Update 11.20 WIB, 15 Korban Meninggal dan 91 Luka dalam Kecelakaan KRL Bekasi Timur
Total korban kecelakaan KRL dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam sebanyak 106 penumpang, terdiri dari 15 meninggal dunia dan 91 luka-luka.
Dari jumlah korban luka-luka, 38 orang di antaranya telah diperbolehkan pulang dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit.
- Daftar 8 Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasarsenen yang Batal Berangkat Hari Ini
- Ini Alasan Gerbong Perempuan KRL Selalu Berada di Ujung Rangkaian
Informasi data korban penumpang kecelakaan KRL pada Senin (27/4/2026) ini diperbarui oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) pada Rabu (29/4/2026).
Pemerintah melalui Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa penanganan korban menjadi fokus utama saat ini.
“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang optimal. Untuk operasional KRL, pembukaan kembali akan dilakukan setelah seluruh aspek keselamatan dinyatakan terpenuhi, termasuk hasil clearance dari KNKT,” kata Dudy dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).
Saat ini, lanjut Dudy, tengah dilakukan uji coba sarana, persinyalan, dan kesiapan Stasiun Bekasi Timur.
- Pagi Ini, Rute KRL Jakarta-Cikarang hanya Sampai Stasiun Bekasi
- Posko Darurat Dibuka untuk Keluarga Korban Kecelakaan KRL Bekasi Timur
Pemulihan jalur Bekasi-Tambun imbas kecelakaan KRL
Jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka
Kesiapan sarana operasional di Stasiun Bekasi Timur masih dilakukan hingga Rabu (29/4/2026). Total korban kecelakaan KRL Cikarang dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur sebanyak 106 penumpang, 15 di antaranya meninggal dunia.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pelanggan dan keluarga korban atas kejadian yang menimbulkan duka ini.
“Kami tidak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan pelanggan yang terdampak," tutur Boby.
Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian, yang berlangsung hingga sekitar 10 jam untuk memastikan seluruh penumpang dapat tertangani dengan baik.
Dalam proses pemulihan, jalur hilir Bekasi–Tambun telah dibuka sejak Selasa (27/4/2026) dini hari pukul 01.30 WIB.
Jalur hulu juga telah dinyatakan aman untuk dilalui dengan pembatasan kecepatan 30 kilometer per jam, sesuai rekomendasi keselamatan.
"KAI bersama regulator dan pihak terkait terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik internal maupun eksternal, serta mendukung penuh proses investigasi oleh KNKT," kata Bobby.
Selain itu, KAI dan Kementerian Perhubungan juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan keselamatan, termasuk penertiban perlintasan sebidang dan pemenuhan standar keselamatan di lapangan.
Baca juga: Mengenal Aturan dan Penanggung Jawab Pelintasan Kereta Api Menurut Penjelasan Resmi KAI
Posko tanggap darurat dan refund 100 persen
Kondisi Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026). Total korban kecelakaan KRL Cikarang dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur sebanyak 106 penumpang, 15 di antaranya meninggal dunia.
Dalam masa pemulihan ini, KAI menyiagakan dua posko selama 14 hari yaitu di Stasiun Bekasi Timur untuk membantu keluarga korban, serta di Stasiun Gambir untuk melayani pelanggan kereta api jarak jauh yang terdampak, termasuk proses pengembalian bea tiket (refund).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KAI memastikan seluruh pelanggan terdampak tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan, termasuk proses pengembalian bea tiket bagi perjalanan yang dibatalkan sebesar 100 persen. Informasi akan terus kami perbarui secara berkala,” pungkas Anne.
Baca juga: Ini Alasan Gerbong Perempuan KRL Selalu Berada di Ujung Rangkaian
Tag: #update #1120 #korban #meninggal #luka #dalam #kecelakaan #bekasi #timur