Hotel di Yogyakarta Sepi Tamu Saat Libur Lebaran 2026, Apa Penyebabnya?
Sejumlah hotel di Yogyakarta disebut sepi tamu selama libur Lebaran 2026 kemarin. Apa penyebabnya?(Dok. Shutterstock/Naufal Image)
14:07
3 April 2026

Hotel di Yogyakarta Sepi Tamu Saat Libur Lebaran 2026, Apa Penyebabnya?

Sejumlah hotel di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) disebut sepi tamu selama libur Lebaran 2026 lalu. 

Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, tingkat keterisian kamar hotel (okupansi) di provinsi ini rata-rata berkisar 68 persen selama periode Lebaran, tepatnya dari Jumat (20/3/2026) sampai Kamis (26/3/2026). 

"Tahun 2025 (periode yang sama) sekitar 80 persen," kata Wakil Sekretaris Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI DIY, Wahyu Wikan Trispratiwi saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (2/4/2026).

Hotel di Yogyakarta sepi tamu saat libur Lebaran 2026

Rata-rata okupansi capai 65 persen

Sejumlah hotel di Yogyakarta disebut sepi tamu selama libur Lebaran 2026 kemarin. Apa penyebabnya? Sejumlah hotel di Yogyakarta disebut sepi tamu selama libur Lebaran 2026 kemarin. Apa penyebabnya?

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, merinci dari Senin (16/3/2026) sampai Minggu (22/3/2026), rata-rata okupansi hotel DIY mencapai 40-65 persen.

Sebagai perbandingan, tahun lalu okupansinya bisa 60-75 persen pada periode yang sama, seperti dilaporkan Kompas.com.

Deddy menambahkan, tanggal tertinggi okupansi hotel di DIY pada libur Lebaran tahun ini terjadi pada Jumat (20/3/2026), Sabtu (21/3/2026), dan Minggu (22/3/2026), dengan okupansi sebesar 75 persen.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PHRI Maulana Yusran juga menyampaikan hal yang sama.

Saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (1/4/2026) kemarin, Yusran menyebut bahwa hotel-hotel di sejumlah daerah tidak seramai biasanya pada libur Lebaran 2026.

"Kenapa tuh Yogyakarta kok bisa turun gitu, kan Yogyakarta itu destinasi yang selalu ramai biasanya kan," ujar Yusran.

Apa penyebab okupansi hotel di Yogyakarta turun?

Daya beli masyarakat berkurang

Sejumlah hotel di Yogyakarta disebut sepi tamu selama libur Lebaran 2026 kemarin. Apa penyebabnya?SHUTTERSTOCK/aditya_frzhm Sejumlah hotel di Yogyakarta disebut sepi tamu selama libur Lebaran 2026 kemarin. Apa penyebabnya?

Wikan menjelaskan alasan okupansi hotel di Yogyakarta menurun selama libur Lebaran 2026 ini.

Ia menyebut setidaknya ada tiga penyebab yakni daya beli masyarakat yang berkurang dan banyaknya suplai homestay, vila, dan guest house.

Opsi akomodasi yang beragam dan relatif murah, membuat banyak wisatawan memilih tipe penginapan selain hotel.

"Aksesibilitas antarkota yang mudah juga (berpengaruh) sehingga mengurangi lama tinggal," ungkap Wikan.

Di sisi lain, Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta Fitria Dyah Anggraini menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan ke Malioboro pada periode libur Lebaran 2026 dari Rabu (18/3/2026) sampai Minggu 922/3/2026) sebanyak 137.722 kunjungan.

Ia merinci jumlah kunjungan wisatawan ke Malioboro pada tanggal Rabu (18/3/2026) sebanyak 13.951 kunjungan, lalu pada Kamis (19/3/2026) sebanyak 9.364, Jumat (20/3/2026) sebanyak 33.529, Sabtu (21/3/2026) sebanyak 23.903, dan Minggu (22/3/2026) sebanyak 56.975.

“Ini (data kunjungan) hanya dihitung di lima titik masuk Malioboro yakni Titik Nol Timur, Titik Nol Barat, Suryatmajan, BPD Utara, Depan D'Jogja hotel. Penghitungan mulai pukul 08.00 (WIB) hingga pukul 24.00 (WIB),” kata dia.

Tag:  #hotel #yogyakarta #sepi #tamu #saat #libur #lebaran #2026 #penyebabnya

KOMENTAR