Setelah MSCI, Giliran FTSE Russell Coret Saham-saham HSC asal Indonesia
Ilustrasi pasar modal. FTSE Russell menunda peninjauan indeks saham Indonesia periode Maret 2026 di tengah proses reformasi pasar modal. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
19:36
15 Mei 2026

Setelah MSCI, Giliran FTSE Russell Coret Saham-saham HSC asal Indonesia

Lembaga indeks global FTSE Russell akan mengeluarkan saham Indonesia yang masuk daftar saham konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

Penghapusan tersebut dilakukan melalui tinjauan indeks Juni 2026.

Langkah ini diambil setelah FTSE Russell mengevaluasi perkembangan pasar modal Indonesia sejak Februari 2026.

FTSE Russell merupakan penyedia indeks saham global. Indeks tersebut menjadi acuan atau benchmark bagi investor institusional global.

FTSE Russell mengapresiasi agenda reformasi yang dijalankan otoritas bursa Indonesia. Meski begitu, lembaga tersebut tetap memilih sikap konservatif dalam menentukan komposisi indeks.

“FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak (HSC) dengan harga nol pada tinjauan Juni 2026, yang akan efektif pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026,” tulis FTSE dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Baca juga: IHSG Tertekan Usai MSCI dan FTSE Russell “Coret” Saham RI

Keputusan menghapus saham dengan harga nol diambil untuk menjaga integritas indeks.

FTSE Russell menerima masukan soal risiko likuiditas saham yang terkena peringatan HSC. Likuiditas saham tersebut diperkirakan merosot tajam.

Kondisi itu dapat menyulitkan investor pasif untuk keluar dari saham tersebut secara wajar.

FTSE Russell juga memutuskan tetap menangguhkan penambahan anggota baru dan peningkatan bobot free float bagi emiten Indonesia.

Kebijakan tersebut berlaku sampai tinjauan indeks September 2026.

Penangguhan ini mencakup penundaan masuknya emiten hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO).

Kebijakan ini juga berlaku bagi emiten yang semestinya mengalami kenaikan peringkat atau re ranking berdasarkan kapitalisasi pasar.

“FTSE Russell akan terus menunda re-ranking indeks secara penuh, kenaikan free float, dan penambahan emiten baru hingga setidaknya tinjauan indeks September 2026, guna memberikan periode pemantauan yang lebih panjang,” lanjut keterangan tersebut.

Baca juga: FTSE Russell Pertahankan Status RI, OJK Sebut Kepercayaan Investor Terjaga

Tinjauan Juni 2026 hanya mencakup pembaruan klasifikasi industri, jumlah saham kuartalan, serta daftar emiten berdasarkan kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG) dan syariah.

FTSE Russell menyatakan akan terus memantau efektivitas reformasi transparansi yang dijalankan otoritas Indonesia.

Pemantauan itu akan menjadi dasar sebelum FTSE Russell memulihkan kembali proses pemeringkatan indeks secara penuh.

Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Indexes melalui penyesuaian indeks periode Mei 2026.

Keenam saham tersebut meliputi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).

Meski keluar dari MSCI Global Standard Indexes, saham AMRT dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.

MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes.

Saham tersebut meliputi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Daftar itu juga mencakup PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC), PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), serta PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN).

MSCI menyebut seluruh perubahan tersebut berlaku setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026.

Tag:  #setelah #msci #giliran #ftse #russell #coret #saham #saham #asal #indonesia

KOMENTAR