ChatGPT Dianggap Pelopor Gelombang PHK, Ini Janji Manis Bos OpenAI
Ilustrasi AI mulai pintar dan mampu menggantikan pekerjaan manusia.(Ilustrasi dibuat menggunakan AI. KOMPAS.com/Zulfikar Hardiansyah)
09:18
10 Mei 2026

ChatGPT Dianggap Pelopor Gelombang PHK, Ini Janji Manis Bos OpenAI

- Sejak tren kecerdasan buatan (AI) generatif meledak, yang dipelopori oleh kehadiran ChatGPT, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri mulai bermunculan dan jumlahnya kini semakin masif.

Di tengah kekhawatiran publik akan ancaman AI terhadap lapangan pekerjaan tersebut, CEO OpenAI, Sam Altman, akhirnya buka suara dan melontarkan janji tegas.

Melalui sebuah unggahan di platform X (dahulu Twitter), pria yang menjadi nakhoda di balik kesuksesan ChatGPT itu berjanji bahwa perusahaannya tidak memiliki niat untuk menyingkirkan peran manusia.

"Kami ingin membangun tools yang memperkuat dan meningkatkan kemampuan manusia, bukan menciptakan entitas yang menggantikan manusia," tulis Altman di X, awal Mei lalu.

Pernyataan Altman ini muncul di tengah situasi industri teknologi yang sedang tidak baik-baik saja. Selama setahun terakhir, Amerika Serikat dilanda gelombang PHK yang sangat brutal.

Baca juga: Daftar Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK, Ada Siapa Saja?

Badai PHK ini menyapu bersih berbagai perusahaan, baik skala besar maupun kecil, di berbagai sektor industri. Ironisnya, banyak jajaran petinggi perusahaan yang secara terang-terangan menuding kehadiran AI sebagai alasan utama dari pemangkasan karyawan tersebut.

Salah satu contoh kasus yang paling disorot adalah nasib nahas yang menimpa para engineer di King, studio pengembang di balik game mobile Candy Crush.

Para insinyur di perusahaan tersebut ditugaskan untuk merancang sebuah alat penghasil level permainan berbasis AI.

Tragisnya, begitu proyek alat pembuat level otomatis itu rampung, para teknisi tersebut langsung dipecat dan pekerjaan mereka sepenuhnya digantikan oleh sistem AI yang mereka ciptakan sendiri.

Baca juga: Ditakuti Menkeu dan Bankir, Begini Kemampuan Mythos AI Anthropic yang Kontroversial

Prediksi "mengerikan" bos Anthropic

Kejadian-kejadian semacam itu tak ayal memicu sentimen penolakan dan pandangan negatif yang meluas di masyarakat. Banyak pihak meyakini bahwa AI pada akhirnya akan mengambil alih seluruh pekerjaan di dunia nyata.

Kecemasan ini semakin diperparah dan diamplifikasi oleh komentar-komentar dari para petinggi perusahaan AI lainnya, salah satunya Dario Amodei, CEO Anthropic.

Amodei diketahui telah berulang kali melontarkan klaim yang cukup meresahkan bagi para pekerja teknologi.

Ia memprediksi bahwa umat manusia kini hanya berjarak sekitar enam bulan hingga satu tahun lagi dari sebuah era di mana "semua kode komputer ditulis sepenuhnya oleh AI".

Baca juga: Terbaru, Ini 10 Profesi Paling Terdampak dan Aman dari AI

Bantahan Altman

Merespons gelombang pesimisme dan ketakutan publik terkait hilangnya lapangan pekerjaan, Sam Altman kembali memberikan tanggapannya dalam unggahan lanjutan di X.

Menurut bos OpenAI itu, pesimisme massal mengenai hilangnya mata pencaharian dinilai sebagai sebuah pandangan yang keliru jika dilihat dari kacamata jangka panjang.

Sebaliknya, Altman justru percaya bahwa kehadiran AI akan membuat banyak orang menjadi lebih sibuk, tapi di saat yang sama, merasa lebih puas dan bermakna dengan apa yang mereka kerjakan.

Meski demikian, Altman tak menampik realitas bahwa teknologi ini akan memicu disrupsi besar-besaran.

Ia mengakui akan ada masa transisi yang signifikan seiring pergeseran umat manusia menuju jenis-jenis pekerjaan baru yang wujudnya mungkin akan sangat berbeda dari yang kita kenal sekarang.

Lebih lanjut, Altman melukiskan visi masa depan yang sangat ideal berkat bantuan AI.

Dalam bayangannya, orang-orang yang memang memiliki ambisi dan dorongan untuk bekerja sangat keras akan difasilitasi dengan hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan.

Di sisi lain, ia juga menjanjikan masa depan yang "santai" bagi sebagian orang.

Bagi mereka yang tidak ingin bekerja keras memeras keringat, mereka tak perlu lagi memaksakan diri. Lewat peradaban yang ditopang oleh teknologi AI, Altman mengeklaim kelompok tersebut tetap akan bisa menikmati standar kehidupan yang luar biasa makmur dan sejahtera.

Baca juga: Ramalan 2028: AI Makin Pintar, Krisis dan Pengangguran Meningkat

Tag:  #chatgpt #dianggap #pelopor #gelombang #janji #manis #openai

KOMENTAR