7 Fakta Menarik Desa Wae Rebo, Negeri di Atas Awan Warisan Dunia UNESCO
Foto : Objek wisata Wae Rebo, Kabupaten Manggarai NTT.(Kompas.com/Nansianus Taris )
15:07
22 Januari 2026

7 Fakta Menarik Desa Wae Rebo, Negeri di Atas Awan Warisan Dunia UNESCO

– Indonesia tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan budaya yang terjaga di tengah arus modernisasi.

Salah satu destinasi yang paling mencuri perhatian dunia adalah Desa Wae Rebo, sebuah perkampungan tradisional di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Melansir dari Wonderful Indonesia Kementerian Pariwisata, desa yang tersembunyi di balik pegunungan ini dijuluki sebagai “negeri di atas awan” karena lokasinya yang kerap diselimuti kabut tipis.

7 fakta Wae Rebo

Bagi wisatawan yang mencari ketenangan dan pengalaman budaya autentik, berikut adalah 7 fakta menarik mengenai Desa Wae Rebo.

1. Salah satu desa tertinggi di Indonesia

Berada di ketinggian sekitar 1.088 meter di atas permukaan laut (mdpl), Wae Rebo menawarkan suhu udara sejuk yang menyegarkan.

Dikelilingi perbukitan hijau, suasana damai di desa ini menjadi daya tarik utama bagi mereka yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk kota.

2. Keunikan 7 rumah utama Mbaru Niang

Ciri khas paling ikonik dari desa ini adalah keberadaan tujuh rumah adat berbentuk kerucut yang disebut Mbaru Niang.

Rumah setinggi lima tingkat ini memiliki atap dari daun lontar dan ijuk. Setiap tingkat memiliki fungsi khusus.

mulai dari ruang tinggal, penyimpanan bahan makanan, benih tanaman, hingga tempat persembahan untuk leluhur. Satu rumah bahkan dapat dihuni oleh 6 hingga 8 keluarga.

3. Perjalanan trekking yang menantang

Untuk mencapai desa ini, wisatawan perlu menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam dari Labuan Bajo menuju Desa Denge.

Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan trekking selama kurang lebih 3 jam melewati jalur perbukitan yang menanjak. Meski menantang, lelah akan terbayar dengan keindahan panorama yang didapatkan.

4. Ritual Waelu’u di rumah tetua adat

Setibanya di lokasi, tamu wajib mengunjungi rumah utama bernama Niang Gendang untuk mengikuti ritual Waelu’u. Ritual ini merupakan upacara adat untuk meminta izin kepada leluhur.

Terletak di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Desa Wae Rebo merupakan perkampungan tradisional yang berada di ketinggian sekitar 1.088 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dikelilingi oleh perbukitan hijau yang asri, desa ini menawarkan suasana tenang dengan suhu udara sejuk yang menyegarkanWonderful Indonesia, Kemenpar Terletak di wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Desa Wae Rebo merupakan perkampungan tradisional yang berada di ketinggian sekitar 1.088 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dikelilingi oleh perbukitan hijau yang asri, desa ini menawarkan suasana tenang dengan suhu udara sejuk yang menyegarkan

Di sini, wisatawan juga akan disuguhi kopi Flores khas Wae Rebo yang harum. Menginap semalam sangat disarankan agar dapat menyatu dengan kehidupan warga setempat.

5. Jejak keturunan Minangkabau

Ada fakta unik mengenai asal-usul warga setempat. Masyarakat Wae Rebo dipercaya sebagai keturunan Minangkabau dari Sumatra Barat.

Leluhur mereka, Empo Maro, melakukan perjalanan panjang hingga akhirnya menetap di Flores. Saat ini, identitas budaya Wae Rebo telah berbaur kuat dengan adat Manggarai.

6. Sakralnya upacara Penti

Setiap tahun, masyarakat menggelar Upacara Penti. Ritual ini menandai pergantian tahun adat Manggarai sekaligus bentuk rasa syukur atas hasil panen dan perlindungan selama setahun terakhir, serta doa untuk kesejahteraan di masa depan.

7. Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO

Keunikan arsitektur dan budaya Wae Rebo telah diakui secara internasional. Pada tahun 2012, desa ini masuk dalam daftar Warisan Budaya UNESCO.

Selain itu, arsitektur rumah Mbaru Niang juga meraih Aga Khan Award for Architecture, sebuah penghargaan bergengsi di bidang arsitektur dunia.

Tag:  #fakta #menarik #desa #rebo #negeri #atas #awan #warisan #dunia #unesco

KOMENTAR