Jayamas Medica (OMED) Catat Penjualan Rp 2,06 T dan Laba Rp 368,9 M
Ilustrasi alat kesehatan (alkes).(FREEPIK/FREEPIK)
16:52
26 Maret 2026

Jayamas Medica (OMED) Catat Penjualan Rp 2,06 T dan Laba Rp 368,9 M

PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, dengan pertumbuhan penjualan dan laba bersih yang terjaga di tengah dinamika industri kesehatan dan tekanan geopolitik global.

Perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,06 triliun, meningkat 9,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Rp 1,89 triliun pada 2024.

Sejalan dengan itu, laba bruto tumbuh 15,0 persen YoY menjadi Rp 717,5 miliar, dengan margin laba bruto meningkat menjadi 34,8 persen dari sebelumnya 33,1 persen.

Baca juga: Jayamas Medica (OMED) Gandeng SUN Energy Operasikan PLTS di 2 Fasilitas Produksi

Ilustrasi alat kesehatan. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi alat kesehatan.

Direktur Marketing & Sales OMED, Louis Krisnadi Hartanto, mengatakan peningkatan margin tersebut mencerminkan efisiensi biaya produksi serta perbaikan bauran produk ke arah produk dengan margin lebih tinggi.

OMED juga mencatat laba usaha sebesar Rp 390,9 miliar, tumbuh 12,2 persen YoY, dengan margin usaha sebesar 18,9 persen.

Sementara itu, laba tahun berjalan meningkat 13,9 persen YoY menjadi Rp 368,9 miliar dari Rp 324,0 miliar pada tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan laba, laba per saham (earning per share/EPS) turut meningkat menjadi Rp 13,57 dari Rp 11,89.

Baca juga: Jayamas Medica Industri (OMED) Cetak Laba Bersih Rp 154,7 Miliar Per Semester I 2025

Ia mencatat, secara operasional pertumbuhan kinerja didukung oleh sejumlah segmen utama.

Produk medis sekali pakai dan habis pakai tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 48,8 persen dari total pendapatan, tumbuh 9,4 persen YoY.

Segmen perawatan luka mencatat pertumbuhan sebesar 16,2 persen YoY, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan peluncuran produk baru Isoplast.

Segmen antiseptik dan dialisis juga tumbuh 9,6 persen YoY seiring kenaikan volume penjualan dan inovasi produk.

Ilustrasi alat kesehatan, alat diagnosis kesehatan. SHUTTERSTOCK/GOLDEN SHRIMP Ilustrasi alat kesehatan, alat diagnosis kesehatan.

Baca juga: Emiten Alkes OMED Bidik Ekspor Jarum Suntik ke AS

Adapun segmen bioteknologi dan laboratorium mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 30,1 persen YoY. Sementara segmen diagnostik dan peralatan medis mengalami penyesuaian sebesar 6,9 persen YoY, sejalan dengan dinamika permintaan pasar.

“Kinerja ini mencerminkan stabilitas model bisnis OMED yang didukung oleh portofolio produk yang terdiversifikasi serta jaringan distribusi yang luas di seluruh Indonesia,” ujar Louis lewat keterangan pers, Kamis (26/3/2026).

Memasuki tahun 2026, OMED mempertahankan pandangan positif terhadap prospek industri alat kesehatan nasional, meskipun masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan harga energi.

Perseroan menargetkan pendapatan sekitar Rp 2,3 triliun pada 2026 atau tumbuh 10-15 persen YoY.

Baca juga: Emiten Produsen Alkes OMED Raup Laba Bersih Rp 212,6 Miliar pada Kuartal III 2024

Selain itu, OMED menargetkan margin laba bruto berada di kisaran awal 30 persen, serta penjualan ekspor mencapai 1,0 juta dollar AS hingga 1,5 juta dollar AS.

“Target tersebut akan didukung oleh penguatan distribusi domestik, pengembangan produk dengan margin lebih tinggi, ekspansi pasar ekspor, serta peningkatan efisiensi operasional yang berkelanjutan,” tukas Louis.

Tag:  #jayamas #medica #omed #catat #penjualan #laba #3689

KOMENTAR