Live TikTok Bareng Anak, Purbaya Dapat Curhatan Soal Dominasi China di E-commerce RI
- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait dominasi platform marketplace di Tanah Air oleh China.
Curhatan tersebut disampaikan warganet saat ia melakukan siaran langsung atau live di aplikasi TikTok bersama anaknya.
Purbaya menyebut banyak belajar hal baru dari momen tersebut.
Baca juga: Purbaya: Kebijakan WFH Bisa Hemat Penggunaan BBM 20 Persen
"Kemarin sama anak saya live TikTok. Saya juga lagi belajar, baca-baca majalah sama paper sedikit. Lumayan tuh, ada banyak keluhan-keluhan (dari warganet) untuk marketplace, katanya dikuasai sana (China) semua, ya," ungkapnya ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
Purbaya mencontohkan, seperti Tokopedia, meski e-commerce ini buatan Indonesia, namun mayoritas sahamnya telah dimiliki perusahaan China.
Begitu pula dengan platform TikTok yang bisa digunakan untuk belanja online, merupakan perusahaan asal China.
Adapun Tokopedia dan TikTok memang saling terkait.
Baca juga: Ada Ramadhan, Purbaya Optimistis Ekonomi Q1 Tumbuh hingga 5,7 Persen
Tokopedia kini mayoritas dimiliki TikTok setelah perusahaan induknya, ByteDance, mengakuisisi sekitar 75 persen saham pada akhir 2023 lalu.
Sementara 25 persen saham masih dimiliki PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). "Saya lagi mikir bagaimana mengembalikan marketplace-nya, (supaya) enggak hanya yang dikuasai China. Misalnya, kan Tokopedia dikuasai China kan semuanya. TikTok juga," kata Purbaya.
Menurut dia, keluhan tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memberikan pasar yang luas bagi China, dan berpotensi mengganggu pelaku usaha dalam negeri.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ditemui usai melaksanakan Shalat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Salahuddin, Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Sabtu (21/3/2026).
"Boleh dibilang digitalisasi kalau seperti itu sepertinya memberikan pasar ke China langsung," katanya.
Baca juga: Purbaya Pamer Baju Lebaran dari Tanah Abang, Harganya Rp 125.000
Maka dari itu, dia menilai, fenomena ini perlu disikapi secara hati-hati agar tidak merugikan industri dalam negeri, sekaligus tetap menjaga iklim perdagangan yang kompetitif.
Purbaya bilang, pihaknya tengah mengkaji berbagai langkah untuk memastikan persaingan usaha tetap sehat, terutama untuk menyangi dominasi China.
"Sebenarnya saya lagi mikir, ada enggak perusahaan domestik yang bisa dihidupkan lagi untuk menjadi kompetisi dari dominasi China, even di pasar domestik ini, di marketplace-nya itu," ucapnya.
Tag: #live #tiktok #bareng #anak #purbaya #dapat #curhatan #soal #dominasi #china #commerce