Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan masih ada sejumlah sekolah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang menjalankan kegiatan belajar mengajar di tenda, kelas darurat, hingga menumpang di sekolah lain.
Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah yang harus direlokasi karena masuk zona merah.
Tito menyampakain itu usai Rapat Koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Ia menyebut proses pembelajaran di wilayah terdampak bencana tetap berjalan meski sebagian sekolah belum dapat kembali beroperasi secara normal.
Berdasar data, Tito mengungkap, dari total 4.922 sekolah yang terdampak di tiga provinsi tersebut, sekitar 3.800 sekolah telah diperbaiki dan kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Proses pembelajaran berjalan, tapi dari 4.922, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, dan terutama di daerah merah. Di daerah merah yang dia harus relokasi, ini yang sedang tadi kita bicarakan mengenai kesiapan tempat untuk relokasinya," ungkapnya.
Selain belajar di tenda, sebagian siswa masih harus menumpang di sekolah lain atau menggunakan kelas darurat sambil menunggu proses perbaikan dan relokasi selesai.
"Kemudian juga ada yang menumpang di sekolah yang lain, ya, ada juga yang di kelas darurat. Itu ada beberapa, tapi mayoritas sudah di sekolah masing-masing. Dari 4.922, seingat saya lebih kurang hampir 3.800 itu ada di sekolah masing-masing, sudah diperbaiki," ujarnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai Rapat Koordinasi dengan Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). [Suara.com/Bagaskara]Meski demikian, Tito menegaskan kondisi pemulihan pascabencana secara umum menunjukkan perkembangan positif.
Infrastruktur dasar dan pelayanan publik di wilayah terdampak sebagian besar telah kembali berfungsi. Ia juga menyebut roda pemerintahan daerah yang sebelumnya sempat terganggu kini sudah berjalan normal.
"Pemerintahan kabupaten yang tadinya ada yang tidak jalan, sekarang semua sudah jalan. Kantor desa ada yang masih di Huntara (Hunian Sementara) atau rumah kepala desa, tapi pelayanan operasional sudah berjalan," katanya.
Di sektor infrastruktur, seluruh jalan nasional yang sempat terdampak kini telah kembali terhubung. Pemerintah juga memasang sejumlah jembatan darurat untuk menjaga akses mobilitas warga.
"Jembatan nasional sudah terhubung meskipun sifatnya temporer, ada yang pakai bailey, jembatan perintis, hingga jembatan gantung. Yang masih menjadi perhatian adalah perbaikan jalan provinsi di rute Bireuen-Gayo Lues (Aceh) dan di Tapanuli Utara," jelasnya.
Menurut Tito, pemerintah kini bersiap memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi permanen, termasuk mempercepat relokasi warga dari hunian sementara menuju hunian tetap.
"Update situasi ini menunjukkan kita sudah siap masuk ke tahap pemulihan permanen (rehabilitasi dan rekonstruksi). Fokus kita ke depan adalah memastikan warga tidak terlalu lama di Huntara dan segera memiliki Hunian Tetap (Huntap)," pungkasnya.
Tag: #sisi #getir #pasca #bencana #sumatra #masih #sekolah #yang #bertahan #tenda #kelas #darurat