Trump Sebut AS-Iran Berunding Akhiri Perang, Harga Minyak Dunia Langsung Jatuh 11 Persen
Pemerintahan Presiden Donald Trump memberikan kelonggaran sementara terhadap sanksi pembelian minyak Iran di laut selama 30 hari. Kebijakan ini ditempuh sebagai upaya meredam lonjakan harga minyak dunia di tengah konflik dengan Iran.(AFP/MANDEL NGAN)
06:08
24 Maret 2026

Trump Sebut AS-Iran Berunding Akhiri Perang, Harga Minyak Dunia Langsung Jatuh 11 Persen

- Harga minyak turun pada awal pekan ini setelah Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Iran telah melakukan pembicaraan produktif tentang mengakhiri perang.

Trump juga dikabarkan telah memerintahkan penghentian sementara serangan terhadap infrastruktur energi utama di negara tersebut selama lima hari.

Minyak mentah Brent turun lebih dari 11 persen menjadi 99,71 dollar AS per barrel setelah mencapai 112 dollar AS pada hari Jumat.

Sedangkan, Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun lebih dari 10 persen menjadi 88,07 dollar AS per barrel. 

"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan Negara Iran telah melakukan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total, atas permusuhan kita di Timur Tengah," tulis Trump dalam sebuah unggahan Truth Social, dikutip dari CNBC, Senin waktu setempat.

"Saya telah memerintahakan departemen perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari," imbuh tulisan tersebut.

Baca juga: Efek Ancaman Trump ke Iran: Bursa Dunia Anjlok, Harga Energi Melonjak

Unggahan tersebut muncul setelah Trump pada hari Sabtu mengatakan Iran memiliki waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz atau AS akan menyerang pembangkit listrik Iran.

Masih belum jelas kapan jalur pelayaran utama tersebut akan dibuka kembali.

Goldman Sachs secara signifikan menaikkan perkiraan harga minyaknya pada hari Senin.

Bank tersebut memperkirakan Brent rata-rata mencapai 110 dollar AS pada bulan Maret dan April.

Proyeksi tersebut naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 98 dollar AS, atau melonjak 62 persen dari rata-rata tahunan 2025.

Goldman Sach juga meningkatkan perkiraan WTI menjadi 98 dollar AS pada bulan Maret dan 105 dollar AS pada April.

“Dengan asumsi bahwa aliran Hormuz tetap berada pada 5 persen (dari aliran normal) hingga 10 April, harga kemungkinan akan cenderung naik selama periode tersebut,” kata analis Goldman.

Dia menambahkan pengakuan pemerintah terhadap risiko seputar pasokan yang terkonsentrasi dan kapasitas domestik cadangan yang terbatas dapat menyebabkan penimbunan yang lebih besar dan harga jangka panjang.

Ketika aliran Hormuz tetap di angka 5 persen selama 10 minggu, harga Brent harian kemungkinan akan melampaui rekor tertinggi 2008.

Waktu itu, minyak mentah Brent mencapai sekitar 147 dollar AS per barel pada Juli 2008 sebelum anjlok menjadi sekitar 40 dollar AS dalam beberapa bulan karena krisis keuangan global menghancurkan permintaan.

Sebagai catatan, Selat Hormuz biasanya menangani sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Baca juga: Harga Minyak dan Gas Melonjak Tajam Akibat Serangan di Teluk

Di samping itu, media pemerintah Iran pada hari Minggu menegaskan bahwa Teheran akan mengizinkan jalur aman melalui selat tersebut untuk semua kapal kecuali kapal yang terkait dengan musuh-musuh Iran.

Direktur Eksekutif International Energy Agency Fatih Birol memperingatkan pada hari Senin bahwa situasi di Timur Tengah sangat parah dan jauh lebih buruk daripada dua guncangan minyak pada 1970-an serta dampak perang Rusia-Ukraina terhadap gas.

Pada tanggal 11 Maret, negara-negara anggota IEA sepakat untuk melepaskan rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk mengatasi gangguan pasokan yang dipicu oleh perang Iran.

Kepala IEA telah berkonsultasi dengan pemerintah di Asia dan Eropa tentang pelepasan lebih banyak minyak yang ditimbun jika perlu. Dia juga menekankan solusi terpenting saat ini adalah membuka Selat Hormuz.

Baca juga: Gangguan Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia

Tag:  #trump #sebut #iran #berunding #akhiri #perang #harga #minyak #dunia #langsung #jatuh #persen

KOMENTAR