Laba Bank Sampoerna Naik 68 Persen pada Kuartal I 2026
Bank Sampoerna mempertahankan dominasi kredit UMKM hingga akhir kuartal III 2025. (DOK. BANK SAMPOERNA)
16:24
21 Mei 2026

Laba Bank Sampoerna Naik 68 Persen pada Kuartal I 2026

 PT Bank Sahabat Sampoerna atau Bank Sampoerna mencatat laba bersih Rp 8,9 miliar pada kuartal I 2026.

Angka tersebut tumbuh 68 persen secara tahunan atau year on year dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 5,3 miliar.

Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, mengatakan pertumbuhan laba bersih ditopang efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang disiplin di tengah dinamika industri perbankan.

Peningkatan efisiensi tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang membaik menjadi 96,33 persen pada akhir Maret 2026.

Pada periode sama tahun lalu, BOPO Bank Sampoerna berada di level 97,26 persen.

"Pertumbuhan bisnis tetap menjadi fokus Bank Sampoerna dalam menghadapi dinamika industri perbankan. Karena itu, efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang disiplin terus kami jaga untuk memperkuat fundamental bank," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Krom Bank (BBSI) Cetak Laba Rp 70 Miliar di Kuartal I 2026

Dari sisi intermediasi, Bank Sampoerna mencatat total penyaluran kredit sebesar Rp 11 triliun hingga akhir kuartal I 2026.

Sebanyak 59 persen dari total portofolio kredit tersebut disalurkan ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Penyaluran kredit ditopang penghimpunan dana nasabah yang mencapai Rp 15 triliun.

Pertumbuhan dana nasabah juga didukung peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 29,6 persen secara tahunan dalam bentuk giro dan tabungan.

Giro perusahaan tercatat meningkat menjadi Rp 2,01 triliun dari sebelumnya Rp 1,34 triliun.

Tabungan naik menjadi Rp 1,43 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,31 triliun.

Kualitas aset bank juga tetap terjaga.

Rasio kredit bermasalah bersih atau non performing loan (NPL) net berada di level 2,70 persen hingga akhir Maret 2026.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, Bank Sampoerna mencatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 30,03 persen.

Baca juga: Bank Raya Angkat Farid Rahman dan Tatang Yuliono Jadi Komisaris

Rasio kredit terhadap dana nasabah atau loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 73,27 persen.

Total aset Bank Sampoerna mencapai Rp 19,5 triliun.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Sampoerna, Ali Yong, menambahkan penguatan layanan digital menjadi salah satu strategi perseroan untuk menopang pertumbuhan bisnis.

Layanan Bank as a Service (BaaS) milik Bank Sampoerna mencatat lebih dari 495 juta transaksi sepanjang kuartal I 2026.

Total volume transaksi layanan tersebut mencapai Rp 98 triliun.

"Pertumbuhan ini menjadi bukti kuat kolaborasi yang erat antara Bank Sampoerna dan lebih dari 50 fintech, perusahaan multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya," tuturnya.

Tag:  #laba #bank #sampoerna #naik #persen #pada #kuartal #2026

KOMENTAR