke rumah Altman, yaitu Daniel Moreno-Gama.

Dokumentasi rekaman CCTV yang berusaha masuk ke kantor OpenAI dengan mencoba merusak pintu kaca.US Department of Justice Dokumentasi rekaman CCTV yang berusaha masuk ke kantor OpenAI dengan mencoba merusak pintu kaca.

Di kantor OpenAI, aksi Gama tertangkap kamera CCTV juga. Ia tampak berusaha memecahkan pintu kaca kantor OpenAI dengan kursi. Saat ini, Gama telah ditetapkan sebagai tersangka atas dua insiden ini oleh pihak pengadilan.

Dugaan motif pelaku karena resah dengan AI

Dalam rangka penetapan tersangka, pihak pengadilan menunjukkan sejumlah bukti bahwa Gama adalah pelaku yang bertanggung jawab atas insiden pelemparan bom molotov ke rumah Sam Altman dan aksi teror di kantor OpenAI.

Bukti-bukti itu termasuk rekaman CCTV yang menunjukkan aksi Gama serta alat yang dipakainya seperti botol minyak bersumbu dan pemantik api berwarna biru. Selain itu, pihak kepolisian juga menemukan sebuah dokumen milik Gama.

Dokumen berjudul “Your Last Warning” itu berisi penentangan terhadap AI dan ajakan menyerang pemilik perusahaan serta investor terkait, yang diduga menjadi motif Gama melakukan serangan ke rumah Altman dan teror di kantor OpenAI.

“Bagian pertama dokumen tersebut, yang berjudul ‘Your Last Warning’ oleh Daniel Moreno-Gama, mengadvokasi penentangan terhadap AI dan menyerukan pembunuhan serta kejahatan lain pada CEO perusahaan AI dan investor mereka, mencantumkan nama dan alamat yang diduga milik beberapa CEO dan investor,” kata pihak pengadilan.

Baca juga: Demi Bela AI, Sam Altman Malah Kritik Balik Manusia

Dokumen itu diketahui telah dikirim Gama via email ke sejumlah orang-orang di bekas kampusnya di Texas. Dalam laporan pengaduan tindak pidana Gama, dokumen miliknnya secara keseluruhan memiliki tiga bagian.

Bagian kedua dokumen tersebut berjudul “Some more words on the matter of our impending extinction” (beberapa kata lagi tentang masalah kepunahan kita yang akan datang). Di bagian ini, Gama menjelaskan bahaya AI bagi kehidupan manusia.

Bagian ketiga dokumen Gama tampaknya ditujukan buat Sam Altman. Bagian ini berisi surat yang ditujukan kepada seorang nama korban, yang mana Gama memperingatkannya seandainya korban selamat.

“Jika secara ajaib Anda (korban) selamat, maka saya akan menganggap ini sebagai tanda dari Tuhan untuk menebus diri Anda,” tulis Gama dalam dokumennya yang termuat dalam laporan pengaduan tindak pidana yang dipublikasi pihak pengadilan.

Dikutip dari PC Mag, Gama kini menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara karena perusakan serta penghancuran properti dengan menggunakan bahan peledak. Dia juga dituntut hukuman maksimal 10 tahun karena kepemilikan senjata api tanpa izin.

Tanggapan Sam Altman

Di hari yang sama setelah insiden di rumahnya terjadi, Sam Altman membuat postingan yang mengonfirmasi bahwa keluarganya baik-baik saja dan tidak ada korban luka yang ditimbulkan akibat pelemparan bom molotov.

Dalam postingan itu, Altman setuju jika terdapat risiko yang tinggi terhadap perkembangan AI dan akan selalu terbuka terhadap kritik. Namun, ia juga percaya bahwa kemajuan teknologi bisa membuat masa depan yang lebih baik untuk semua orang.

“Banyak kritik terhadap industri kami berasal dari keprihatinan tulus tentang risiko yang sangat tinggi dari teknologi ini. Ini cukup valid, dan kami menyambut kritik dan debat yang jujur,” kata Altman.

“Tetapi secara keseluruhan, saya percaya kemajuan teknologi dapat membuat masa depan menjadi sangat baik, untuk keluarga Anda dan keluarga saya,” imbuhnya.

Dalam perdebatan tentang dampak AI ini, Altman juga mengajak semua pihak untuk mengurangi retorika dan taktik yang bisa memperuncing konflik, sebagaimana yang terjadi pada aksi Gama.

Baca juga: OpenAI Raih Pendanaan Rp 2.000 Triliun, Valuasi Kini Tembus Rp 14.000 Triliun

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #rumah #chatgpt #dilempar #molotov #motifnya #terungkap

KOMENTAR