Aksi Vandalisme di Jalur Daru–Parung Panjang, Enam KRL Terlambat
Ilustrasi KRL tujuan Rangkasbitung.(DOK. Humas KAI Commuter )
06:07
9 Mei 2026

Aksi Vandalisme di Jalur Daru–Parung Panjang, Enam KRL Terlambat

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menegaskan akan menempuh langkah hukum terkait aksi vandalisme berupa pencurian kabel counting head axle counter di jalur Commuter Line lintas Stasiun Daru–Parung Panjang pada Jumat (8/5/2026).

Insiden ini menyebabkan gangguan perjalanan kereta dan membahayakan sistem keselamatan perkeretaapian.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa laporan resmi akan diajukan kepada pihak kepolisian. “Betul mas, akan kita laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya di Tangerang.

Langgar UU Perkeretaapian

KAI menegaskan bahwa pelaku pencurian dapat dijerat Pasal 197 UU No. 23 Tahun 2007, yang mengatur sanksi pidana bagi pihak yang merusak, menghilangkan, atau membuat prasarana perkeretaapian tidak berfungsi. Ancaman hukuman maksimal mencapai tiga tahun penjara.

Baca juga: Spoor Putar Peninggalan Belanda di Banyuwangi, Saksi Hidup Sejarah Kereta Api

“Tindak lanjut silakan tanya ke kepolisian terkait,” tambah Franoto.

Gangguan sistem keselamatan kereta

Aksi pencurian terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.38 WIB, setelah petugas PPKA Stasiun Daru melaporkan anomali pada sejumlah track circuit. Pemeriksaan menemukan kabel axle counter hilang di Km 50+5/6, melibatkan tiga titik pencurian dengan total enam zona perangkat yang terdampak.

Perangkat axle counter merupakan bagian vital dalam sistem keselamatan karena berfungsi mendeteksi keberadaan rangkaian kereta di jalur hulu maupun hilir. Kerusakan perangkat ini memaksa petugas melakukan pengaturan perjalanan secara manual.

“KAI Daop 1 segera menerjunkan tim teknis untuk perbaikan dan penggantian perangkat yang hilang,” jelas Franoto.

Commuter line terganggu, 6 perjalanan terlambat

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan gangguan teknis terjadi di lintas Daru–Parung Panjang akibat pencurian tersebut. Sistem otomatis persinyalan menjadi tidak berfungsi sehingga menghambat kelancaran operasional.

Ilustrasi KRL Commuter Line Jabodetabek.SHUTTERSTOCK/SNAPSTORIA Ilustrasi KRL Commuter Line Jabodetabek.

Hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak enam perjalanan Commuter Line Rangkasbitung mengalami keterlambatan 14–24 menit.

“Saat ini petugas sudah berada di lokasi untuk melakukan perbaikan dan penggantian kabel,” kata Karina.

Aksi vandalisme mengancam keselamatan

KAI menegaskan bahwa tindakan vandalisme terhadap perangkat perkeretaapian tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berpotensi besar membahayakan keselamatan perjalanan kereta dan masyarakat.

KAI Commuter mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum kereta api dan melaporkan aktivitas mencurigakan di sekitar jalur rel.

Baca juga: 7 Negara dengan Kereta Api Paling Maju dan Terbaik di Dunia

“KAI Commuter memohon maaf atas keterlambatan perjalanan Commuter Line Rangkasbitung pada pagi hari ini imbas tindak vandalisme oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutup Karina.

Tag:  #aksi #vandalisme #jalur #daruparung #panjang #enam #terlambat

KOMENTAR