Masih Sering Dilakukan, Ini 8 Kesalahan Memakai Sunscreen yang Diam-Diam Merusak Kulit
Ilustrasi sunscreen. (Google AI Studio)
12:26
3 Juni 2026

Masih Sering Dilakukan, Ini 8 Kesalahan Memakai Sunscreen yang Diam-Diam Merusak Kulit

Sunscreen merupakan salah satu produk skincare harian yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu melindungi kulit dari dampak buruk paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.

Namun sayangnya, masih banyak orang yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat menggunakan sunscreen sehingga manfaatnya tidak bekerja secara maksimal.

Dalam jangka panjang, penggunaan sunscreen yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko munculnya kulit kusam, flek hitam, penuaan dini, hingga masalah kulit lainnya.

Karena itu, memahami cara penggunaan sunscreen yang benar menjadi langkah penting dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari.

Melansir Cosmopolitan, ini beberapa kesalahan memakai sunscreen yang perlu dihindari agar perlindungan kulit tetap maksimal setiap hari.

Ilustrasi sunscreen yang bagus untuk atasi flek hitam. (Gemini AI)Ilustrasi sunscreen. (Gemini AI)

1. Pakai Sunscreen di Bawah SPF 30

Memilih sunscreen dengan SPF yang terlalu rendah (di bawah 30) dapat membuat kulit tidak terlindungi secara optimal dari paparan sinar UV.

"Saya umumnya merekomendasikan untuk memilih tabir surya spektrum luas dengan setidaknya SPF 30, karena bisa memblokir sekitar 97 persen sinar UVB," ujar Dermatologis, dr. Marisa Garshick, MD, FAAD.

"SPF yang lebih tinggi dapat memberikan perlindungan tambahan, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi fotosensitif atau riwayat kanker kulit," lanjutnya.

2. Menggunakan Sunscreen yang Terlalu Sedikit

Kesalahan lain yang juga sering dilakukan adalah menggunakan sunscreen dalam jumlah yang terlalu sedikit.

Akibatnya, tingkat perlindungan yang diterima kulit bisa jauh lebih rendah dibandingkan angka SPF yang tertera pada kemasan.

Menurut dr. Marisa Garshick, untuk mendapatkan perlindungan yang optimal, orang dewasa dianjurkan menggunakan sekitar satu ons atau setara satu gelas kecil penuh untuk seluruh tubuh.

Sementara itu, untuk area wajah dan leher, jumlah yang disarankan adalah sekitar dua ruas jari atau seukuran koin besar.

3. Tidak Reapply Sunscreen

Banyak orang sudah menggunakan sunscreen di pagi hari, tetapi lupa mengoleskannya kembali (reapply) sepanjang hari.

Padahal sunscreen perlu diaplikasikan ulang setiap dua jam, terutama setelah berenang, berkeringat, atau mengelap wajah dengan handuk.

"Orang sering lupa (reapply), jadi saya sarankan untuk memasang alarm di ponsel atau mengoleskan ulang pada saat-saat rutin," kata Dermatologis dr. Cheryl Karcher, M.D.

4. Tak Pakai Sunscreen saat Mendung atau Hujan

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah tidak memakai sunscreen saat cuaca mendung atau hujan.

Padahal, sinar ultraviolet (UV) tetap dapat menembus awan dan mencapai permukaan kulit meskipun matahari tidak terlihat secara langsung.

Paparan sinar UV yang terjadi sedikit demi sedikit dapat menumpuk seiring waktu dan meningkatkan risiko kerusakan kulit.

Karena itu, penggunaan sunscreen tetap penting setiap hari, apa pun kondisi cuaca dan musimnya.

Ilustrasi sunscreen untuk remaja, baiknya SPF berapa? (Google AI Studio)Ilustrasi sunscreen (Google AI Studio)

5. Baru Memakai Sunscreen setelah Keluar Ruangan

Banyak orang baru mengoleskan sunscreen saat sudah berada di luar ruangan. Padahal, kebiasaan ini dapat membuat kulit terpapar sinar UV tanpa perlindungan sejak awal aktivitas.

Para ahli menyarankan untuk mengaplikasikan sunscreen sekitar 15 menit sebelum keluar rumah, terutama untuk sunscreen berbahan kimia.

Waktu tersebut dibutuhkan agar produk dapat meresap dan bekerja secara optimal dalam melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

"Mengoleskan tabir surya sebelum keluar memastikan bahwa kulit terlindungi dengan baik bahkan dengan paparan awal," kata dr. Marisa Garshick.

Sunscreen juga sebaiknya tetap digunakan meski sedang berada di dalam ruangan. Pasalnya, paparan sinar UV tetap bisa sampai ke kulit melalui jendela atau ventilasi ruangan.

6. Melewatkan Area Penting

Saat menggunakan sunscreen, ada beberapa area yang sering terlupakan, seperti telinga, kelopak mata, bibir, leher, kulit kepala, punggung tangan, dan bagian atas kaki.

Padahal, area-area tersebut juga rentan mengalami kerusakan akibat sinar UV.

Tidak melindungi bagian tubuh yang sering terlewat ini dapat meningkatkan risiko penuaan dini hingga kanker kulit.

Karena itu, pastikan sunscreen diaplikasikan secara merata ke seluruh area kulit yang terpapar sinar matahari.

7. Memakai Sunscreen Kedaluwarsa

Sunscreen yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa sebaiknya tidak lagi digunakan. Seiring waktu, kandungan aktif di dalamnya dapat mengalami penurunan stabilitas sehingga perlindungan terhadap sinar UV menjadi tidak maksimal.

Selain itu, paparan suhu panas, seperti menyimpan sunscreen di dalam mobil atau tas yang terpapar matahari, dapat mempercepat kerusakan formulanya.

Sunscreen yang sudah rusak juga dapat mengalami perubahan tekstur, warna, atau aroma, bahkan berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit.

8. Tak Memakai Sunscreen saat Jerawatan

Masih banyak orang dengan kulit berjerawat yang enggan menggunakan sunscreen karena khawatir produk tersebut akan menyumbat pori-pori dan memicu munculnya jerawat baru.

Padahal, paparan sinar matahari tanpa perlindungan justru dapat memperparah masalah kulit dan meningkatkan risiko kerusakan kulit dalam jangka panjang.

Jika memiliki kulit berjerawat, pilihlah sunscreen dengan label non-komedogenik yang dirancang agar tidak menyumbat pori-pori.

Dengan formula yang tepat, sunscreen tetap dapat melindungi kulit dari sinar UV tanpa memperburuk kondisi jerawat.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #masih #sering #dilakukan #kesalahan #memakai #sunscreen #yang #diam #diam #merusak #kulit

KOMENTAR