Cloud Makin Rawan, ESET Rilis Fitur Keamanan Gratis untuk Pengguna di Indonesia
Ilustrasi ransomware.(SHUTTERSTOCK/ANDREY_POPOV)
07:04
7 Mei 2026

Cloud Makin Rawan, ESET Rilis Fitur Keamanan Gratis untuk Pengguna di Indonesia

- Perusahaan perangkat lunak dan keamanan siber, Eset, menghadirkan fitur baru bernama Eset Cloud Workload Protection yang terintegrasi dalam platform Eset Protect.

Fitur ini hadir tanpa biaya tambahan bagi pelanggan layanan Eset Protect di Indonesia. Fitur ini dirilis di tengah meningkatnya risiko keamanan pada lingkungan cloud yang kini menjadi tulang punggung transformasi digital.

Fitur ini dapat melindungi cloud workload di lingkungan hybrid dan multi-cloud. Fitur ini juga dirancang untuk memudahkan pengguna memantau ancaman siber melalui satu tampilan dashboard (single pane of glass).

Kehadiran fitur ini dinilai relevan seiring dengan meningkatnya adopsi cloud oleh berbagai organisasi dan pelaku usaha di Indonesia. Pertumbuhan tersebut juga diiringi risiko keamanan yang kian tinggi.

Baca juga: Antivirus Biasa Tak Lagi Cukup, Malware AI Mulai Incar Windows

Chief Technology Officer Prosperita Group, Yudhi Kukuh, mengatakan bahwa semakin banyak organisasi di Indonesia kini mengandalkan public cloud sebagai bagian penting dari bisnis digital mereka.

Yudhi mengatakan, cloud kini tidak hanya diadopsi oleh perusahaan besar, melainkan juga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Chief Technology Officer Prosperita Group, Yudhi Kukuh, mengatakan bahwa semakin banyak organisasi di Indonesia kini mengandalkan public cloud sebagai bagian penting dari bisnis digital mereka.KOMPAS.com/YUDHA PRATOMO Chief Technology Officer Prosperita Group, Yudhi Kukuh, mengatakan bahwa semakin banyak organisasi di Indonesia kini mengandalkan public cloud sebagai bagian penting dari bisnis digital mereka.

Menurut Yudhi, banyak organisasi khususnya UMKM, masih belum memiliki perlindungan yang memadai di lapisan cloud.

Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap serangan siber seperti ransomware, kesalahan konfigurasi (misconfiguration), serta keterbatasan visibilitas dan sumber daya tim keamanan.

"Dengan Eset Cloud Workload Protection, kami mengurangi permukaan serangan yang dihadapi pengguna sekaligus memperluas proteksi ke cloud workload di public cloud, private cloud, maupun on-premise," ujar Yudhi.

Fitur ini memungkinkan perusahaan memantau dan melindungi mesin virtual (VM) di cloud dalam satu dashboard terpadu, sehingga lebih mudah dikelola.

Admin juga bisa langsung memasang sistem proteksi dan mengaturnya secara otomatis. Dengan kemudahan ini, fitur proteksi terbaru itu menurut Yudhi cocok untuk perusahaan dengan skala besar maupun kecil. 

Yudhi juga menyebut, fitur ini telah didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi anomali dan ancaman berbasis perilaku (behavior-based detection), serta merespons secara otomatis sebelum dampak meluas.

Baca juga: Indonesia Disebut Jadi Sumber Spam dan Malware Terbesar pada 2025

Dari sisi kompatibilitas, solusi ini dapat diintegrasikan dengan berbagai layanan cloud populer seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, hingga Google Cloud Platform.

Yudhi juga mengatakan, modul ini dirancang ringan sehingga tidak membebani performa server.

Fitur ini juga membantu tim IT dalam proses audit dan kepatuhan terhadap standar keamanan seperti NIST, CIS, hingga PCI DSS dengan menyediakan audit evidence yang dibutuhkan.

Menurut Yudhi, solusi yang diberikan Eset ini juga mendukung organisasi dalam memenuhi berbagai regulasi perlindungan data di Indonesia, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan pedoman keamanan dari BSSN.

Tag:  #cloud #makin #rawan #eset #rilis #fitur #keamanan #gratis #untuk #pengguna #indonesia

KOMENTAR