Jalur 6-8 Stasiun Bogor Akan Ditutup Sementara, Apa Saja yang Berubah?
Perlintasan kereta di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor, Jawa Barat, akan ditutup sementara mulai pertengahan April 2026.
Penutupan tiga jalur kereta api di Stasiun Bogor disebabkan adanya perpanjangan peron sejauh 50 meter, serta penyesuaian jalur dan peron pada jalur 6 dan 7 dari kondisi eksisting sepanjang 57 meter.
- 5 Rute KRL Terpadat Maret 2026, Bogor Line Masih Jadi Primadona
- 10 Stasiun Kereta Terfavorit Saat Libur Paskah 2026, Pasarsenen hingga Yogyakarta
"Upaya ini dilakukan guna mendukung operasional yang lebih optimal di masa mendatang, termasuk kesiapan layanan dengan rangkaian kereta yang lebih panjang," kata Manager Humas Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo lewat keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
Pengerjaan tersebut direncanakan berlangsung selama 90 hari kalender dan akan dimulai pada minggu ketiga bulan April 2026. Artinya, diperkirakan selesai pada Juli 2026 mendatang.
Jalur 6, 7, 8 Stasiun Bogor bakal ditutup sementara
Area parkir dan tenant akan terdampak
Perlintasan kereta di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor akan ditutup sementara mulai pertengahan April 2026. Apa saja yang berubah dan disesuaikan?
Selama masa pengerjaan, beberapa area di Stasiun Bogor akan digunakan untuk mendukung kegiatan konstruksi, di antaranya area parkir yang dikelola PT Reska Multi Usaha.
Eks-area parkir yang dikelola YWKA juga akan difungsikan sebagai jalur mobilisasi menuju lokasi pekerjaan.
Sejumlah tenant di Stasiun Bogor turut terdampak, khususnya lima tempat usaha di peron 8 yang aksesnya akan ditutup sementara selama masa pembangunan berlangsung.
Franoto menegaskan, KAI telah melakukan sosialisasi kepada para tenant terkait pengaturan ini.
- 8 Wisata Alam Bogor untuk Libur Lebaran, Sejuk dan Seru
- 7 Tempat Glamping di Bogor, Nikmati Liburan di Tengah Alam
Ada pengalihan akses di Stasiun Bogor
Akses tap in dan tap out juga berubah
Perlintasan kereta di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor akan ditutup sementara mulai pertengahan April 2026. Apa saja yang berubah dan disesuaikan?
Perpanjangan peron di tiga Stasiun Bogor dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian KRL dengan 12 rangkaian secara penuh pada masa mendatang.
Demi menjaga kelancaran pergerakan penumpang, KAI juga menyiapkan skema pengalihan akses.
Nantinya layanan naik turun pengguna di jalur 6,7, dan 8 Stasiun Bogor akan ditutup dan dialihkan ke jalur 1, 2, 3, 4, dan 5. Akses keluar masuk untuk tap in dan tap out nantinya juga akan berubah.
“Selain itu, terdapat penyesuaian pada 31 jadwal perjalanan Commuter Line Bogor untuk waktu keberangkatan dan kedatangan perjalanannya selama dua-tiga menit dari jadwal sebelumnya,” ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
Fasilitas layanan pengguna yang terdapat di sisi Barat stasiun seperti musala dan toilet juga akan dipindah sementara di sisi selatan stasiun.
Sementara itu, fasilitas penyeberangan rel sementara akan dibangun untuk perpindahan pergerakan pengguna yang akan masuk atau keluar di sisi selatan arah Jalan Kapten Muslihat menuju peron jalur 1-5 stasiun.
Penyeberangan di jalur 5 arah Bogor Paledang akan diperlebar untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jasa.
"KAI Commuter juga mengimbau kepada pengguna Commuter Line yang akan naik dan turun di Stasiun Bogor untuk menyesuaikan alur keberangkatan dan kedatangan serta jadwal perjalanan KRL yang baru nantinya," jelas Karina.
Baca juga: Pertama Kalinya, Stasiun Cikini Punya Lift Tangga untuk Disabilitas
Volume penumpang di Stasiun Bogor
Perlintasan kereta di jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor akan ditutup sementara mulai pertengahan April 2026. Apa saja yang berubah dan disesuaikan?
Commuter Line lintas Bogor (Bogor Line) merupakan lintas KRL dengan volume penumpang tertinggi di Jabodetabek.
“Dengan layanan Commuter Line Jabodetabek dan KA Pangrango menjadikan Stasiun Bogor sebagai stasiun dengan volume pengguna kereta api terbanyak setiap harinya dengan rata-rata harian sebanyak 98.000-100.000 orang yang naik dan turun di stasiun ini, tentunya peningkatan infrastruktur ini mutlak dibutuhkan,” kata Karina.
Berdasarkan data yang tercatat, volume pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor mencatatkan pertumbuhan konsisten dari tahun ke tahun.
Dengan rincian total pengguna sebanyak 11,52 juta orang pada tahun 2022, meningkat 35 persen menjadi 15,53 juta orang pada tahun 2023.
Peningkatan volume penumpang juga terjadi pada tahun 2024 sebanyak 11 persen menjadi 17,27 juta penumpang, dan sebesar lima persen pada tahun 2025 dengan total sebanyak 18,17 juta pengguna.
"Dengan pengembangan ini, kami berharap operasional kereta api dapat berjalan lebih optimal serta mampu mengakomodasi peningkatan volume penumpang di masa mendatang,” pungkas Franoto.
Baca juga: Catat, Ini Daftar 13 Fasilitas Gratis di Stasiun Gambir untuk Pemudik
Tag: #jalur #stasiun #bogor #akan #ditutup #sementara #saja #yang #berubah