Ekspor RI ke Iran Capai Rp 4,2 T, Meski Perang Hantui Timur Tengah
Menteri Perdagangan Budi Santoso alias Busan, saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
16:32
27 Maret 2026

Ekspor RI ke Iran Capai Rp 4,2 T, Meski Perang Hantui Timur Tengah

- Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, menyebut nilai ekspor dan impor Indonesia ke Iran sepanjang 2025 mencapai 257,9 juta dollar Amerika Serikat (AS), setara Rp 4,3 triliun.

Dari jumlah tersebut, nilai ekspor Indonesia ke Iran mencapai 249,1 juta dollar AS atau Rp 4,2 triliun.

“Total ekspor (impor) kita sekitar 250 juta (dollar AS) ke Iran,” kata Busan saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Baca juga: Kopi Indonesia Makin Diminati, Ekspor ke Australia Tembus Rp 114 Miliar

Ilustrasi ekspor. PIXABAY/AWADPALESTINE Ilustrasi ekspor.

Menurut Busan, jumlah ekspor Indonesia ke Iran sekitar 2,5 persen dari total volume ekspor RI ke negara-negara di Timur Tengah.

Volume tersebut selisih jauh dengan nilai ekspor Indonesia ke Uni Emirat Arab (UEA) yang mencapai 40 persen atau Rp 52 triliun dan Arab Saudi 29 persen atau Rp 48,8 triliun.

“Ekspor kita ke Timur Tengah tahun 2025 itu kan 9,87 miliar dollar AS, atau pangsa pasarnya itu 3,49 persen dari total ekspor kita ke dunia,” tutur Busan.

Busan menyebut, volume ekspor ke UAE bisa begitu tinggi karena Indonesia telah meneken kerja sama Indonesia–United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).

Baca juga: Mewaspadai Pergeseran Struktur Ekspor China

Perjanjian dagang tersebut menjadi kesepakatan dagang pertama Indonesia dengan negara Teluk.

“Karena UAE itu kan kita sudah punya CEPA,” kata dia.

Komoditas ekspor Indonesia ke Iran dan Arab Saudi

Adapun ekspor Indonesia ke Iran hanya menyangkut komoditas non minyak dan gas (migas). Indonesia tidak mengekspor sama sekali produk migas ke salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia itu.

Ilustrasi ekspor.UNSPLASH/ANDY LI Ilustrasi ekspor.

Merujuk pada Satu Data Kemendag, komoditas ekspor unggulan RI ke Iran mencakup buah-buahan Rp 1,4 triliun. Kemudian, kendaraan dan komponennya Rp 576,9 miliar, serta lemak dan minyak hewan/ nabati Rp 373,3 miliar.

Baca juga: Filipina Berpotensi Kehilangan Rp 3,37 T dari Ekspor Pisang Akibat Perang Iran

Sementara, komoditas ekspor non migas unggulan Indonesia ke UEA mencakup perhiasan atau permata Rp 20 triliun. Lalu, minyak dan lemak hewan/nabati Rp 8,6 triliun, dan serta kendaraan dan komponennya Rp 6,1 triliun.

Adapun komoditas unggulan ekspor non migas Indonesia ke Arab Saudi meliputi kendaraan dan komponennya Rp 12,5 triliun, serta lemak dan minyak hewan/nabati Rp 10,8 triliun.

Terdampak perang, tetap mau ekspor

Busan mengatakan, perang antara Israel dan AS melawan Iran yang melibatkan negara-negara Teluk berdampak pada kenaikan biaya logistik.

Pembatasan lalu lintas di Selat Hormuz memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sehingga biaya pengangkutan naik.

Baca juga: Di Balik Lonjakan Ekspor Perkebunan: Memaksimalkan Kesejahteraan Petani

“Jadi pengaruhnya ke logistik dan juga salah satunya rute pengalihan. Jadi kan semakin panjang sekarang karena ada beberapa port yang ditutup,” ujar Busan.

Kemendag telah berdialog dengan para eksportir ke negara-negara di Timur Tengah.

Menurut Busan, sejak perang meletus pada 28 Februari lalu para eksportir menyatakan tetap memenuhi permintaan berbagai komoditas ke Timur Tengah.

Sebab, mereka masih menerima permintaan dari negara-negara Arab.

Baca juga: Imbas Perang Timur Tengah, Saudi Aramco Kurangi Ekspor Minyak ke Asia April 2026

“Ya, cuma itu tadi, cost-nya mungkin lebih tinggi untuk biaya transportasinya,” kata Busan.

Kemendag memprediksi, jika perang semakin panjang nilai ekspor Indonesia ke seluruh dunia pada 2026 bakal turun jika dibanding 2025.

Meski demikian, Kemendag belum memastikan persentase penurunan ekspor tersebut.

“Paling tidak ekspor kita bisa pertumbuhannya bisa lebih rendah daripada tahun lalu. Tapi mudah-mudahan cepat selesai,” tutur Busan.

Tag:  #ekspor #iran #capai #meski #perang #hantui #timur #tengah

KOMENTAR