Kesan Saya Menggenggam Vivo Y31d Pro, Baterai Besar, Bobot Tak Jadi Soal
- Vivo Y31d Pro menjadi ponsel terbaru Vivo dari lini Y series di Indonesia. Ponsel ini dirilis pada 13 April lalu dan menyasar segmen kelas menengah.
Vivo Y31d Pro mengunggulkan aspek baterai besar dengan kapasitas 7.000 mAh. Selain itu pengisian ulang baterainya juga didukung fast charging debgan output cukup tinggi, yakni 90 watt.
Di Indonesia, Vivo Y31d Pro hadir dalam dua opsi warna, yaitu hitam dan putih. Sementara harganya dibanderol mulai dari Rp 4,3 juta.
Nah, saya berkesempatan mencoba Vivo Y31d Pro varian warna putih. Apa saja isi kemasan ponsel ini dan bagaimana impresi awal saya menggenggam Vivo Y31d Pro? Berikut ulasannya.
Baterai besar, bobot tak jadi soal
Vivo Y31d Pro hadir dengan baterai jumbo 7.000 mAh. Kapasitasnya terbilang besar dibanding sebagian besar smartphone yang mengusung baterai kurang lebih 5.000 mAh.
Menariknya, walaupun baterainya jumbo, bobot smartphone ini terasa standar saat digenggam. Pasalnya, saya terbiasa menggunakan Zenfone 11 Ultra dengan bobot 225 gram, untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sementara bobot Vivo Y31d Pro hanya sekitar 219 gram, sedikit lebih ringan dibanding Zenfone 11 Ultra yang punya baterai 5.500 mAh.
Selain lebih enteng, HP terbaru Vivo ini juga terbilang cukup ramping dengan ketebalan 8,49 mm. Ketebalannya lebih tipis dari Zenfone 11 Ultra, 8,9 mm.
Walau bobotnya cukup enteng, bodi Vivo Y31d Pro lebih lebar dari HP sehari-hari saya. Lebarnya adalah 78,43 dibanding Zenfone 11 Ultra 76,8 mm.
Baca juga: Vivo Y500s Resmi, Ponsel Baterai Jumbo 7.200 mAh
Vivo Y31d Pro
Kesan lebar ponsel ini bahkan langsung terasa ketika saya menyalakan ponsel.
Selain karena bodinya, bezel Vivo Y31d Pro yang cukup tebal dibanding HP yang biasa saya pakai juga semakin membuat ponsel ini terkesan kurang langsing.
Hal tersebut membuat saya kesulitan menjangkau semua area layar, khusunya ketika menggenggam ponsel dengan satu tangan. Apalagi, ukuran tangan saya tergolong kecil.
Desain manis dan elegan
Urusan desain pada dasarnya memang relatif. Namun, desain ponsel Vivo hampir selalu masuk selera saya, termasuk untuk Vivo Y31d Pro.
Adapun saya berkesempatan menjajal Vivo Y31d Pro varian warna putih. Varian ini menampilkan penampang berkelir putih susu, disertai efek kilau halus, diklaim menyerupai kain satin.
Vivo Y31d Pro
Penampangnya juga dilengkapi modul kamera persegi dengan finishing metal, tampak senada dengan penampang dan bingkai perangkat.
Modul ini menampung dua kamera belakang, terdiri dari kamera utama 50 MP (f/2.0) yang ditemani kamera penunjang efek bokeh 2 MP (f/2.4), serta lampu flash LED.
Bagi saya, kombinasi desain belakang ponsel ini menampilkan tampang yang manis dan elegan, meski kaca pelindung lensa pada modul kamera terlihat cukup besar.
Padahal, komponen lensa di dalamnya tidak sebesar itu, sehingga secara teknis dimensi penutupnya bisa bisa dibuat lebih kecil.
Vivo Y31d Pro dilengkapi kamera utama 50 MP (f/2.0) yang ditemani kamera penunjang efek bokeh 2 MP (f/2.4), serta lampu flash LED.
Beralih ke tampilan depannya, Vivo Y31d Pro tampil dengan layar berlubang (punch hole) untuk menampung kamera depan 8 MP. Ukuran layarnya 6,75 inci, mendukung resolusi 1.570 x 720, refresh rate 120 Hz, dan kecerahan puncak sampai 1.250 nits.
Layar ponsel ini sudah dilapisi dengan lapisan pelindung layar, sejak dibuka dari kemasannya.
Seperti ponsel pada umumnya, Vivo Y31d Pro juga dilengkapi dengan sejumlah tombol, termasuk tombol volume dan tombol daya di sisi kanan perangkat.
Tombol power-nya sekaligus mengakomodasi sensor pemindai sidik jari untuk membuka kunci perangkat.
Tampilan bodi Vivo Y31d Pro dari berbagai sisi
Bagian bawah ponsel ini juga dilengkapi port USB-C, speaker dan mikrofon. Menariknya, slot kartu SIM diposisikan di sisi kiri ponsel, bukan di bagian bawah perangkat seperti ponsel lainnya.
Sudah dapat charger 90 watt
Vivo Y31d Pro dikemas dalam kotak berkelir putih yang menampilkan dua varian warna ponsel.
Kotak kemasannya juga merinci beberapa fitur kunci perangkat dalam keterangan teks, mulai dari baterai 7.000 mAh, kamera 50 MP hingga sertifikasi ketahanan debu dan air dengan IP-rating IP69.
Bagian belakangnya juga dilengkapi dengan keterangan teks yang menjelaskan konfigurasi RAM serta penyimpanan internal perangkat, nomor IMEI, hingga pabrik tempat ponsel dibuat.
Baca juga: HP Vivo Y600 Pro Meluncur, Bawa Baterai Jumbo 10.200 mAh
Isi kemasan Vivo Y31d Pro
Selain unit ponsel, kotak kemasan ini menampung aksesori lainnya, meliputi softcase transparan, adapter charger, kabel USB-C, SIM ejector, kartu garansi, serta panduan singkat.
Softcase-nya didesain transparan, sehingga desain penampang ponsel tetap jelas terlihat walau menggunakan casing.
Vivo Y31d Pro dilengkapi adapter dengan keterangan output yang bisa dialirkan ke perangkat, yaitu hingga 90 watt.
Adapter charger dan kabel USB-nya hadir dalam kelir putih. Adapternya disertai dengan keterangan output yang bisa dialirkan ke perangkat, yaitu hingga 90 watt.
Menurut Vivo, dukungan ini bisa mengisi baterai ponsel dari 1 persen ke 100 persen hanya dalam 58 menit pengecasan.
Klaim tersebut akan saya uji lebih lanjut setelah menggunakan ponsel ini selama beberapa pekan, dan diulas dalam artikel terpisah.
Adapun Vivo Y31d Pro sudah bisa dibeli di Indonesia. Ponsel ini hadir dalam beberapa konfigurasi RAM dan penyimpanan. Rinciannya sebagai berikut:
- Vivo Y31d Pro 6/128 GB - Rp 4,3 juta
- Vivo Y31d Pro 6/256 GB - Rp 4,9 juta
- Vivo Y31d Pro 8/256 GB - Rp 5,5 juta
Tag: #kesan #saya #menggenggam #vivo #y31d #baterai #besar #bobot #jadi #soal