Volume Kendaraan Meningkat Saat Arus Balik, Jasamarga Berlakukan One Way di Tol Cikampek Utama
Arus lalu lintas di Km 57 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Kamis (25/3/2026) pukul 06.00 WIB.(KOMPAS.COM/FARIDA)
14:16
27 Maret 2026

Volume Kendaraan Meningkat Saat Arus Balik, Jasamarga Berlakukan One Way di Tol Cikampek Utama

Menghadapi tingginya volume kendaraan saat arus balik, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengoptimalkan pelayanan di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama sebagai titik krusial arus balik sekaligus mendukung pemberlakuan rekayasa lalu lintas berupa one way lokal secara bertahap.

Pemberlakuan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Jumat (27/3/2026).

Sebelumnya rekayasa lalu lintas one way lokal diberlakukan secara bertahap dimulai dari KM 132 Ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada pukul 08.47 WIB.

Baca juga: One Way Arus Balik Diperluas hingga KM 263, GT Cikampek Utama Tambah 26 Gardu

“Selanjutnya, pada pukul 10.23 WIB rekayasa lalu lintas one way lokal presisi diperluas dari KM 263 Ruas Jalan Tol Pejagan–Pemalang hingga KM 70 GT Cikampek Utama Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek,” kata Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo dalam keterangan resmi.

Ria mengatakan, rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional sesuai diskresi Kepolisian dan akan terus dievaluasi mengikuti perkembangan kondisi di lapangan.

Sebagai bentuk optimalisasi pelayanan, GT Cikampek Utama sebagai barrier terakhir yang menerima kendaraan dari wilayah timur Trans Jawa saat ini mengoperasikan sebanyak 22 gardu untuk melayani arus kendaraan menuju arah Jakarta.

“JTT juga akan terus melakukan penyesuaian pengoperasian gardu secara situasional, termasuk peningkatan kapasitas hingga 26 gardu guna mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas,” ujar Ria.

Baca juga: Antisipasi Puncak Arus Balik, Kapal di Ketapang Bisa Ditambah hingga 40 Unit

Ria menyampaikan bahwa JTT telah mengoptimalkan seluruh sumber daya operasional guna mendukung kelancaran pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut.

“JTT mendukung penuh kebijakan rekayasa lalu lintas yang ditetapkan oleh Kepolisian guna memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar dan terkendali,” ungkapnya.

Arus lalu lintas di Km 57 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Kamis (25/3/2026) pukul 06.00 WIB.KOMPAS.COM/FARIDA Arus lalu lintas di Km 57 ruas jalan tol Jakarta - Cikampek, Kamis (25/3/2026) pukul 06.00 WIB.

“Seiring dengan peningkatan volume lalu lintas pada periode arus balik, kami juga memastikan layanan di lapangan tetap optimal sehingga pengguna jalan dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman,” lanjut Ria.

Ria menegaskan pihak JTT akan memastikan kesiapan operasional melalui optimalisasi petugas di lapangan, pengoperasian gardu tol secara maksimal, serta penambahan dukungan layanan transaksi untuk mempercepat pelayanan di gerbang tol.

Baca juga: Arus Balik Meningkat, 173 Ribu Kendaraan Masuk Jabodetabek

Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara real time melalui CCTV yang terintegrasi dengan pusat pengendalian informasi.

Sejalan dengan pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut, Ria mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk dapat mengantisipasi rute perjalanan sejak dini, memastikan kondisi kendaraan maupun pengemudi dalam keadaan prima, serta mempersiapkan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.

“Pengguna jalan juga diharapkan senantiasa mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” tegas Ria.

Tag:  #volume #kendaraan #meningkat #saat #arus #balik #jasamarga #berlakukan #cikampek #utama

KOMENTAR