Bitcoin Anjlok ke 59.000 Dollar AS, Terendah sejak 2024
Harga bitcoin. Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah tekanan sentimen global, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan aksi jual dari investor besar (whales) yang membebani pergerakan harga. ()
07:58
6 Juni 2026

Bitcoin Anjlok ke 59.000 Dollar AS, Terendah sejak 2024

- Harga Bitcoin kembali tertekan dan sempat menyentuh level 59.100 dollar AS (sekitar Rp 961 juta) pada Jumat (5/6/2026). Ini menjadi posisi terendah mata uang kripto terbesar di dunia tersebut sejak Oktober 2024. 

Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan Bitcoin sepanjang tahun 2026. Dibandingkan rekor tertingginya yang sempat menembus 126.000 dollar AS pada Oktober 2025, harga Bitcoin kini telah terkoreksi lebih dari 50 persen.

Menurut data CoinGlass yang dikutip Coingape, anjloknya harga Bitcoin memicu likuidasi posisi investor senilai sekitar 549 juta dollar AS dalam sehari.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok Lagi, Sempat Sentuh 61.000 Dollar AS

Dari jumlah tersebut, sekitar 444 juta dollar AS berasal dari posisi beli (long position) yang terpaksa ditutup otomatis akibat penurunan harga. 

Salah satu faktor yang disebut menekan pasar adalah arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.

Produk investasi tersebut tercatat mengalami belasan hari berturut-turut arus keluar dana (outflow), dengan total dana yang meninggalkan ETF Bitcoin mencapai hampir 5 miliar dollar AS dalam beberapa pekan terakhir.

Harga Bitcoin sempat turun di bawah 60.000 dollar AS pada Jumat (5/6/2026), terendah sejak Oktober 2024.TradingView. Harga Bitcoin sempat turun di bawah 60.000 dollar AS pada Jumat (5/6/2026), terendah sejak Oktober 2024.

Selain itu, data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan turut memengaruhi sentimen pasar. Laporan terbaru menunjukkan jumlah lapangan kerja baru di AS mencapai 172.000 pada Mei 2026, jauh di atas ekspektasi pasar sekitar 85.000.

Kondisi ini memunculkan spekulasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Di sisi lain, sejumlah pelaku industri menilai terjadi perpindahan modal dari aset kripto ke sektor kecerdasan buatan (AI) yang sedang berkembang pesat.

Chairman Strategy, Michael Saylor, menyebut pasar modal saat ini tengah menggelontorkan ratusan miliar dollar AS untuk membiayai pembangunan infrastruktur AI, sehingga sebagian dana investor beralih dari Bitcoin ke sektor tersebut.

Baca juga: Teka-teki Satoshi Nakamoto, Sosok Pencipta Bitcoin Mulai Terungkap?

Beberapa analis juga mengaitkan pelemahan Bitcoin dengan meningkatnya minat investor terhadap sejumlah perusahaan AI besar yang disebut-sebut sedang mempersiapkan penawaran saham perdana (IPO), seperti OpenAI, Anthropic, maupun SpaceX.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai belum ada tanda-tanda kepanikan besar di kalangan pemegang Bitcoin jangka panjang.

Data blockchain menunjukkan aktivitas jual belum mencapai level yang biasanya terjadi saat pasar mengalami kepanikan massal.

Saat ini pelaku pasar tengah memantau level 60.000 dollar AS sebagai area psikologis penting. Jika tekanan jual berlanjut, sebagian analis memperkirakan Bitcoin berpotensi menguji area 50.000 dollar AS dalam beberapa bulan mendatang.

Tag:  #bitcoin #anjlok #59000 #dollar #terendah #sejak #2024

KOMENTAR