Peringatan Keras untuk Pasar Ponsel Global, Dampak Krisis Memori Makin Terasa di Awal Tahun
Ilustrasi konter HP di sentra ponsel Pusat Grosir Cililitan (PGC)((Kompas.com/Lely Maulida))
11:27
27 April 2026

Peringatan Keras untuk Pasar Ponsel Global, Dampak Krisis Memori Makin Terasa di Awal Tahun

- Dampak krisis memori semakin nyata. Hal ini terungkap dalam laporan terbaru dari dua firma riset ternama, Counterpoint Research dan IDC.

Keduanya kompak menyebut bahwa pangsa pasar smartphone global pada periode kuartal I-2026 (Januari-Maret) turun.

IDC melaporkan penurunan 4,1 persen, sementara Counterpoint Research lebih dalam lagi, yakni 6 persen.

Berbeda dengan Counterpoint yang tidak merinci volume pengapalan (shipment), IDC mengeklaim ada289,7 juta unit perngkat yang dikirim selama kuartal I-2026.

Kendati demikian, keduanya kompak menyebut bahwa kelangkaan chip memori menjadi biang keladi anjloknya pangsa pasar ponsel global kali ini.

Baca juga: IDC: Pasar Smartphone Global Anjlok 4 Persen Akibat Krisis Memori

Menurut Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, krisis memori langsung berdampak pada pengiriman dan permintaan ponsel.

"Ketersediaan memori yang terbatas memaksa pemangkasan pengiriman, sementara harga memori yang jauh lebih tinggi mendorong kenaikan biaya bahan baku dan mendesak kenaikan harga oleh banyak merek ternama," kata Popal, dikutip dari blog resmi IDC.

Ia menambahkan, kenaikan harga ponsel sekitar 40-50 persen akan terjadi di beberapa negara berkembang yang cenderung lebih sensitif terhadap harga.

Senada dengan IDC, Counterpoint juga menuding kelangkaan komponen memori, terutama tipe DRAM dan NAND menjadi penyebab lesunya pasar ponsel.

Kelangkaan memori terjadi akibat pasokan lebih diprioritaskan untuk pengembangan pusat data kecerdasan buatan (AI), alih-alih untuk perangkat konsumen seperti smartphone.

Akibatnya, produsen smartphone menghadapi kenaikan biaya produksi (Bill of Materials/BOM) dan margin yang tertekan, sehingga sebagian biaya dibebankan ke konsumen.

"Tekanan ini lebih terasa di segmen entry-level dan menengah. Sementara segmen premium relatif lebih tahan terhadap tekanan dari kenaikan biaya produksi ini," kata Analis Senior Counterpoint Research Shilpi Jain, dirangkum dari laman resmi Counterpoint.

Selain kelangkaan chipset, Counterpoint menyebut bahwa turunnya pengiriman smartphone dunia disebabkan oleh lemahnya minat daya beli konsumen di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik di Timur Tengah.

Baca juga: Counterpoint: 5 Besar HP Dunia Kuartal I-2026, Apple Memimpin Dipepet Samsung

Diprediksi berlanjut hingga tahun depan

Suasana pengunjung di ITC Roxy Mas saat dikunjungi KompasTekno pada Senin (12/6/2023) sekitar pukul 11.00 WIBKOMPAS.com/Caroline Saskia Tanoto Suasana pengunjung di ITC Roxy Mas saat dikunjungi KompasTekno pada Senin (12/6/2023) sekitar pukul 11.00 WIB

Counterpoint memperkirakan tekanan pasar smartphone akan berlanjut sepanjang 2026, diiringi dengan krisis memori yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir 2027.

Dalam kondisi seperti ini, vendor smartphone, kata Counterpoint, disebut akan mengubah strategi mereka untuk lebih fokus ke nilai (value) dibanding volume penjualan.

Hal ini termasuk strategi mengurangi model dengan margin rendah, meningkatkan spesifikasi perangkat, serta mengandalkan ekosistem dan layanan untuk mendorong pertumbuhan.

Di sisi lain, tren perangkat refurbished atau bekas pakai diperkirakan akan semakin diminati, terutama oleh konsumen di segmen harga terjangkau.

Sementara itu, IDC mengatakan bahwa para vendor sebetulnya telah berupaya mengotak-atik strategi, termasuk pengendalian biaya yang lebih ketat, memangkas aktivitas pemasaran dan saluran distribusi, hingga memangkas spesifikasi perangkat.

Namun langkah tersebut dinilai belum mampu mendongkrak pertumbuhan pasar.

"Tahun ini merupakan titik balik kritis bagi vendor untuk berinovasi karena meningkatnya biaya komponen, energi, dan logistik akibat perang di Timur Tengah," ujar Popal.

Baca juga: Tren HP Murah China Berubah, Tanda-tandanya Terlihat di Indonesia

Bos Xiaomi dan Nothing sudah wanti-wanti

Kondisi krisis memori ini membuat banyak vendor ponsel alami situasi sulit. Presiden Xiaomi, Lu Weibing pun buka-bukaan bagaimana krisis ini memengaruhi perusahaannya.

Menurut Weibing, Xiaomi kini harus membayar selisih harga sebesar 1.500 yuan (sekitar Rp 3,7 juta) untuk paket memori RAM dan storage 12 GB/512 GB, dibanding kuartal I-2025.

Singkatnya, belanja RAM Xiaomi dengan konfigurasi tadi pada kuartal awal 2026, lebih mahal 1.500 yuan dibanding kuartal yang sama pada tahun lalu.

Penjelasan itu disampaikan Weibing dalam sebuah posting di media sosial Weibo. Harga untuk paket RAM/storage 16 GB/1 TB, bahkan lebih mahal lagi, tetapi rincian harganya tidak diungkap.

"Kenaikan harga memori akhir-akhir ini memang sangat jauh dari ekspektasi, dengan lonjakan harga empat kali lipat dibanding kuartal pertama tahun lalu," kata Weibing di Weibo, dirangkum dari GSM Arena.

Sebagai gambaran, katakan lah paket RAM 12 GB/512 GB pada tahun 2025 dibanderol 500 yuan (sekitar Rp 1,2 juta) per paket.

Bila mengacu pada pernyataan Weibing, harga untuk paket yang sama adalah sekitar 2.000 yuan (sekitar Rp 4,9 juta). Harganya nyaris setara dengan harga satu unit smartphone kelas menengah ke bawah.

Baca juga: Era HP China Murah Segera Berakhir

Bagi Xiaomi, lonjakan harga RAM paling berdampak pada merek Redmi, karena merek ini fokus pada harga yang terjangkau. Akibatnya, ponsel-ponsel dari submerek Xiaomi ini mengalami kenaikan.

Carl Pei, CEO Nothing juga memeringatkan dampak krisis AI ini awal Januari 2026 lalu. Dalam sebuah posting di X, ia mengatakan bahwa AI mengubah permintaan pasar.

"Untuk pertama kalinya, smartphone bersaing langsung dengan infrastruktur AI dan harga memori melonjak tajam, sebagai imbasnya," kata Pei di akun resminya @getpeid.

Ia pun terang-terangan bahwa "spek tinggi, harga miring" yang banyak digaungkan vendor sebagai nilai jual, tak akan lagi berlaku tahun ini.

"Hasilnya, beberapa segmen, terutama entry-level dan mid-range, akan naik 20 persen bahkan lebih, dan produsen yang selama ini mendominasi pasar ini akan kepayahan," kata Pei.

Tag:  #peringatan #keras #untuk #pasar #ponsel #global #dampak #krisis #memori #makin #terasa #awal #tahun

KOMENTAR