Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink Bakal Naik, Imbas Avtur Mahal
Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.(WIKIMEDIA COMMONS/MASAKATSU UKON)
15:07
8 April 2026

Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink Bakal Naik, Imbas Avtur Mahal

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.

"Garuda Indonesia akan melakukan penyesuaian harga tiket secara proporsional dan terukur dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, serta kepatuhan terhadap ketentuan regulator," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Citilink Indonesia Darsito Hendroseputro.

"Citilink akan melakukan penyesuaian harga tiket dengan pendekatan yang terukur dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberlangsungan operasional perusahaan, daya beli masyarakat, serta ketentuan regulator," kata Darsito.

Garuda Indonesia dan Citilink sesuaikan harga tiket pesawat

Maskapai penerbangan boleh naikkan biaya fuel surcharge

Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.Dok. Citilink Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.

Penyesuaian harga tiket pesawat ini dilakukan usai kenaikan harga avtur yang berlaku sejak awal April 2026.

Harga avtur tercatat sekitar Rp 29.518 per liter di Thailand, sedangkan di Filipina mencapai Rp 25.326 per liter.

Adapun di Indonesia, harga avtur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, per awal April 2026 berada di kisaran Rp 23.551 per liter.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah memberikan izin kepada maskapai penerbangan dalam negeri untuk menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) hingga 38 persen pada angkutan udara niaga domestik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kebijakan ini diambil seiring kenaikan harga avtur yang dipicu dinamika geopolitik global, termasuk konflik Amerika Serikat (AS)-Israel lawan Iran.

“Dalam menetapkan fuel surcharge, kami telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia, khususnya domestik. Sehingga dapat ditetapkan kenaikannya menjadi 38 persen,” kata Dudy dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (6/4/2026), dikutip Rabu (8/4/2026).

Jadwal dan rute juga bakal disesuaikan

Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.Dok. Citilink Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.

Selain kenaikan harga tiket pesawat, dua maskapai penerbangan Garuda Indonesia Group ini juga melakukan penyesuaian rute.

Darsito mengatakan, Citilink akan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah jadwal dan frekuensi penerbangan untuk memastikan operasional tetap berjalan secara efektif.

Begitu juga dengan Garuda Indonesia yang bakal mengkaji frekuensi dan jadwal di sejumlah rute penerbangan, sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas kapasitas dan keberlangsungan operasional.

Baca juga: Citilink Kini Terbang dari Halim ke Pagar Alam, Tiket Mulai Rp 1 Jutaan

Berapa besar kenaikan harga tiket pesawat?

Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.Dok. Garuda Indonesia Garuda Indonesia dan Citilink bakal melakukan penyesuaian harga tiket pesawat, menyusul tarif avtur yang melonjak.

Garuda Indonesia dan Citilink tidak menyebut secara eksplisit berapa besar kenaikan harga tiket pesawat yang akan diberlakukan mulai bulan ini.

Namun, bila mengacu pada imbauan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pemerintah berkomitmen menjaga kenaikan harga tiket pesawat domestik sebesar sembilan sampai 13 persen.

“Untuk menjaga kenaikan harga tiket, pemerintah memberikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) Ditanggung Pemerintah sebesar 11 persen untuk tiket kelas ekonomi domestik,” kata Airlangga, dilaporkan Kompas.com, Senin (6/4/2026).

Pemerintah menyiapkan subsidi sekitar Rp 1,3 triliun per bulan untuk kebijakan tersebut. Jika diterapkan selama dua bulan, total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 2,6 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa pembebasan bea masuk menjadi nol persen untuk suku cadang pesawat guna menekan biaya operasional maskapai.

Pada tahun sebelumnya, kata Airlangga, penerimaan bea masuk dari suku cadang pesawat mencapai sekitar Rp 500 miliar.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap daya saing industri perawatan dan perbaikan pesawat meliputi maintenance, repair, dan overhaul atau MRO dapat meningkat, dengan potensi aktivitas ekonomi sekitar Rp 700 juta per tahun.

Pemerintah menegaskan, rangkaian kebijakan ini merupakan upaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan dan keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat di tengah tekanan global.

Kapan harga tiket pesawat kembali normal?

Glenny menegaskan, Garuda Indonesia akan terus mencermati perkembangan geopolitik dan dinamika industri aviasi global untuk menyesuaikan harga tiket pesawat, seiring dengan tarif avtur.

"Sebagai maskapai pembawa bendera bangsa, Garuda Indonesia berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan layanan penerbangan yang aman, terpercaya, dan senantiasa hadir memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat," ucap dia.

Evaluasi atas penyesuaian operasional dan harga tiket pesawat juga dilakukan Citilink secara berkala seiring dengan pergerakan harga avtur yang berlangsung dinamis.

Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil tetap relevan dengan kondisi pasar dan kebutuhan operasional perusahaan.

"Ke depan, Citilink akan terus berkoordinasi erat dengan regulator dan para pemangku kepentingan terkait untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan dengan baik serta konektivitas layanan kepada masyarakat tetap terjaga," pungkas Darsito.

Tag:  #harga #tiket #pesawat #garuda #indonesia #citilink #bakal #naik #imbas #avtur #mahal

KOMENTAR