India Pangkas Pajak BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Bendera India. India bersiap menyalip Jepang menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia. Meski begitu, tantangan masih ada.(Wikimedia Commons)
09:56
28 Maret 2026

India Pangkas Pajak BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia

Pemerintah India memangkas pajak tambahan (special additional excise duty) untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dan solar di tengah lonjakan harga minyak global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Kebijakan tersebut diambil ketika pasar energi global bergejolak, terutama setelah konflik yang melibatkan Iran memicu gangguan pasokan minyak dunia dan menekan negara-negara pengimpor energi seperti India.

Berdasarkan pemberitahuan pemerintah pada Kamis (26/3/2026), Kementerian Keuangan India menurunkan pajak tambahan untuk bensin menjadi 3 rupee per liter atau sekitar Rp 537 (asumsi kurs Rp 178,82 per rupee) dari sebelumnya 13 rupee per liter atau setara sekitar Rp 2.324.

Baca juga: Berbeda dengan Malaysia, Indonesia Tak Batasi Kuota BBM Bersubsidi

Ilustrasi BBM.Freepik/jcomp Ilustrasi BBM.

Sementara itu, dikutip dari The Edge Malaysia, Sabtu (28/3/2026), pajak tambahan untuk solar dipangkas menjadi nol dari sebelumnya 10 rupee per liter atau sekitar Rp 1.788.

Kebijakan ini berlaku efektif segera.

Respons terhadap lonjakan harga minyak dunia

Langkah tersebut diambil di tengah lonjakan tajam harga minyak mentah dunia.

Harga minyak dunia meningkat signifikan sejak akhir Februari 2026 setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran memicu gangguan pada jalur distribusi energi utama.

Baca juga: Bahlil Imbau Masyarakat Gunakan Elpiji dan BBM Secukupnya

Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak global, terdampak oleh konflik tersebut. Jalur ini diketahui menjadi rute bagi sekitar 40 persen impor minyak mentah India.

Gangguan pada jalur tersebut bahkan mendorong harga minyak global menembus level di atas 100 dollar AS per barrel, mencerminkan tekanan besar pada pasar energi internasional.

Kondisi tersebut membuat negara dengan ketergantungan impor tinggi seperti India berada dalam tekanan.

Ilustrasi Selat Hormuz.Google Maps Ilustrasi Selat Hormuz.

Mengutip Daily Mirror, India sendiri merupakan importir minyak terbesar ketiga di dunia dan memenuhi lebih dari 90 persen kebutuhan minyaknya dari luar negeri.

Baca juga: Ingatkan Warga Jangan Panic Buying BBM, Bahlil: Pakailah Secukupnya

Upaya menahan kenaikan harga BBM domestik

Pemangkasan pajak ini bertujuan untuk menahan kenaikan harga BBM di dalam negeri dan melindungi konsumen dari dampak inflasi energi.

Menteri Perminyakan India Hardeep Singh Puri menyatakan pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga secara signifikan atau menanggung beban fiskal.

“Pemerintah punya dua pilihan, menaikkan harga secara drastis bagi warga atau menanggung beban itu sendiri,” ungkap dia, dikutip dari Hindustan Times.

Selain untuk melindungi konsumen, kebijakan ini juga dimaksudkan untuk meredam tekanan inflasi yang dipicu oleh kenaikan biaya energi dan transportasi.

Baca juga: Antisipasi Krisis Energi, Malaysia Kurangi Jatah BBM Subsidi

Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga bahan bakar domestik di tengah volatilitas pasar global yang tinggi.

Dampak terhadap keuangan negara

Meski memberikan perlindungan bagi konsumen, kebijakan ini berdampak langsung pada penerimaan negara.

Ketua Central Board of Indirect Taxes and Customs, Vivek Chaturvedi, mengatakan pemerintah akan kehilangan sekitar 70 miliar rupee atau setara sekitar Rp 12,52 triliun setiap dua pekan akibat pemangkasan pajak ini.

Namun, sebagian kerugian tersebut akan dikompensasi melalui penerapan pajak ekspor pada produk energi tertentu.

Baca juga: Subsidi Dikurangi, Thailand Naikkan Harga BBM Mulai Hari Ini

Perbandingan Harga BBM ASEAN 2026 Imbas Perang AS?Israel vs Iran, Singapura Termahal, Bagaimana Posisi Indonesia?SHUTTERSTOCK Perbandingan Harga BBM ASEAN 2026 Imbas Perang AS?Israel vs Iran, Singapura Termahal, Bagaimana Posisi Indonesia?

Pemerintah India menetapkan pajak ekspor sebesar 21,5 rupee per liter atau sekitar Rp 3.844 untuk solar dan 29,5 rupee per liter untuk bahan bakar pesawat (aviation turbine fuel/ATF), setara sekitar Rp 5.275 per liter.

