Ekspor Durian dan Lobster Vietnam ke China Melonjak Tajam Awal 2026
Ilustrasi durian. Durian Parigi Moutong, primadona baru pasar ekspor Internasional(PEXELS/TOM FISK)
17:44
22 Maret 2026

Ekspor Durian dan Lobster Vietnam ke China Melonjak Tajam Awal 2026

— Ekspor durian dan lobster Vietnam ke China melonjak tajam pada awal 2026, mencerminkan kuatnya permintaan pasar terhadap komoditas segar dari negara Asia Tenggara tersebut.

Dikutip dari VN Express, Minggu (22/3/2026), data resmi menunjukkan peningkatan signifikan ini turut menopang kinerja sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, meski tantangan pasokan masih membayangi sebagian subsektor.

Dalam dua bulan pertama 2026, nilai ekspor durian Vietnam ke China meningkat 469 persen secara tahunan. Sementara itu, ekspor lobster tumbuh 65 persen pada periode yang sama.

Baca juga: Ekspor Durian Asia Tenggara 2025: Dominasi Thailand, Vietnam Melaju, RI Mulai Masuk

Ilustrasi durian.SHUTTERSTOCK/CATHERINESCARLETT Ilustrasi durian.

Penjualan durian saja mencapai sekitar 300 juta dollar AS atau setara Rp 5,09 triliun (asumsi kurs Rp 16.956 per dollar AS), membantu menjaga pertumbuhan ekspor buah dan sayuran di tengah penurunan ekspor beberapa komoditas lainnya.

Kinerja tersebut menegaskan posisi China sebagai pasar utama bagi produk segar Vietnam, terutama pada periode sebelum dan sesudah Tahun Baru Imlek yang biasanya jatuh antara pertengahan Januari hingga pertengahan Februari.

Harga durian premium naik tajam

Lonjakan permintaan juga tercermin pada harga durian di tingkat kebun.

Durian Monthong berkualitas tinggi dibeli dengan harga sekitar 5,7 dollar AS atau setara Rp 96.650 per kilogram.

Baca juga: Durian Beku Indonesia Ramaikan Pasar China

Sementara itu, varietas Ri6 dihargai sekitar 80.000 sampai 84.000 dong Vietnam per kilogram. Harga tersebut meningkat 30 hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Buah dan Sayuran Vietnam, Dang Phuc Nguyen, menyatakan bahwa lonjakan ekspor durian dipicu oleh terselesaikannya hambatan terkait karantina serta keuntungan musiman.

Ia menjelaskan, ketika sejumlah negara telah menyelesaikan musim panen durian, pasokan off-season Vietnam justru bertepatan dengan puncak permintaan di China saat perayaan Imlek.

Kondisi ini mendorong peningkatan tajam pesanan dari importir.

Baca juga: Rebutan Pasar China: Peta Persaingan Ekspor Durian Asia Tenggara 2025

Ilustrasi lobster, budidaya lobster.SHUTTERSTOCK/RABBITTI Ilustrasi lobster, budidaya lobster.

Ekspor lobster tembus ratusan juta dollar AS

Selain durian, komoditas perikanan seperti lobster juga mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan.

Nilai ekspor lobster Vietnam ke China mencapai lebih dari 259 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,39 triliun pada awal 2026.

Ekspor lobster hijau, salah satu varietas utama, meningkat 32 persen.

Asosiasi Eksportir dan Produsen Produk Perikanan Vietnam menyebutkan, peningkatan daya saing lobster didukung oleh perbaikan kualitas, transparansi asal produk, serta peningkatan kemampuan pelacakan (traceability).

Baca juga: Rebutan Pasar China: Peta Persaingan Ekspor Durian Asia Tenggara 2025

Faktor-faktor tersebut dinilai penting untuk memenuhi standar impor China yang semakin ketat, sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap produk laut Vietnam.

