Huawei Berterima Kasih ke AS, Larangan Chip Bikin China Makin Mandiri
- Huawei menyampaikan pernyataan yang tak biasa terkait kebijakan pembatasan teknologi yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap China selama beberapa tahun terakhir.
Alih-alih mengeluh, Huawei justru berterima kasih kepada Washington karena larangan ekspor chip dinilai mempercepat perkembangan industri semikonduktor China.
Pernyataan tersebut disampaikan Chairman Huawei, Liang Hua, dalam sebuah forum industri baru-baru ini.
Menurut Liang, kontrol ekspor yang diberlakukan AS telah mendorong perusahaan-perusahaan China untuk meningkatkan investasi riset dan pengembangan (R&D), sekaligus membangun rantai pasok teknologi mereka sendiri.
Baca juga: Taktik China Akali Pembatasan Chip AI AS, Selundupkan Hard Disk 4,8 PB ke Malaysia
"Pembatasan ekspor dari AS memaksa industri China berinvestasi lebih besar dalam inovasi dan pengembangan teknologi inti," kata Liang, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Tom's Hardware, Sabtu (6/6/2026).
Pembatasan akses
Sejak 2019, pemerintah AS secara bertahap memperketat akses Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya terhadap berbagai teknologi strategis. Pembatasan tersebut mencakup chip canggih, perangkat lunak desain semikonduktor, hingga peralatan manufaktur chip dari perusahaan-perusahaan Barat.
Akibat kebijakan tersebut, Huawei sempat kehilangan akses ke berbagai komponen penting untuk bisnis smartphone dan infrastrukturnya. Perusahaan juga tidak lagi dapat menggunakan layanan Google di perangkat Android yang dipasarkan secara global.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, China justru meningkatkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi asing.
Pemerintah maupun perusahaan swasta menggelontorkan investasi besar untuk mengembangkan chip, perangkat lunak, sistem operasi, hingga peralatan produksi semikonduktor buatan dalam negeri.
Menurut Liang, tekanan dari AS menjadi salah satu faktor yang mempercepat transformasi tersebut.
ilustrasi harmonyos 6.
Huawei sendiri menjadi salah satu contoh nyata dari strategi tersebut. Setelah sempat terpukul akibat sanksi AS, perusahaan kembali merilis smartphone premium dengan chip buatan lokal dan mengembangkan ekosistem teknologi yang semakin mandiri.
Selain mengembangkan sistem operasi HarmonyOS, Huawei juga memperluas penggunaan chip rancangan domestik untuk berbagai lini produknya.
Baca juga: Amerika Melunak, 10 Perusahaan China Boleh Pakai Chip AI Nvidia H200
Pemicu kebangkitan
Pernyataan Huawei muncul di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara AS dan China, terutama di bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).
Pemerintah AS beralasan pembatasan ekspor diperlukan untuk menjaga keamanan nasional dan mencegah teknologi canggih digunakan untuk kepentingan militer China.
Namun di sisi lain, sejumlah pihak menilai kebijakan tersebut justru mempercepat upaya China membangun industri teknologi yang lebih mandiri dan kompetitif.
Liang mengatakan industri semikonduktor China masih menghadapi berbagai tantangan. Meski demikian, ia menilai kemampuan teknologi dalam negeri terus berkembang dan semakin mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.
Dengan kata lain, kebijakan yang awalnya ditujukan untuk membatasi kemajuan teknologi China kini dianggap Huawei sebagai salah satu pemicu kebangkitan industri chip domestik Negeri Tirai Bambu.
Tag: #huawei #berterima #kasih #larangan #chip #bikin #china #makin #mandiri