Observatorium Bosscha Siapkan Lagi Kunjungan Umum, Target Juni atau Juli 2026
Observatorium Bosscha(Dok. ITB)
16:35
7 Juni 2026

Observatorium Bosscha Siapkan Lagi Kunjungan Umum, Target Juni atau Juli 2026

– Pengelola Observatorium Bosscha tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) untuk membuka kembali program kunjungan bagi masyarakat umum.

Peneliti Observatorium Bosscha, Yatny Yulianty, mengatakan saat ini observatorium yang dikelola oleh Institut Teknologi Bandung tersebut masih belum menerima kunjungan umum karena proses persiapan masih berlangsung secara bertahap.

Menurut Yatny, fokus utama yang sedang dikerjakan adalah penyediaan infrastruktur penunjang agar kunjungan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman bagi seluruh pengunjung.

Baca juga: 5 Tempat Wisata Dekat Observatorium Bosscha, Ada Spot Foto Baru

“Sedang dalam persiapan untuk program kunjungan bagi masyarakat umum. Persiapan yang kita lakukan bertahap, terutama infrastruktur penunjang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kapasitas dan daya dukung fasilitas yang tersedia saat ini belum memungkinkan untuk menerima pengunjung dalam jumlah besar.

Karena itu, berbagai aspek, mulai dari kenyamanan hingga keamanan, menjadi pertimbangan penting sebelum program kunjungan umum kembali dibuka.

Pihak pengelola menargetkan seluruh persiapan dapat rampung dalam waktu dekat. Jika proses berjalan sesuai rencana, program kunjungan umum berpeluang dibuka paling cepat pada Juni 2026 atau paling lambat Juli 2026.

“Ya sekarang kita masih persiapkan, mudah-mudahan paling cepat di bulan Juni ini bisa selesai. Atau mungkin di bulan Juli, karena kita juga mempertimbangkan SDM yang terbatas karena harus melaksanakan program lainnya di luar Bosscha,” kata Yatny.

Kunjungan sekolah tetap berjalan

Meski belum menerima kunjungan masyarakat umum, Observatorium Bosscha tetap membuka program kunjungan edukasi bagi rombongan sekolah dengan jumlah peserta yang dibatasi.

Program tersebut dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis dalam dua sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB, sedangkan sesi kedua digelar pukul 13.00–15.00 WIB.

Baca juga: 100 Tahun Observatorium Bosscha, Berikut 6 Faktanya 

Yatny menegaskan bahwa jumlah peserta yang diterima dalam setiap kunjungan juga dibatasi agar kegiatan edukasi dapat berjalan optimal.

“Kalau kunjungan ada, terbatas hanya program kunjungan grup sekolah. Itu pun jumlahnya terbatas juga, tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Tur malam masih dikaji

Selain menyiapkan kunjungan umum pada siang hari, pengelola juga sedang mengkaji kemungkinan menghadirkan program tur malam.

Program ini nantinya memungkinkan pengunjung menikmati pengalaman mengamati benda-benda langit secara langsung dari kawasan observatorium.

gedung Observatorium Bosschaitb.ac.id gedung Observatorium Bosscha

Namun, rencana tersebut masih memerlukan berbagai pertimbangan, termasuk kesiapan fasilitas pendukung, kondisi cuaca, serta tingkat kecerahan langit yang sangat memengaruhi kualitas pengamatan astronomi.

Menurut Yatny, pelaksanaan tur malam sangat bergantung pada kondisi alam yang mendukung sehingga belum dapat dijadwalkan secara pasti.

Baca juga: 100 Tahun Bosscha, Observatorium Modern Pertama di Asia Tenggara

“Tur malam belum bisa juga, karena cuaca berpengaruh. Kita melihat dulu bagaimana peluang langitnya agar cerah supaya mendukung pelaksanaan tur di malam hari. Intinya semua situasional,” katanya.

Dengan berbagai persiapan yang tengah dilakukan, masyarakat yang ingin berkunjung ke Observatorium Bosscha diharapkan dapat segera menikmati kembali salah satu destinasi edukasi astronomi paling bersejarah di Indonesia dalam waktu dekat.

Tag:  #observatorium #bosscha #siapkan #lagi #kunjungan #umum #target #juni #atau #juli #2026

KOMENTAR