Mengenal Tradisi Tiban Sodo Purwo di Banyuwangi, Tak Cuma Adu Ketangkasan
Pemain Tiban Sodo saat unjuk kemampuan. Kesenian tiban sodo purwo di Banyuwangi tak cuma pertunjukan adu ketangkasan, tapi juga pemanggil hujan dan simbol persatuan.(KOMPAS.COM/Dokumentasi Pemkab Banyuwangi)
14:42
15 Mei 2026

Mengenal Tradisi Tiban Sodo Purwo di Banyuwangi, Tak Cuma Adu Ketangkasan

- Suara cambuk beradu memecah sore di Pasar Wit-Witan, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur.

Di tengah lingkaran arena yang dipadati warga, dua lelaki bertelanjang dada saling berhadapan sambil menggenggam pecut dari lidi aren.

Sesekali riuhnya penonton terdengar kala cambukan mendarat dan meninggalkan guratan merah di punggung para pemain.

Atraksi itu bukan sekadar pertunjukan adu ketangkasan. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai kesenian tiban. Tradisi tersebut telah diwariskan turun-temurun dan sejak lama hidup di wilayah selatan Banyuwangi.

Tradisi tiban kembali digelar lewat perhelatan bertajuk Tiban Sodo Purwo yang berlangsung di kawasan Pasar Wit-Witan hingga Minggu (17/5/2026).

Kesenian tiban di Banyuwangi, bukan cuma adu ketangkasan

Dikenal sebagai ritual pemanggil hujan turun-temurun

Sejak hari pertama, arena dipenuhi warga yang datang untuk menyaksikan langsung ritual budaya yang identik dengan keberanian dan solidaritas itu.

Di Banyuwangi, tiban bukan hanya dipandang sebagai hiburan rakyat. Secara historis, tradisi ini dikenal sebagai ritual pemanggil hujan yang diwariskan leluhur dan terus dijaga hingga sekarang.

Dalam pertunjukan, dua pemain bergantian mencambuk tubuh lawannya menggunakan pecut yang dibuat dari lidi pohon aren yang dipilin. Meski terlihat keras dan ekstrem, suasana di arena justru terasa akrab.

Seusai bertanding, para pemain biasanya saling berjabat tangan dan berpelukan.

Koordinator kegiatan, Suharsoyo mengatakan, gelaran Tiban Sodo Purwo ihadirkan untuk menjaga agar budaya lokal tidak hilang di tengah derasnya pengaruh modernisasi.

“Kegiatan ini kami gelar dalam rangka melestarikan kesenian tradisional nenek moyang kita agar tetap eksis dan dikenal luas,” ujar Suharsoyo, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting menjaga keberlangsungan tradisi tersebut. 

“Harapan ke depan, semoga generasi muda jangan sampai lupa. Kesenian ini harus tetap dilestarikan. Meskipun di era modern seperti sekarang, kita harus tetap memegang teguh budaya sendiri,” ucap Suharsoyo.

Terasa seperti pesta rakyat

Ilustrasi tradisi tiban di Banyuwangi, Jawa Timur. Kesenian tiban sodo purwo di Banyuwangi tak cuma pertunjukan adu ketangkasan, tapi juga pemanggil hujan dan simbol persatuan.Dok. Wikimedia Commons/Yubroz Ilustrasi tradisi tiban di Banyuwangi, Jawa Timur. Kesenian tiban sodo purwo di Banyuwangi tak cuma pertunjukan adu ketangkasan, tapi juga pemanggil hujan dan simbol persatuan.

Menariknya, atmosfer Tiban Sodo Purwo terasa seperti pesta rakyat.

Tak hanya warga sekitar Purwoharjo, pengunjung dari daerah lain juga datang untuk menyaksikan langsung tradisi yang jarang ditemui di tempat lain itu. Anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati area pasar yang selama sepekan berubah menjadi ruang pertemuan budaya.

Aroma jajanan tradisional bercampur dengan gemuruh penonton menciptakan suasana khas pedesaan Banyuwangi yang hangat dan hidup.

Bagi sebagian peserta, tiban juga menjadi cara untuk ikut menjaga identitas daerah.

Moch Bagus Tirta Samudra (22), warga Curahjati, Desa Grajagan, mengaku baru pertama kali turun ke arena tiban  tahun ini.

“Saya baru pertama kali ikut kesenian tiban ini. Menurut saya sangat bagus diselenggarakan sebagai ajang nguri-uri budaya lokal agar tidak punah dimakan zaman,” ujar Bagus.

Meski identik dengan cambukan dan adu fisik, panitia tetap menerapkan aturan keselamatan.

Peserta dilarang mengarahkan cambuk ke wajah maupun alat vital. Penggunaan pelindung seperti helm juga diwajibkan untuk meminimalkan risiko cedera.

Di tengah perkembangan destinasi modern dan wisata digital, Tiban Sodo Purwo menghadirkan sisi lain Banyuwangi.

Bukan hanya tentang tempat yang indah, tapi juga tentang bagaimana masyarakat menjaga denyut tradisi agar tetap hidup dari generasi ke generasi.

Tag:  #mengenal #tradisi #tiban #sodo #purwo #banyuwangi #cuma #ketangkasan

KOMENTAR