Apa Itu RAMageddon, Fenomena yang Bisa Bikin HP dan Laptop Murah Makin Mahal?
- Istilah "RAMageddon" belakangan ramai diperbincangkan di dunia teknologi. Fenomena ini merujuk pada kelangkaan chip memori global yang dipicu oleh pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (AI) dan ekspansi besar-besaran pusat data di seluruh dunia.
Akibatnya, pasokan chip memori yang dibutuhkan laptop, ponsel, hingga konsol game menjadi semakin terbatas.
Sejumlah produsen besar seperti Microsoft, Samsung, dan Dell pun mulai menaikkan harga produk mereka dan menarik model-model murah dari pasaran.
Lantas, apa sebenarnya RAMageddon dan bagaimana dampaknya terhadap harga gadget? Berikut ini uraiannya.
Baca juga: Harga RAM Mulai Turun, Sinyal Krisis Memori Mereda?
Apa itu RAMageddon?
RAMageddon adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelangkaan chip memori global yang terjadi akibat lonjakan permintaan dari industri kecerdasan buatan (AI).
Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Guardian, investasi besar-besaran dalam pengembangan AI mendorong ekspansi pusat data di seluruh dunia, yang membutuhkan chip memori berkualitas tinggi dalam jumlah sangat besar.
Akibatnya, pasokan chip memori untuk perangkat konsumer seperti laptop, ponsel, dan konsol game menjadi semakin terbatas.
Tak hanya chip memori, pasokan chip penyimpanan flash untuk SSD dan prosesor kelas bawah pun ikut terdampak karena produsen beralih memproduksi chip bermargin tinggi untuk kebutuhan AI.
Dampak pada harga gadget
Kelangkaan ini berdampak langsung pada kenaikan harga berbagai perangkat elektronik. Firma riset TrendForce memperkirakan harga laptop kelas menengah bisa naik hingga 40 persen sepanjang 2026.
Sementara itu, analis Gartner memprediksi segmen laptop di bawah 500 dollar AS atau sekitar Rp 8 jutaan akan lenyap dari pasaran pada 2028.
Sejumlah produsen besar sudah mulai menyesuaikan harga. Apple menaikkan harga MacBook Air hingga 100 poundsterling sekaligus menggandakan kapasitas penyimpanan minimalnya.
Microsoft menghapus model Surface kelas bawah dan menaikkan harga hingga 200 poundsterling. Dell, Lenovo, dan Framework juga ikut menaikkan harga produk mereka.
Di segmen konsol dan perangkat lain, Sony menaikkan harga PS5 sebesar 90 poundsterling, Microsoft menaikkan harga Xbox, Meta menambah 30 poundsterling pada headset Quest 3S, serta Samsung menaikkan harga beberapa model smartphone-nya.
Kapan berakhir?
Sayangnya, situasi ini diperkirakan tidak akan segera membaik. Produsen chip utama seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron tengah membangun kapasitas produksi tambahan, namun baru akan beroperasi pada 2027 paling cepat. SK Hynix bahkan memperkirakan kelangkaan ini bisa berlangsung hingga 2030.
Tips Menghadapi RAMageddon
Bagi konsumen yang berencana membeli gadget baru, ada beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan. Pertama, beli lebih awal sebelum harga naik lebih jauh. Kedua, cari model lama yang masih dijual dan diproduksi sebelum lonjakan harga terjadi.
Ketiga, pertimbangkan perangkat rekondisi atau refurbished sebagai alternatif yang lebih terjangkau sekaligus ramah lingkungan. Terakhir, bila memungkinkan, perbaiki perangkat yang sudah dimiliki daripada menggantinya dengan yang baru.
Baca juga: Gara-gara Ini Distributor Memori China Panik dan Jual Timbunan RAM di Gudang
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #ramageddon #fenomena #yang #bisa #bikin #laptop #murah #makin #mahal