Apple Cegah Penipuan Rp 36 Triliun di App Store
Ilustrasi logo aplikasi App Store. (Apple Newsroom)
19:03
22 Mei 2026

Apple Cegah Penipuan Rp 36 Triliun di App Store

- Apple mengeklaim berhasil mencegah transaksi penipuan senilai lebih dari 2,2 miliar dollar AS (sekitar Rp 36 triliun) di App Store sepanjang 2025.

Angka tersebut diungkap Apple dalam laporan keamanan App Store terbaru yang dirilis pekan ini. Secara total, Apple menyebut telah menggagalkan penipuan senilai lebih dari 11,2 miliar dollar AS dalam enam tahun terakhir.

Apple menjelaskan, transaksi penipuan di App Store umumnya berkaitan dengan penggunaan kartu kredit curian, akun palsu, pembelian aplikasi ilegal, hingga manipulasi sistem pembayaran digital.

Baca juga: Kini Ada App Store Khusus Robot AI, Bisa Bikin Robot Tanpa Coding

Perusahaan mengatakan pelaku kejahatan siber kini semakin sering memanfaatkan jaringan bot dan akun palsu untuk melakukan transaksi massal secara otomatis.

“Mewujudkan App Store yang aman dan terpercaya membutuhkan kewaspadaan dan dedikasi,” tulis Apple dalam laporannya.

Blokir miliaran akun palsu

Selain mencegah transaksi penipuan, Apple juga mengungkap berhasil menggagalkan 1,1 miliar percobaan pembuatan akun pelanggan palsu sepanjang 2025.

Apple turut menon-aktifkan lebih dari 40,4 juta akun pelanggan tambahan yang terindikasi melakukan penipuan atau penyalahgunaan sistem.

Di sisi developer, Apple mengaku menon-aktifkan sekitar 193.000 akun developer karena dugaan aktivitas penipuan, serta menolak lebih dari 138.000 pendaftaran developer baru.

Apple juga mendeteksi dan memblokir sekitar 28.000 aplikasi ilegal dari toko aplikasi bajakan. Aplikasi tersebut mencakup malware, aplikasi judi, pornografi, hingga versi bajakan aplikasi resmi App Store.

Dalam sebulan terakhir saja, Apple mengeklaim telah mencegah 2,9 juta upaya instalasi atau peluncuran aplikasi ilegal di luar App Store.

AI dipakai untuk lawan penipu

Apple mengatakan lonjakan aplikasi berbasis AI turut membuat proses peninjauan aplikasi menjadi semakin kompleks.

Baca juga: 3 Apple Store di AS Tutup Permanen, Termasuk yang Bersejarah

Pada 2025, tim App Review Apple mengevaluasi lebih dari 9,1 juta pengajuan aplikasi. Dari jumlah tersebut, lebih dari 2 juta aplikasi ditolak karena melanggar pedoman App Store.

Beberapa alasan penolakan mencakup fitur tersembunyi, pelanggaran privasi, spam, hingga aplikasi yang meniru aplikasi lain.

Apple juga mengungkap adanya modus “bait-and-switch”, yakni aplikasi yang awalnya tampak normal seperti game atau kalkulator, tetapi diam-diam diubah menjadi aplikasi penipuan setelah lolos review.

Sepanjang 2025, Apple menghapus hampir 59.000 aplikasi karena terlibat dalam praktik tersebut.

Untuk melawan modus seperti itu, Apple kini semakin mengandalkan AI dan machine learning untuk mendeteksi pola penipuan di App Store.

Teknologi AI digunakan untuk mendeteksi ulasan palsu, spam, aplikasi berbahaya, hingga pola perilaku mencurigakan dari developer dan pengguna.

Apple mengklaim telah memproses lebih dari 1,3 miliar rating dan review aplikasi pada 2025, serta memblokir hampir 195 juta ulasan palsu agar tidak muncul di App Store.

Selain itu, Apple juga memblokir hampir 7.800 aplikasi penipu dari hasil pencarian App Store dan 11.500 aplikasi lain agar tidak muncul di daftar peringkat aplikasi populer.

Fokus keamanan pengguna

Apple mengatakan sistem keamanan App Store juga dirancang untuk melindungi data pembayaran pengguna.

Perusahaan menyebut lebih dari 680.000 aplikasi kini menggunakan sistem pembayaran resmi Apple seperti Apple Pay dan StoreKit.

Pada 2025, Apple mengklaim berhasil menghentikan lebih dari 5,4 juta kartu kredit curian agar tidak dipakai untuk transaksi penipuan di App Store. Apple juga melarang hampir 2 juta akun pengguna melakukan transaksi ulang karena terindikasi fraud.

Apple menegaskan akan terus berinvestasi dalam sistem keamanan App Store untuk menjaga platform tetap aman bagi pengguna dan developer di masa mendatang.

Tag:  #apple #cegah #penipuan #triliun #store

KOMENTAR