Video Viral Bayi Diduga Hipotermia di Gunung Ungaran, Petugas Jelaskan Kronologinya
Beredar video viral bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Ini penjelasan kronologi dari petugas basecamp.(KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)
14:07
13 April 2026

Video Viral Bayi Diduga Hipotermia di Gunung Ungaran, Petugas Jelaskan Kronologinya

KOMPAS.com - Beredar video di media sosial tentang balita yang diduga mengalami gejala hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah,

Diketahui, balita tersebut dibawa oleh kedua orangtuanya untuk naik Gunung Ungaran pada Sabtu (11/4/2026). Dalam video viral itu, terlihat para petugas tengah membalut tubuh sang anak yang sedang menangis dengan thermal blanket.

Sementara itu, di samping sang balita, ada seorang laki-laki yang diduga ayah dari bayi tersebut. Video tersebut kemudian ramai dikomentari oleh warganet.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran

Pasangan suami-istri disebut cekcok sejak awal

Beredar video viral bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Ini penjelasan kronologi dari petugas basecamp.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Beredar video viral bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Ini penjelasan kronologi dari petugas basecamp.

Petugas basecamp Perantunan, Gunung Ungaran, Dwi menyampaikan bahwa balita yang ada di video tersebut tidak mengalami hipotermia. Saat kejadian, kondisi balita tersebut juga sehat.

"Bukan hipotermia, bayinya sehat sehat saja, cuma kemarin sempat kena hujan. Saya yang mengantarkan bayinya kemarin ke mobil, dan bayinya sehat, tidak hipotermia seperti informasi yang beredar di media sosial," kata Dwi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (13/4/2026).

Dwi menjelaskan, kejadian ini bermula ketika pasangan suami-istri anaknya yang masih balita hendak mendaki tektok, alias mendaki tanpa menginap, ke Gunung Ungaran. Pagi itu, sambung Dwi, cuaca di lokasi cerah.

Namun, sebelum melakukan pendakian, diduga sang suami dan istri sedang berada dalam kondisi kurang harmonis.

"Antara si ibu dan si bapak, memang sudah ada cekcok dari awal mau berangkat, ada tidak cocok kemungkinannya. Kita juga tidak mungkin tahu permasalahannya dia apa," ujar Dwi.

Meski sempat terjadi cekcok, lanjutnya, keluarga tersebut tetap melanjutkan perjalanan.

Suami tetap ingin lanjut mendaki bersama sang anak meski akan hujan

Beredar video viral bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Ini penjelasan kronologi dari petugas basecamp.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Beredar video viral bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Ini penjelasan kronologi dari petugas basecamp.

Sesampainya di Pos 3, sang istri mengajak suami beserta anaknya untuk turun dan tidak melanjutkan perjalanan. Alasannya, cuaca sudah mulai mendung dan diperkirakan akan hujan.

"Si ibu minta bayinya itu untuk diajak turun apabila bapaknya tetap mau naik (melanjutkan perjalanan). Tapi, si bapaknya ini tetap maksa untuk bawa anaknya," ujar Dwi.

Setelah cekcok di Pos 3, lanjut Dwi, sang istri memutuskan untuk turun, sedangkan sang suami tetap melanjutkan pendakian dengan membawa sang anak.

Saat sang istri turun, ia melapor ke tim SAR yang kebetulan hari itu sedang berjaga untuk sebuah acara yang sedang digelar di lokasi.

"(Sang istri) laporan ke kami (petugas yang berjaga di lokasi), karena cekcok (dengan sang suami), bukan karena ingin anaknya dievakuasi," tutur Dwi.

Usai cekcok di Pos 3, sambung Dwi, sang istri memutuskan untuk turun dan kembali pulang.

Sementara itu, petugas yang mendapat laporan dari sang istri tersebut, bertanya kepada para pendaki lainnya, mengonfirmasi apa yang sedang terjadi.

Bayi kehujanan di Pos 4 pendakian Gunung Ungaran

Beredar video viral bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Ini penjelasan kronologi dari petugas basecamp.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Beredar video viral bayi diduga hipotermia di jalur pendakian Gunung Ungaran, Jawa Tengah. Ini penjelasan kronologi dari petugas basecamp.

Setelah mengonfirmasi, Dwi dan petugas lain mendapat laporan bahwa ada seorang bapak dengan anaknya yang sedang berteduh di Pos 4 karena kehujanan dan tidak membawa perlengkapan memadai.

Tim SAR yang kebetulan sedang berjaga kemudian menolong sang anak dengan memberi penghangat pada tubuh bayi.

"Bayinya dibawa turun oleh tim SAR, keadaan bayi itu bukan hipotermia. Memang basah kuyup, tapi karena di tempat kami tidak ada pakaian bayi, untuk sementara dikasih penghangat," tutur Dwi.

Dwi melanjutkan, anak dan ayahnya kemudian ditempatkan di warung terdekat, dan kondisi sang anak dalam keadaan sehat.

Mengingat ibu sang bayi sudah terlebih dahulu pulang, dan sudah sampai di Semarang, petugas kemudian meneleponnya untuk kembali dan menjemput anak dan suaminya.

"Dari basecamp sampai ke parkiran di kampung itu juga saya yang antar, sampai ketemu keluarganya. Di situ antara ibu dan bapaknya masih ada (cekcok), tapi kami juga tidak berani, karena urusan keluarga," ujar Dwi.

Bayi tidak mengalami hipotermia

Dwi menegaskan bahwa video yang beredar di media sosial, yang mengatakan bayi mengalami hipotermia, tidaklah benar.

"Anaknya tidak hipotermia, kadang yang bikin mengambil kesimpulan karena kehujanan jadinya hipotermia. Kalau hipotermia, ada tanda-tandanya, dan kami sudah bertahun-tahun menghadapi hal tersebut, dan sudah paham," terang Dwi.

Dalam proses penanganan bayi, kata Dwi, petugas juga menyelemuti sang anak supaya tetap hangat.

Kata Dwi, anak kecil memang diperbolehkan mendaki, asal dengan pendampingan orangtua.

Orangtua pun tetap diberi arahan oleh petugas terkait keselamatan anak selama pendakian.

"Arahan-arahan seperti itu, dari kami memang sudah mengarahkan. Biasanya memang ada yang bawa anak-anak, cuma tidak se egois ini, itu bapak-ibunya awalnya memang tidak harmonis dulu," ucap Dwi.

Melihat kejadian ini, Dwi mengatakan akan menjadi bahan evaluasi, baik untuk petugas maupun kepada para pendaki, demi keamanan.

"Harapan kita untuk ke depan mungkin akan kita evaluasi terkait dengan adanya pendaki-pendaki yang bawa anak-anak, mungkin nanti ada larangan-larangan tersendiri," ujar Dwi.

Tag:  #video #viral #bayi #diduga #hipotermia #gunung #ungaran #petugas #jelaskan #kronologinya

KOMENTAR