Jumlah Pemudik Diprediksi Turun, Daya Beli Masyarakat Lesu?
Ilustrasi mudik. Aktivitas mudik atau pulang kampung telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia menjelang hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Mengingat perjalanan mudik seringkali menempuh jarak yang jauh dan menguras energi, muncul pertanyaan terkait kewajiban ibadah di bulan suci: bolehkah seseorang yang sedang mudik tidak berpuasa Ramadhan?(GENERATED BY GEMINI AI)
20:24
23 Maret 2026

Jumlah Pemudik Diprediksi Turun, Daya Beli Masyarakat Lesu?

- Beberapa survei mengatakan jumlah pemudik pada 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini diduga terjadi karena adanya kekhawatiran terkait kondisi keuangan dan daya beli masyarakat yang sedikit menurun.

Ekonom sekaligus Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Budi Frensidy mengamini hal tersebut.

Baca juga: Mudik dan Lebaran Angkat Asa Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 di Atas 5 Persen

Ilustrasi mudik Lebaran.tribratanews.jabar.polri.go.id Ilustrasi mudik Lebaran.

"Saya pikir benar, daya beli mengalami penurunan," kata dia kepada Kompas.com, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, di saat yang sama banyak pekerja yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Di samping itu, angkatan kerja yang baru lulus kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tergantikan oleh artificial intelligence (AI) atau akal imitasi.

Kendati demikian, momentum mudik dan perayaan Idul Fitri 2026 dinilai masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun ini.

Baca juga: ASDP Catat 2,5 Juta Penumpang di Puncak Mudik Lebaran 2026

Pemerintah, bank sentral, pelaku usaha, hingga ekonom menilai peningkatan konsumsi masyarakat, percepatan belanja negara, serta berbagai stimulus kebijakan dapat mendorong aktivitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong mobilitas masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran.

Ia menyebut kebijakan tersebut antara lain pemberian potongan harga (diskon), penerapan skema work from anywhere (WFA), serta berbagai bantuan sosial dan bantuan pangan.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.PIXABAY Ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Berharap dengan kemenangan ini kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama 5,5 persen,” ujar Airlangga saat ditemui dalam acara open house Lebaran, Sabtu (21/3/2026).

Baca juga: Arus Mudik 2026, Volume Lalu Lintas Trans Jawa Meningkat 131,87 Persen

Sementara itu, Ekonom Kisi Asset Management Arfian Prasetya Aji memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 berada di kisaran 5,2 sampai 5,3 persen.

“Terdapat dua faktor utama yang dapat menjadi penopang,” ujarnya.

Ia menyebut percepatan belanja pemerintah pada awal tahun dengan total anggaran mencapai Rp 809 triliun serta pertumbuhan kredit 9,96 persen secara tahunan (yoy) pada Januari 2026 sebagai faktor utama.

Kapolri sebut jumlah pemudik naik

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan terjadinya peningkatan penumpang di stasiun, terminal, dan pelabuhan di momen arus mudik Lebaran 2026.

Baca juga: Penumpang Kereta Selama Mudik Hampir 2 Juta, Tiket KA Masih Tersisa 699.000 Kursi

"Tentunya ini menjadi catatan bagi kita semua bahwa awalnya hasil survei terjadi penurunan," kata Listyo Sigit saat menggelar konferensi pers di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Jumat (20/3/2026).

"Namun dalam realitanya, pelaksanaannya, ternyata terjadi peningkatan," imbuh dia.

Listyo Sigit memerinci, di terminal, kurang lebih 1.160.398 penumpang yang berangkat atau naik 23,8 persen dibandingkan 2025.

Kemudian, di stasiun, terdapat 1.429.364 penumpang berangkat atau naik 12,85 persen dibandingkan 2025.

Baca juga: Pemerintah: Mudik Idul Fitri Instrumen Penguatan Ekonomi yang Konsisten

Selanjutnya, di bandara, terdapat 1.950.045 penumpang atau naik 0,81 persen dibandingkan 2025.

"Kemudian, di pelabuhan terdapat 1.744.768 penumpang yang berangkat atau naik, 2,53 persen dibandingkan 2025," kata Kapolri.

Di samping itu, merujuk pada laporan Jasa Marga, dia menyampaikan, puncak arus mudik tahun ini terjadi pada 18 Maret 2026, dengan total 270.315 kendaraan.

Ilustrasi mudik.Dok. KAI Ilustrasi mudik.

Jumlah itu meningkat 4,62 persen dibandingkan puncak arus mudik tahun 2025, sebesar 258.383 kendaraan.

Baca juga: Lebaranomics: Transformasi Mudik Jadi Stimulus Ekonomi Daerah

Jumlah pemudik dengan angkutan umum meningkat

Pergerakan pemudik menggunakan angkutan umum pada Lebaran 2026 terus meningkat.

Hingga H-1 Lebaran atau 20 Maret 2026, jumlah penumpang tercatat menembus 10 juta orang.

Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), total penumpang angkutan umum sejak H-8 hingga H-1 mencapai 10.003.583 orang atau naik 9,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 9.158.315 orang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Ernita Titis Dewi mengatakan, masyarakat diimbau mulai mengantisipasi arus balik yang diperkirakan mencapai puncaknya dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga: Mudik Lebaran, Pakai E-Wallet Ini untuk Tarik Tunai di ATM BRI dan BJB

“Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan arus balik lebih awal menghindari waktu-waktu puncak,” ujar Titis dalam keterangan resmi, Sabtu (21/3/2026).

Secara terperinci, moda transportasi kereta api menjadi penyumbang terbesar dengan 2,98 juta penumpang atau naik 13,22 persen secara tahunan.

Posisi berikutnya disusul angkutan penyeberangan sebanyak 2,48 juta penumpang naik 14,78 persen.

Setelah itu, angkutan udara 2,19 juta penumpang naik 3,05 persen, angkutan darat 1,58 juta penumpang naik 9,18 persen, dan angkutan laut 761.993 penumpang.

Baca juga: Tarif Tiket Pesawat Mahal, Pemudik Pilih Naik Bus untuk Mudik Lebaran

Pada H-1 saja kata Titis, jumlah penumpang mencapai 915.635 orang, dengan kontribusi terbesar dari kereta api sebanyak 302.823 orang, diikuti angkutan udara 207.261 orang, penyeberangan 189.804 orang, angkutan darat 161.054 orang, serta angkutan laut 54.693 orang.

Selain pergerakan penumpang, arus kendaraan juga meningkat signifikan.

Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov JatengKEMENHUB Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov Jateng

Di gerbang tol Jakarta, kendaraan keluar tercatat sebanyak 117.016 unit, sedangkan kendaraan masuk mencapai 66.210 unit.

Sementara total pergerakan kendaraan di gerbang tol Jabodetabek mencapai 248.349 unit dan di luar Jabodetabek sebanyak 236.758 unit.

Baca juga: Mudik hingga THR Picu Perputaran Uang Lebaran 2026 hingga Rp 161 T

Survei Kemenhub pproyeksikan jumlah pemudik turun

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 mencapai sekitar 144 juta orang.

Angka ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun pemerintah tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan potensi pergerakan masyarakat sekitar 143,7 juta orang.

"Kalau secara nasional, perkiraan kami berdasarkan survei ada 143,7 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Lebih rendah 1,75 persen dibandingkan tahun 2025, berdasarkan survei ya," jelasnya di Surabaya, Jumat (20/2/2026).

Baca juga: Arus Mudik 2026: Tol Cipali Padat Merayap, Rest Area Overload

Pada 2025, jumlah pemudik diperkirakan 146 juta orang.

Namun realisasinya mencapai 154 juta orang.

Artinya, pergerakan masyarakat sering kali melampaui angka survei.

Oleh karena itu pemerintah tetap melakukan antisipasi meskipun prediksi tahun ini lebih rendah.

Baca juga: Lewat Program Mudik Bersama Gratis, Bank Mandiri Berangkatkan Lebih dari 10.000 Pemudik

"Namun kemungkinan akan terjadi kenaikan, itu harus juga kita antisipasi," kata dia.

Survei Kompas prediksi jumlah pemudik Lebaran turun karena faktor ekonomi

Ilustrasi mudik, diskon 50 persen masuk kampus Muhammadiyah pakai tukar tiket mudik. tribratanews.polri.go.id Ilustrasi mudik, diskon 50 persen masuk kampus Muhammadiyah pakai tukar tiket mudik.

Jumlah warga yang berencana mudik pada Lebaran 2026 diprediksi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Survei Potensi Mudik Lebaran Januari 2026 yang dirilis Litbang Kompas menunjukkan, hanya 23,3 persen responden yang menyatakan akan mudik ke luar kota.

Angka ini turun dari 25,7 persen pada 2025, atau berkurang sekitar 2,4 poin persentase.

Baca juga: Catat! Ini Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 di Trans Jawa

Sebaliknya, responden yang menyatakan tidak mudik atau belum memutuskan meningkat menjadi 76,7 persen pada 2026.

Penurunan ini diduga berkaitan dengan faktor ekonomi.

Pada halaman 13 laporan survei, sebanyak 49,4 persen responden mengaku khawatir soal keuangan saat Lebaran, termasuk takut uang tidak cukup untuk kebutuhan keluarga.

Selain itu, rencana biaya mudik 2026 menunjukkan 38 persen responden memperkirakan pengeluaran lebih dari Rp 2,5 juta untuk perjalanan.

Baca juga: Jadwal Contraflow, Skema Buka Tutup Arus Mudik 2026 di Tol Trans Jawa 

Tekanan biaya transportasi dan konsumsi selama Lebaran menjadi beban tersendiri bagi rumah tangga.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.

Tag:  #jumlah #pemudik #diprediksi #turun #daya #beli #masyarakat #lesu

KOMENTAR