Nvidia Suntik Rp 5 Triliun ke Produsen Gorilla Glass demi ''Jalan Tol'' AI
Ilustrasi kaca pelindung HP Corning Gorilla Glass Ceramic 3(Corning)
16:12
7 Mei 2026

Nvidia Suntik Rp 5 Triliun ke Produsen Gorilla Glass demi ''Jalan Tol'' AI

- Posisi dominan di industri chip kecerdasan buatan (AI) rupanya belum membuat Nvidia puas. Perusahaan yang dinakhodai Jensen Huang ini kini mulai bermanuver untuk menyingkirkan hambatan di sektor infrastruktur fisik pendukungnya.

Nvidia dilaporkan telah menanamkan investasi senilai 300 juta dollar AS (sekitar Rp 5 triliun) untuk produsen kaca dan keramik kenamaan, Corning.

Dana ini dikucurkan untuk membangun tiga pabrik baru di Amerika Serikat (AS) yang secara khusus memproduksi serat optik untuk data center AI.

Langkah ini tidak hanya memastikan pasokan perangkat keras Nvidia berjalan mulus, tetapi juga memberikan Nvidia kendali atas porsi dari produksi serat optik di wilayah AS.

Melalui perjanjian kerja sama jangka panjang ini, tiga pabrik baru tersebut akan didirikan di negara bagian Carolina Utara dan Texas. Proyek ini diproyeksikan bakal menyerap hingga 3.000 tenaga kerja.

Suntikan dana dari Nvidia ini dipastikan akan melipatgandakan hasil produksi serat optik Corning di AS hingga 10 kali lipat. Secara keseluruhan, kapasitas produksi serat optik domestik AS juga akan terdongkrak lebih dari 50 persen.

Pemilihan Corning sebagai mitra raksasa teknologi ini tentu bukan tanpa alasan. Di kalangan pencinta gadget, nama Corning mungkin lebih akrab dikenal luas sebagai pabrikan pembuat kaca pelindung layar smartphone tangguh, Gorilla Glass.

Namun, kepiawaian Corning sejatinya jauh melampaui layar ponsel semata. Corning selama ini memiliki rekam jejak yang diakui dalam ilmu kaca dan fisika optik.

Perusahaan ini bahkan menduduki tahta sebagai pembuat kabel optik terbesar di dunia, dengan pangsa pasar mencapai 10,4 persen.

Baca juga: HP Jatuh di Aspal Berkali-kali Layar Tetap Utuh? Ini Kaca Gorilla Glass Ceramic 3

Ibarat "jalan tol" untuk AI

Lantas, mengapa produsen chip seperti Nvidia sangat memerlukan kabel serat optik?

Alasannya cukup sederhana. Bayangkan chip AI buatan Nvidia sebagai deretan mobil balap supercar. Agar mobil-mobil ini bisa melaju dengan kencang, mereka tentu membutuhkan "jalan tol" yang sangat lebar, mulus, dan bebas macet. Di sinilah serat optik berperan.

Beban kerja sistem AI modern menuntut ratusan ribu "otak" AI (akselerator) ini untuk bekerja secara keroyokan (server farm). Mereka harus terus-menerus saling mengobrol dan bertukar data berukuran raksasa dalam sepersekian detik.

Jika hanya mengandalkan kabel tembaga biasa, lalu lintas data tersebut akan tersendat atau lag (latensi tinggi). Sebaliknya, kabel serat optik mampu mengirimkan data tersebut dengan menumpang pada kecepatan cahaya.

Lewat infrastruktur serat optik, data bisa wara-wiri dengan mulus sehingga chip buatan Nvidia bisa mengerahkan seluruh performa tertingginya tanpa hambatan.

Baca juga: Apa Itu Fiber Optik? Pengertian, Fungsi, Cara Kerja, Jenis, Kelebihan, dan Kekurangannya

Syarat eksklusif "kubu hijau"

Keterlibatan Nvidia yang begitu dalam pada produksi serat optik sejatinya sangat masuk akal.

Beban kerja AI modern saat ini menuntut ratusan ribu akselerator AI untuk bekerja secara serempak dan memindahkan data dalam skala masif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Satu-satunya cara untuk memenuhi kebutuhan bandwidth dan latensi rendah dari lonjakan data ekstrem tersebut adalah melalui penggunaan serat optik dan perangkat keras fotonik sebagai konektivitas utama.

Namun, ada satu catatan yang patut digarisbawahi dari kesepakatan ini. Dalam siaran persnya, dijelaskan bahwa pabrik-pabrik baru ini hanya akan memasok konektivitas optik ke pusat data hyperscale yang menggunakan "komputasi berakselerasi Nvidia" saja.

Artinya, alih-alih membantu mengatasi krisis pasokan kabel optik untuk seluruh industri, Nvidia merancang kesepakatan ini untuk secara eksklusif melayani klien yang menggunakan perangkat keras AI buatannya.

Baca juga: Apple Suntik Rp 3,5 Triliun untuk Produsen Gorilla Glass

Menghidupkan kembali "Made in America"

CEO sekaligus pendiri Nvidia, Jensen Huang, menyebut langkah ini sebagai fondasi penting bagi pergerakan industri AI di masa depan yang berjalan dengan sangat cepat.

"AI mendorong pembangunan infrastruktur terbesar di zaman kita, dan ini menjadi peluang sekali dalam satu generasi untuk menghidupkan kembali manufaktur serta rantai pasokan Amerika," ujar Huang, dihimpun KompasTekno dari Toms Hardware.

Huang menambahkan bahwa kolaborasi bersama Corning ini bertujuan untuk menciptakan masa depan komputasi melalui teknologi optik tingkat lanjut.

"Membangun fondasi bagi infrastruktur AI di mana kecerdasan bergerak secepat kecepatan cahaya, sambil memajukan tradisi kebanggaan Made in America," pungkasnya.

Tag:  #nvidia #suntik #triliun #produsen #gorilla #glass #demi #jalan

KOMENTAR