Bali Tourism Run 2026, Ajak Wisatawan Lari dan Bermalam di Jatiluwih
– Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) akan menggelar ajang lari bertajuk Bali Tourism Run 2026 di Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Bali I Putu Winastra mengatakan, event ini akan digelar pada 21 Juni 2026. Ajang tersebut tidak hanya menawarkan pengalaman olahraga.
Namun juga untuk mendorong wisatawan menikmati desa wisata, menginap lebih lama, dan berbelanja produk lokal masyarakat.
Baca juga: Kunjungan Wisatawan ke Jatiluwih Bali Melonjak Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus
Ia menyebutkan, selama ini sebagian wisatawan hanya datang ke destinasi populer untuk berfoto lalu pergi.
Melalui Bali Tourism Run 2026, ASITA ingin menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menyeluruh, mulai dari olahraga, kuliner, budaya, hingga interaksi dengan warga setempat.
“Melalui Bali Tourism Run ini, kami ingin menunjukkan bahwa Jatiluwih adalah destinasi wisata berkualitas yang memberikan pengalaman berwisata yang berkesan,” kata dia dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).
Keindahan Jatiluwih
Ajang lari ini akan digelar di Jatiluwih yang dikenal dengan lanskap sawah terasering dan telah ditetapkan UNESCO sebagai situs warisan budaya dunia.
Menurut Winastra, Jatiluwih dipilih karena kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik lengkap, baik dari sisi alam, budaya, maupun kesiapan destinasi.
Baca juga: Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
ASITA juga menargetkan kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan sport tourism Bali menjelang peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027.
“Pariwisata harus memberikan positive impact to the community. Karena itu kami juga melibatkan UMKM lokal Tabanan agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar dia.
Peserta juga didorong untuk menginap di homestay dan desa wisata di sekitar Jatiluwih.
Wisatawan mancanegara menikmati pemandangan sawah subak Jatiluwih di Bali.
Ketua Panitia Bali Tourism Run 2026 I Wayan Suberata mengatakan, tahun pertama event ini membuka kategori lari 5 kilometer dengan target sekitar 2.000 peserta.
Momentum pelaksanaan dinilai strategis karena bertepatan dengan masa libur sekolah, Hari Bung Karno, dan rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB).
Sehari sebelum lomba, kawasan Jatiluwih juga akan menggelar Jatiluwih Festival.
“Sejak pendaftaran dibuka pada 13 Mei lalu, sudah lebih dari 100 peserta mendaftar dan jumlahnya terus bertambah,” kata Suberata.
Baca juga: Trekking di Jatiluwih Bali, Healing Sambil Lihat Sawah mulai Rp 15.000
Panitia memastikan kapasitas kawasan wisata tetap menjadi perhatian agar kegiatan tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap lingkungan Jatiluwih.
Pendaftaran Bali Tourism Run 2026 dilakukan secara daring melalui platform runon.id. Panitia menetapkan tarif early bird Rp 250.000 hingga 21 Mei 2026 dan tarif reguler Rp 300.000 mulai 22 Mei 2026.
ASITA Bali menargetkan Bali Tourism Run menjadi agenda tahunan yang digelar bergilir di berbagai kabupaten di Bali.
Tag: #bali #tourism #2026 #ajak #wisatawan #lari #bermalam #jatiluwih