Tren Baru Wisata Jepang: Turis Asing Ramai ke Salon Rambut, Kenapa?
- Jepang dikenal memiliki beragam objek wisata ikonik, mulai dari ramainya Shibuya Crossing di Tokyo, hamparan salju di Hokkaido, hingga deretan gerbang torii yang kerap menjadi tujuan wisatawan.
Namun, belakangan muncul tren baru di kalangan turis asing.
Selain mengunjungi destinasi wisata populer, kini banyak wisatawan yang menyempatkan diri datang ke salon potong rambut selama berada di Jepang.
Dilansir dari The Japan Times, fenomena ini terlihat pada awal bulan ini ketika seorang remaja asal Amerika, Lily Romero, tampak gembira usai menjalani perawatan rambut selama empat jam di sebuah salon di Tokyo.
Baca juga: Harga Tiket JR Pass Jepang Bakal Naik 6 Persen
Rambutnya yang semula bergelombang berubah menjadi lurus dan halus.
"Ini persis seperti yang saya inginkan," ujar Romero.
"Tidak banyak pilihan untuk meluruskan rambut ala Jepang di London, tempat saya tinggal," lanjutnya.
Baca juga: Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Ini Daftar Lengkap Hari Libur dan Cuti Bersama
Dari Tren Biasa Jadi Kebutuhan Wisata Baru
Rambut panjang dan lurus tengah menjadi populer di sekolah Romero. Ia pun mulai bosan meluruskan rambut setiap hari dengan catokan.
Saat keluarganya merencanakan perjalanan ke Jepang, ia bertekad untuk mengunjungi salon di negara yang dikenal dengan keahlian perawatan meluruskan rambut.
Romero bukan satu-satunya turis asing yang mencoba salon rambut di Jepang.
Banyak turis asing yang membuat janji temu di salon rambut, hal ini menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata baru.
Salon-salon di Jepang pun mulai menggunakan bahasa Inggris untuk mempromosikan layanan mereka di media sosial, seiring dengan meningkatnya tren tersebut.
Baca juga: Hanya Ada Satu Wilayah di Dunia yang Bebas Nyamuk
Minat Turis ke Salon Terus Meningkat
Menurut survei yang dirilis bulan Februari oleh Hot Pepper Beauty Academy, sebanyak 17,3 persen dari 1.535 turis asing asal negara Barat yang disurvei mengaku telah atau berencana untuk mengunjungi salon rambut selama di Jepang.
Ilustrasi salon
Sementara itu, 18,5 persen lainnya masih mempertimbangkan hal tersebut.
Tingginya keahlian, kualitas layanan, serta standar kebersihan menjadi alasan utama wisatawan memilih perawatan rambut di Jepang.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Jepang cenderung mencari pengalaman lebih mendalam, termasuk perawatan kecantikan, dibandingkan mereka yang baru pertama kali datang.
Baca juga: Suhu Jepang Tembus 40 Derajat Celsius, Muncul Istilah Baru Kokushobi
Dari Promosi Mulut ke Mulut hingga Media Sosial
Pemilik Hiro Hair Design, mengatakan jumlah turis asing yang datang ke salon mulai meningkat dua hingga tiga tahun terakhir.
Awalnya tren ini berkembang dari mulut ke mulut, lalu semakin meluas melalui media sosial.
Salon miliknya di kawasan Hiroo, Tokyo—yang dikenal memiliki komunitas sebesar 95 persen pelanggannya merupakan warga asing, dengan sekitar 20 persen di antaranya adalah turis.
Meski belum pernah tinggal di luar negeri, Hiro mengaku tidak kesulitan saat berkomunikasi dalam bahasa Inggris berkat pengalamannya yang hampir 20 tahun menangani klien asing.
Baca juga: Harga Japan Rail Pass Naik, Liburan ke Jepang Makin Mahal
Layanan Berkualitas dan Harga Lebih Terjangkau
Menurut Hiro, salon di Jepang menawarkan layanan yang teliti dan menyeluruh dengan konsep omotenashi atau keramahan khas Jepang.
Selain itu, melemahnya yen membuat harga layanan menjadi relatif lebih terjangkau bagi turis asing.
Hiro juga menjelaskan bahwa pelanggan tetapnya terus bertambah, terutama dari Amerika Serikat.
Salah satu pelanggannya bahkan datang dari Hawaii dua kali setahun setiap berkunjung ke Jepang.
Tag: #tren #baru #wisata #jepang #turis #asing #ramai #salon #rambut #kenapa