Sistem Bagasi di Bandara Malaysia Eror, Penumpang Tertahan 4 Jam
Gangguan sistem penanganan bagasi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) kembali terjadi pada Sabtu (18/4/2026).
Insiden ini menyebabkan ratusan penumpang harus menunggu selama dua hingga jam untuk mengambil barang mereka.
Sebelumnya, gangguan serupa juga terjadi pada Maret 2026 dan menyebabkan sistem bagasi mati selama lebih dari satu jam di bandara terluas di Asia Tenggara tersebut.
Baca juga: Batik Air Malaysia Kurangi 35 Persen Penerbangan akibat Harga Avtur Naik
Para penumpang juga melampiaskan kekecewaan mereka di media sosial terkait penundaan sistem bagasi tersebut.
Pengguna Facebook Kenc Low mengunggah di halaman grup publik Malaysia Airlines tentang gangguan bagasi sekitar pukul 18.30 waktu setempat, mengklaim bahwa aula kedatangan di Terminal 1 KLIA sangat ramai dan (dengan) waktu tunggu lebih dari satu jam.
“Saya makan malam saat tiba di lounge dan ketika saya keluar, koper saya masih belum terlihat,” tulis Low, seperti dikutip Channel News Asia, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Cuan 4 Tahun Beruntun, Malaysia Aviation Group Genjot Modernisasi Pesawat dan Layanan
Penyebabnya tengah diselidiki
Gedung Sattlelite di Bandara Internasional Kuala Lumpur atau Kuala Lumpur International Airport (KLIA), Malaysia
Berselang satu hari setelah insiden tersebut, pemerintah Malaysia memerintahkan penyelidikan atas kerusakan sistem penanganan bagasi di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Menteri Transportasi Anthony Loke menyayangkan peristiwa tersebut, sekaligus memperingatkan bahwa kelalaian di gerbang utama negara ini tidak akan ditoleransi.
Meskipun sistem bagasi telah dipulihkan pada malam hari, Loke menekankan bahwa penyelesaian kerusakan teknis tidak lantas menutup masalah tersebut.
Baca juga: 4 Maskapai Naikkan Biaya Bagasi Pesawat akibat Avtur Mahal
“Penumpang yang melakukan perjalanan melalui gerbang nasional kita berhak mendapatkan standar keandalan layanan yang jelas-jelas gagal dipenuhi oleh insiden ini,” kata Loke, dikutip dari Malay Mail.
Loke telah menginstruksikan sekretaris jenderal Kementerian Perhubungan untuk mengadakan pertemuan darurat dengan lembaga-lembaga terkait guna melakukan peninjauan menyeluruh terhadap prosedur operasi standar (SOP) yang ada.
Khusus mengenai waktu respons, komunikasi penumpang, dan perencanaan kontingensi, yang dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Tidak Jadi Turun, Bagasi Penumpang Citilink Kembali Jadi 15 Kilogram
Ia menambahkan, Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) juga telah diarahkan untuk menyelidiki insiden tersebut, yang menentukan apakah tindakan hukuman harus diambil terhadap Malaysia Airports Holdings Bhd (MAHB), yang mengoperasikan KLIA.
“MAHB, sebagai operator KLIA, akan dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan ini. Sebuah gerbang nasional tidak bisa mentolerir kelalaian berulang seperti ini,” ujar dia.
Baca juga: Malaysia Airlines Buka Rute Fukuoka, Shenzhen, dan Changsha, Akses Jepang-China Kian Beragam
Tag: #sistem #bagasi #bandara #malaysia #eror #penumpang #tertahan