BTN Cetak 863 Pengembang Baru Lewat Program Mini MBA
– PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatat telah mencetak 863 pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property sejak program tersebut dilaksanakan pada 2016 hingga 2025.
Pada tahun 2025 saja, BTN mencetak 71 pengembang baru melalui Program Mini MBA in Property yang terdiri dari Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar.
Program Mini MBA in Property merupakan hasil kolaborasi antara Housing Finance Center (HFC) BTN dan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung.
Baca juga: BTN (BBTN) Transformasi Layanan, Perkuat Digitalisasi dan Operasional Kredit
Program ini memberikan pembelajaran komprehensif sekaligus simulasi nyata untuk menjadi pengembang properti, serta membuka akses ke berbagai pembiayaan proyek perumahan di BTN.
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, mengatakan program ini bertujuan melahirkan pengembang kompeten yang mampu menghadirkan rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN," ujar Hermita di sela Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026 di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Hermita menambahkan, sektor properti masih memiliki potensi besar seiring kebutuhan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama di daerah.
Baca juga: BTN Tetap Terbitkan Obligasi Meski Berpotensi Dapat Dana Pemerintah
Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan kuat melalui berbagai program pembiayaan dan subsidi untuk pengembangan sektor perumahan nasional.
Menurut dia, penyelenggaraan Program Mini MBA in Property juga menjadi langkah BTN dalam meningkatkan kualitas perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Pasalnya, sektor perumahan merupakan sektor padat modal dengan penggunaan hingga 90 persen bahan lokal.
“Bahkan untuk setiap Rp 1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional,” kata Hermita.
Baca juga: BTN Siapkan Dividen Rp 1,05 Triliun, Likuiditas Jadi Sorotan
Sejak diluncurkan, program ini telah melahirkan 863 alumni yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2025, para alumni program tersebut mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp 35,3 miliar, baik dari sisi funding maupun lending.
Ke depan, BTN akan terus memperkuat program Mini MBA in Property sebagai bagian dari strategi beyond mortgage. Strategi ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi.
BTN juga berencana membuka Program Mini MBA in Property Batch 25 yang dijadwalkan dimulai pada 11 April 2026 di Menara 2 BTN, Jakarta.
Baca juga: BTN (BBTN) Siapkan Uang Tunai Rp 23,18 Triliun untuk Lebaran 2026
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya SBM ITB, Donald Crestofel Lantu, menyampaikan bahwa program yang telah berjalan selama 10 tahun ini dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif.
Ia menjelaskan, seluruh peserta menjalani proses pembelajaran intensif selama 63 jam tatap muka yang disusun berdasarkan kurikulum terstruktur hasil kolaborasi HFC BTN dan SBM ITB.
Kurikulum tersebut mencakup empat pilar utama dalam bisnis properti, yakni Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law.
“Melalui metode case study dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor. Harapannya, mereka menjadi pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata yang tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan,” ujar Donald.