Cuaca Ekstrem, Wisata di Perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara Ditutup Sementara
Sejumlah jalur DMZ Peace Trail di sepanjang DMZ Korea (Zona Demiliterisasi Korea), atau perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara, akan ditutup sementara pada Juli 2026 dan Agustus 2026 akibat cuaca ekstrem.
Padahal jalur tersebut dibuka untuk kunjungan wisatawan sejak April 2026 sampai akhir November 2026, dilansir dari Migrant Times, Selasa (2/6/2026).
- Tiket Pesawat Mahal, ke Bali Bisa Naik Bus dan Kereta yang Lebih Murah
- Mulai Hari Ini, Korea Selatan Beri Bebas Visa untuk Turis Indonesia
Adapun DMZ Peace Trail merupakan jalur trekking yang dibuat dengan harapan dapat menumbuhkan perdamaian di DMZ Korea. Jalur ini menawarkan panorama Gunung Geumgangsan dan Kepulauan Haegeumgang, dikutip dari Visit Korea.
Cuaca ekstrem, wisata di perbatasan Korea ditutup sementara
Cuaca panas di Korea Selatan dilaporkan cukup intens. Badan Meteorologi Korea melaporkan bahwa gelombang panas telah datang lebih awal sejak pertengahan Mei 2026 lalu.
Bahkan, pada beberapa pekan lalu, suhu siang hari berkisar dari 30 derajat celsius sampai 31 derajat celsius.
Suhu tersebut setara dengan suhu yang umumnya terjadi pada puncak musim panas, dikutip dari KBS World.
- Strategi Korea Selatan Bidik 440.000 Kunjungan Turis Indonesia 2026
- Kereta Wisata ke Perbatasan Korea Utara Kembali Dibuka
Mengenal DMZ Peace Trail
Ilustrasi wilayah DMZ Korea (Zona Demiliterisasi Korea) dari sisi Korea Selatan. Antisipasi cuaca ekstrem, wisata perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara akan ditutup sementara pada Juli 2026 dan Agustus 2026.
Untuk diketahui, akses kunjungan rute jalan kaki DMZ Peace Trail ini hanya boleh diikuti oleh warga Korea Selatan melalui situs web atau aplikasi resmi dengan biaya sebesar 10.000 won (sekitar Rp 117.000) per orang.
Meski demikian, wisatawan asing tetap bisa mengunjungi kawasan DMZ Korea ini, dengan catatan wajib melalui agen perjalanan resmi yang telah mengantongi izin khusus di Korea.
Untuk mengakses jalur tersebut, pengunjung harus terlebih dahulu mendaftarkan diri di Pusat Pendaftaran Pengunjung Goseong, memverifikasi identitas mereka, dan kemudian mengambil kartu pengunjung di Pos Pemeriksaan Jejin.
Baca juga: Kim Jong Un Buka Hotel Mewah di Samjiyon, Korea Utara Genjot Pariwisata
Ilustrasi pengunjung di Dora Observatory yang masuk dalam kawasan DMZ Korea (Zona Demiliterisasi Korea). Antisipasi cuaca ekstrem, wisata perbatasan Korea Selatan dan Korea Utara akan ditutup sementara pada Juli 2026 dan Agustus 2026.
Tidak hanya itu, layanan kereta wisata DMZ Peace Link Train ditingkatkan. Kereta wisata reguler yang menghubungkan Stasiun Seoul menuju Stasiun Dorasan mulai beroperasi kembali sejak awal April 2026, setelah sempat vakum sejak tahun 2019.
Pada awal peluncurannya, kereta ini hanya berjalan dua kali sebulan. Namun, mulai bulan Juni, layanannya ditingkatkan menjadi empat kali per bulan yakni rutin setiap hari Jumat, dilansir dari Korea.net.
Kereta dengan kapasitas 120 penumpang tiap perjalanan ini menjadi simbol yang penting antara Korea Selatan dan Korea Utara.
Rutenya akan melewati Stasiun Imjingang dan turun di Stasiun Dorasan, stasiun paling utara di Korea Selatan yang berada di dalam Garis Kontrol Sipil (CCL).
Stasiun Dorasan merupakan warisan sejarah penting yang dibangun dari kesepakatan pemulihan Jalur Gyeongui saat KTT antar-Korea pada 15 Juni 2000.
Baca juga: Buka untuk Wisata, Resor Mewah di Korea Utara ini Malah Sepi, Kenapa?
Tag: #cuaca #ekstrem #wisata #perbatasan #korea #selatan #korea #utara #ditutup #sementara