Langkah ini diambil untuk menjaga pasokan dalam negeri sekaligus menambah penerimaan negara di tengah tekanan fiskal.

Tekanan terhadap perusahaan minyak

Lonjakan harga minyak global juga memberikan tekanan besar terhadap perusahaan pemasaran minyak (oil marketing companies/OMC) di India.

Perusahaan-perusahaan ini harus menanggung selisih antara harga minyak mentah yang meningkat dengan harga jual BBM domestik yang relatif dikendalikan.

Baca juga: Filipina Umumkan Darurat Energi, Bangladesh Krisis BBM, Korsel Aktifkan Mode Siaga

Kerugian perusahaan minyak diperkirakan mencapai sekitar 24 rupee per liter atau sekitar Rp 4.292 untuk bensin dan 30 rupee per liter atau sekitar Rp 5.365 untuk solar.

Dalam konteks tersebut, pemangkasan pajak diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap margin perusahaan.

Ekonom Madhavi Arora memperkirakan kebijakan ini dapat menyerap sekitar 30 persen hingga 40 persen dari total kerugian tahunan perusahaan minyak pada kondisi harga saat ini.

Kenaikan harga minyak dunia dan gangguan pasokan

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik dan gangguan pasokan.

Baca juga: Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Maret 2026 di Seluruh SPBU Indonesia dari Pertamax hingga Dex

Sejak akhir Februari 2026, harga minyak mentah global melonjak tajam seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi energi dunia.

Gangguan pada Selat Hormuz menjadi faktor utama, mengingat jalur ini merupakan salah satu arteri energi terpenting di dunia.

Situasi ini tidak hanya berdampak pada harga energi, tetapi juga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan global dan ketahanan energi negara-negara importir.

Ilustrasi kapal tanker. SHUTTERSTOCK/BOB63 Ilustrasi kapal tanker.

Kebijakan tambahan untuk menjaga pasokan domestik

Selain memangkas pajak domestik, pemerintah India juga menerapkan kebijakan tambahan untuk memastikan ketersediaan energi di dalam negeri.

Baca juga: China Ingin Turunkan Harga BBM saat Negara Asia Lain Naikkan Harga, Kenapa?

Penerapan pajak ekspor pada solar dan bahan bakar pesawat bertujuan untuk membatasi ekspor dan menjaga pasokan domestik tetap stabil.

Langkah ini juga mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan bahwa kebutuhan energi domestik tetap terpenuhi di tengah gangguan pasokan global.

Pemerintah India juga menyatakan bahwa pasokan energi, termasuk bahan bakar, pupuk, dan batu bara, tetap aman untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Sensitivitas harga BBM dan faktor politik

Kebijakan pemangkasan pajak ini juga diambil menjelang pemilihan regional di beberapa wilayah India.

Baca juga: Diskon BBM Pertamax dan Pertamina Dex Arus Balik 2026, Ini Cara Belinya

Harga BBM merupakan isu sensitif bagi masyarakat, mengingat dampaknya yang luas terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga agar tidak memicu tekanan ekonomi tambahan bagi masyarakat, sekaligus meredam dampak sosial dari lonjakan harga energi global.

Dampak ke pasar keuangan

Langkah pemerintah India ini turut memengaruhi pasar keuangan domestik.

Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat naik seiring kekhawatiran terhadap defisit fiskal akibat penurunan penerimaan pajak.

Baca juga: BPH Migas Jamin Pasokan BBM Aman Selama Lebaran 2026, Tak Perlu Panik

Di sisi lain, kebijakan ini diperkirakan memberikan sentimen positif bagi saham perusahaan minyak, karena membantu mengurangi tekanan biaya yang mereka tanggung.

Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM).PIXABAY/IADE-MICHOKO Ilustrasi bahan bakar minyak (BBM).

Struktur dan ketergantungan energi India

Dalam struktur energi nasional, India sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Sebagai negara dengan konsumsi energi besar, India mengimpor sebagian besar kebutuhan minyaknya dari luar negeri, terutama dari kawasan Timur Tengah.

Ketergantungan ini membuat perekonomian India sangat sensitif terhadap fluktuasi harga minyak global dan gangguan pasokan internasional, termasuk yang terjadi akibat konflik geopolitik.

Baca juga: Slovenia jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Batasi Pembelian BBM, Imbas Perang Iran

Pemangkasan pajak tambahan ini menjadi salah satu instrumen kebijakan fiskal yang digunakan pemerintah untuk meredam dampak volatilitas tersebut terhadap perekonomian domestik.

Tag:  #india #pangkas #pajak #tengah #lonjakan #harga #minyak #dunia

KOMENTAR