Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jebol, Ini Penjelasan Angkasa Pura
Atap atau plafon jebol di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Senin (6/4/2026), hingga menimpa fasilitas layanan di terminal penerbangan tersebut. (Dok. ANTARA/HO-Net)
17:42
6 April 2026

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Jebol, Ini Penjelasan Angkasa Pura

- Beredar video di media sosial yang memperlihatkan atap Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta di Tangerang, Banten, jebol pada Senin (6/4/2026).

Dari potongan unggahan yang beredar, dari atap atau plafon bandara terlihat air turun membasahi ruangan.

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol

Cuaca ekstrem jadi penyebab

Menanggapi hal ini, PT Angkasa Pura Indonesia mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4/2026) akibat cuaca ekstrem.

Situasi ini kemudian berdampak adanya gangguan di satu titik atap area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3.

“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama lima menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak sehingga kondisi dapat segera dikendalikan," kata Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan lewat keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin.

"Saat ini area tersebut dalam kondisi bersih dan situasi telah kembali kondusif, dengan operasional bandara tetap berjalan lancar," tambah dia. 

Lebih lanjut disampaikan, personel bandara juga melakukan pengawasan terhadap seluruh fasilitas, termasuk infrastruktur bangunan, selama 24 jam. 

Dengan demikian ketika melihat adanya kemungkinan gangguan, area sekitar akan disterilisasi dari pelaku perjalanan dan pekerja di bandara. Tujuannya untuk meminimalisasi dampak yang ada.

Sebagai langkah antisipasi, ucap Yudistiawan, pengguna jasa bandara diimbau untuk selalu memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai penerbangan atau layar informasi di bandara.

Mereka juga disarankan untuk datang lebih awal guna mengantisipasi kemungkinan adanya penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca.

Hujan lebat disertai potensi windshear

Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol pada Senin (6/4/2026). Cuaca ekstrem disebut sebagai penyebabnya.Dok. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Atap Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta jebol pada Senin (6/4/2026). Cuaca ekstrem disebut sebagai penyebabnya.

Yudistiawan menuturkan, pada saat kejadian, memang terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi. Kondisi ini juga disertai potensi windshear pada siang hari di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adapun windshear merupakan perubahan drastis pada kecepatan dan/atau arah angin dalam jarak pendek.

Tidak hanya berdampak pada infrastruktur, kondisi tersebut juga berdampak pada sejumlah pergerakan penerbangan, khususnya pada fase pendaratan.

Dengan memperhatikan faktor keselamatan menyusul curah hujan intensitas tinggi, berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan (divert) ke bandara lain.

Kemudian, sebanyak 14 penerbangan melakukan prosedur holding (menunggu), 13 penerbangan melakukan go around (putar balik), serta satu penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).

"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional," tutur Yudistiawan.

Ia melanjutkan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta seluruh stakeholder (pemangku kepentingan) terkait.

Supaya memastikan operasional penerbangan tetap berjalan aman, tertib, dan terkendali di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif.

Di sisi lain, lanjut Yudistiawan, seluruh fasilitas sisi udara seperti runway, taxiway, dan apron dipastikan berada dalam kondisi baik.

Seluruh fasilitas udara tersebut tetap dapat beroperasi secara normal tanpa adanya genangan yang mengganggu pergerakan pesawat.

Tag:  #atap #terminal #bandara #soekarno #hatta #jebol #penjelasan #angkasa #pura

KOMENTAR