Ada Konflik di Timur Tengah, Minat Wisata Ternyata Masih Tinggi
Ilustrasi liburan bersama keluarga di pantai. Masa libur panjang sekolah dalam rangka Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah akan segera berakhir. Para siswa di seluruh Indonesia dijadwalkan akan segera kembali ke bangku sekolah setelah menikmati masa libur selama kurang lebih dua pekan.(Dok. Istimewa)
20:14
26 April 2026

Ada Konflik di Timur Tengah, Minat Wisata Ternyata Masih Tinggi

Konflik geopolitik yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, nyaris tidak menyurutkan minat para pelancong domestik maupun mancanegara.

Menurut Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, Gaery Undarsa, pemesanan tiket pesawat dan wisata di online travel agent (OTA) tiket.com cukup stabil usai konflik Iran-AS memanas pada akhir Februari 2026 lalu.

"Thankfully kita punya tourism is actually, saya enggak bilang super bagus, enggak, tapi kita juga actually not bad dan quarter satu kita itu walaupun ada war, still good," ungkap Gaery dalam konferensi pers dua tahun perjalanan tiket Green di Artotel Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Bandara Imam Khomeini di Iran Buka Lagi dan Layani Penerbangan Internasional

Permintaan perjalanan via OTA tiket.com terpantau masih terus meningkat jelang libur panjang pada Mei 2026, serta libur sekolah pada pertengahan tahun nanti.

"Jadi kayaknya akan tetap terus ngegas gitu ya. Nanti mungkin setelah bulan Juli kita enggak tahu, tapi in general sih jujur sih masih cukup optimis buat ini," tambah dia.

Hal serupa juga disampaikan oleh Vice President Business Development Golden Rama Tours & Travel, Kitty Chandra.

Agen perjalanan wisata berusia 55 tahun tersebut, tidak melihat penurunan jumlah pemesanan tur maupun tiket yang signifikan dalam industri pariwisata di tengah konflik Timur Tengah.

Baca juga: Pesawat Pengangkut Jemaah Haji RI Diminta Hindari Wilayah Konflik Timur Tengah

"Yang menarik di sini, demand (permintaan) itu tidak hilang. Demand itu kalau kita boleh bilang sekarang lebih segmented (tersegmentasi)," ujar Kitty dalam pertemuan media, Selasa (21/4/2026).

Sebagian pelancong yang tidak keberatan dengan kenaikan harga tiket pesawat, tidak ragu untuk tetap bepergian dan mengeluarkan uang lebih banyak.

Alternatif destinasi wisata

Lebih lanjut, Gaery mengatakan bahwa momen ini bisa menjadi kesempatan para pelancong Tanah Air untuk mengeksplorasi destinasi wisata domestik.

Mengingat masih banyak pembatalan dan pembatasan penerbangan, khususnya dari dan menuju kawasan Timur Tengah.

10 kota dengan harga rumah paling tidak terjangkau di dunia didominasi oleh kota-kota di Amerika Serikat (AS) dan Australia, dengan rasio harga rumah terhadap pendapatan mencapai lebih dari 14 kali lipat. 10 kota dengan harga rumah paling tidak terjangkau di dunia didominasi oleh kota-kota di Amerika Serikat (AS) dan Australia, dengan rasio harga rumah terhadap pendapatan mencapai lebih dari 14 kali lipat.

Serta kenaikan harga tiket pesawat imbas tarif avtur yang melonjak pada beberapa maskapai penerbangan.

"Kalau menurut saya malah orang bakal berpikir-pikir kayaknya lagi ribet di luar (negeri) ya, mendingan traveling domestik gitu kan," pungkas dia.

Begitu juga Kitty yang melihat adanya perubahan destinasi wisata selama satu bulan belakangan. Kini, Asia menjadi magnet wisata yang dianggap sebagai kawasan aman.

Baca juga: Daftar Maskapai yang Harganya Melonjak Naik dampak Perang AS-Israel-Iran 

Kitty menyebut sejumlah destinasi di Asia yang menjadi pilihan wisatawan di tengah konflik Timur Tengah adalah Jepang, Hong Kong, Korea, dan China.

Apalagi, saat ini destinasi wisata di Asia terus berkembang dengan menawarkan pengalaman wisata yang beragam.

Misalnya, China yang kini juga menawarkan pengalam wisata melihat aurora dengan durasi perjalanan wisata sekitar 10-11 hari, lebih singkat dibandingkan paket wisata melihat aurora ke kawasan Eropa Utara yang umumnya memakan waktu hingga 15 hari.

"Tujuan destinasi di domestik pun sangat menarik ya, seperti Labuan Bajo. Bahkan banyak yang ke Sumba dan yang lain-lain," pungkas dia.

Tag:  #konflik #timur #tengah #minat #wisata #ternyata #masih #tinggi

KOMENTAR