Etihad Airways Tawarkan Diskon hingga 50 Persen di Tengah Krisis Avtur
Kenaikan harga bahan bakar jet (avtur) akibat konflik di Timur Tengah membuat banyak maskapai dunia menaikkan harga tiket dan mengurangi jumlah penerbangan.
Namun, langkah berbeda justru diambil oleh Etihad Airways. Dilansir dari New York Post, maskapai yang berbasis di Abu Dhabi ini mengumumkan pemangkasan tarif penerbangan jarak jauh hingga 50 persen.
Baca juga: Wisatawan Diminta Bersiap Hadapi Tiket Pesawat Mahal dan Pembatalan Penerbangan
Kebijakan ini dilakukan untuk mendorong kembali minat perjalanan, khususnya dari Eropa menuju Asia dan Australia menjelang musim liburan musim panas.
Penurunan harga ini berlaku untuk periode perjalanan Mei hingga Juni, dengan berbagai destinasi populer seperti Inggris, Australia, Singapura, Hong Kong, Bangkok, Maladewa, hingga Tokyo.
Langkah ini cukup kontras dibandingkan maskapai lain seperti Emirates, Saudia, hingga Air Arabia yang memilih menyesuaikan harga dan kebijakan penerbangan akibat tingginya biaya operasional.
Baca juga: AirAsia Minta Maaf Banyak Penerbangan Batal, Beri Opsi Refund 100 Persen
Bahkan, Scandinavian Airlines dilaporkan akan membatalkan sekitar 1.000 penerbangan pada April karena lonjakan harga bahan bakar.
Seorang eksekutif Etihad mengatakan, kebijakan diskon ini bertujuan untuk mengembalikan tingkat keterisian kursi seperti sebelum konflik terjadi.
“Begitu perjalanan kembali normal, kami ingin kembali menerbangkan pesawat dengan kapasitas 100 persen di semua kabin, seperti sebelum konflik. Harga-harga ini akan membantu,” ujarnya.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat AirAsia X Bakal Naik 40 Persen, Penerbangan Dikurangi
Dari sisi harga, tiket pulang-pergi kelas ekonomi rute London–Sydney via Abu Dhabi ditawarkan mulai dari 688 poundsterling atau sekitar Rp13,7 juta per orang.
Sementara itu, tiket kelas bisnis dibanderol mulai 2.465 poundsterling atau sekitar Rp49 juta, sudah termasuk pajak.
Sebagai perbandingan, maskapai lain seperti British Airways mematok harga jauh lebih tinggi.
Untuk rute serupa, tiket kelas ekonomi mencapai 1.850 poundsterling (sekitar Rp36,9 juta), sementara kelas bisnis bisa mencapai 10.435 poundsterling atau sekitar Rp208 juta.
Baca juga: Batik Air Malaysia Kurangi 35 Persen Penerbangan akibat Harga Avtur Naik
Menurut laporan dari The Times, beberapa harga tiket Etihad bahkan lebih murah dibandingkan harga pada saat pandemi Covid-19.
Namun, harga promo ini diperkirakan hanya berlaku sementara, karena tarif diproyeksikan kembali naik mulai Juli.
Analis penerbangan dari Atmosphere Research Group, Henry Harteveldt, menilai langkah ini bukan hal baru dalam industri penerbangan.
Baca juga: Kasus Penipuan Pendakian Everest, Ribuan Turis Terdampak
“Ini bukan hal yang tidak biasa.
Setelah peristiwa 9/11, maskapai AS juga menawarkan diskon besar untuk menarik kembali penumpang.
Saya menyebutnya ‘harga keberanian’,” ujarnya.
Ia juga memperkirakan maskapai lain akan merespons strategi tersebut untuk menghindari kehilangan penumpang.
Baca juga: Kasus Penipuan Pendakian Everest, Ribuan Turis Terdampak
“Terlepas dari apa yang mereka katakan sekarang, saya memperkirakan pesaing Etihad akan merespons.
Mereka tidak hanya memiliki banyak kursi kosong, tetapi juga tidak ingin kehilangan penumpang ke Etihad,” tambahnya.
Di tengah kondisi pasar yang tidak menentu akibat kenaikan harga avtur dan gangguan pasokan global, strategi Etihad ini menjadi upaya agresif untuk menjaga permintaan sekaligus mempertahankan daya saing di industri penerbangan internasional.
Tag: #etihad #airways #tawarkan #diskon #hingga #persen #tengah #krisis #avtur