Permintaan China tetap menjadi penggerak

Kementerian Pertanian dan Lingkungan Vietnam menilai pertumbuhan ekspor ini mencerminkan permintaan berkelanjutan terhadap produk agro, kehutanan, dan perikanan negara tersebut.

Menurut kementerian, tren ini menunjukkan prospek ekspansi pasar yang besar bagi Vietnam dalam perdagangan produk segar.

Permintaan tinggi dari China tidak hanya mendorong peningkatan nilai ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Vietnam sebagai pemasok penting dalam rantai pasok regional untuk komoditas pangan tropis dan produk perikanan.

Baca juga: Tsunami Durian, Harga Musang King di Malaysia Anjlok Jadi Hanya Rp 41.000 Per Kg

Tantangan pasokan masih membayangi

Ilustrasi lobster, budidaya lobster. SHUTTERSTOCK/TETE_ESCAPE Ilustrasi lobster, budidaya lobster.

Meski kinerja ekspor menunjukkan tren positif, sejumlah kendala struktural masih membatasi potensi pertumbuhan.

Pasokan perikanan, misalnya, dilaporkan mengalami tekanan setelah badai pada akhir tahun lalu merusak sejumlah tambak udang di wilayah selatan-tengah Vietnam.

Di sektor hortikultura, produksi durian off-season alias di luar musim pada tahun ini juga menurun sekitar 30 hingga 40 persen akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Penurunan produksi tersebut berpotensi memengaruhi kemampuan eksportir untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekspor pada bulan-bulan berikutnya, terutama jika permintaan tetap tinggi.

Baca juga: Pemerintah Mau Setop Ekspor Benur Lobster, Fokus Budidaya di Dalam Negeri

Peran musiman dalam lonjakan permintaan

Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi salah satu faktor utama yang mendorong konsumsi makanan premium di China, termasuk buah tropis dan produk laut hidup.

Vietnam dinilai mampu memanfaatkan momentum ini dengan menyediakan pasokan pada saat negara pemasok lain mengalami penurunan produksi atau telah melewati musim panen.

Keunggulan musiman tersebut memperkuat daya saing Vietnam di pasar ekspor, sekaligus membantu menjaga stabilitas kinerja sektor agro dan perikanan.

Transparansi dan standar mutu jadi penentu

Selain faktor musiman, peningkatan standar mutu dan transparansi rantai pasok disebut sebagai elemen penting dalam mendorong ekspor.

Baca juga: Prabowo Ingin Perpres Pemberantasan Ekspor Lobster Ilegal Dikebut

Kemampuan pelacakan asal produk menjadi semakin krusial dalam perdagangan pangan global, terutama untuk memenuhi regulasi keamanan pangan di negara tujuan.

Asosiasi industri menilai langkah-langkah ini berkontribusi pada meningkatnya kepercayaan pembeli serta memperluas peluang ekspor produk segar Vietnam.

Prospek ekspansi pasar

Pertumbuhan ekspor durian dan lobster pada awal 2026 menegaskan potensi besar komoditas pertanian dan perikanan Vietnam di pasar internasional, khususnya China.

Permintaan yang konsisten, didukung perbaikan kualitas produk dan efisiensi logistik, dinilai membuka ruang bagi pelaku industri untuk memperluas pangsa pasar.

Baca juga: Saat Ekspor Durian RI Kalah Jauh dari Vietnam dan Malaysia

Namun demikian, dinamika pasokan domestik, kondisi cuaca, serta faktor eksternal seperti regulasi impor tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi kinerja ekspor sektor ini ke depan.

Dengan kombinasi peluang permintaan dan tantangan produksi, perkembangan ekspor durian dan lobster Vietnam menjadi indikator penting dalam memantau kesehatan sektor agro-perikanan negara tersebut pada 2026.

Tag:  #ekspor #durian #lobster #vietnam #china #melonjak #tajam #awal #2026

KOMENTAR