Satgas PRR Serahkan 120 Unit Huntap kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan
Mendagri sekaligus Kasatgas PRR Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri PKP Maruarar Sirait menyerahkan langsung 120 unit huntap tahap pertama kepada masyarakat terdampak bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapsel, Sumut, Jumat (27/3/2026)(Dok. Kemendagri)
18:18
28 Maret 2026

Satgas PRR Serahkan 120 Unit Huntap kepada Penyintas Bencana di Tapanuli Selatan

- Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas (Kasatgas) PRR Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dengan menyerahkan hunian tetap (huntap).

Sebanyak 120 unit huntap tahap pertama telah diserahkan kepada masyarakat penyintas bencana di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Jumat (27/3/2026).

Penyerahan huntap tersebut merupakan langkah percepatan yang sudah dilakukan selama masa transisi, dari fase tanggap darurat menuju fase rehabilitasi dan rekonstruksi, yang akan dimulai pada 1 April 2026.

Baca juga: Huntap di Tapanuli Utara Dibangun Bertahap, Beres Juni Mendatang

Huntap diberikan kepada masyarakat yang kondisi rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana. Pembangunan huntap di Tapsel merupakan salah satu contoh skema komunal yang didukung pihak nonpemerintah, yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi.

Yayasan Buddha Tzu Chi berencana membangun 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).

"Nah, ini termasuk gotong royong tercepat. Saya sampaikan ini paling cepat," ujar Tito dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pembangunan huntap memiliki dua skema, yaitu in situ dan komunal.

Baca juga: Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

Pada skema in situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi yang layak dan aman dengan dukungan dana sebesar Rp 60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang akan dicairkan dalam dua tahap.

Selain membangun secara mandiri, masyarakat juga dapat menyerahkan proses pembangunan huntap tersebut kepada BNPB.

Sementara itu, untuk skema komunal, pembangunan huntap dilakukan dalam satu kawasan dengan lahan yang disediakan oleh pemerintah daerah (pemda).

Adapun proses pembangunan huntap dilakukan oleh Kementerian PKP atau melalui gotong royong dengan kementerian maupun lembaga lain, termasuk pihak nonpemerintah.

Baca juga: Pembangunan Huntap Disambut Antusias dan Harapan oleh Penyintas Bencana di Bireuen

Apresiasi kinerja Bupati Tapsel

Pada kesempatan tersebut, Tito turut mengapresiasi kinerja Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu yang menghimpun dan melaporkan data rumah rusak akibat bencana, baik rusak ringan, sedang, maupun berat, lengkap dengan nama dan alamat dalam waktu singkat.

Kecepatan pengumpulan dan pelaporan data dinilai penting agar penyaluran bantuan dapat segera dilakukan, termasuk dalam penyediaan huntap.

Berkat kelengkapan data yang dikumpulkan, masyarakat terdampak juga telah menerima berbagai bantuan, seperti Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), Bantuan Isian Hunian (BIH), hingga Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE).

“Ini semua karena datanya paling lengkap oleh Pak Bupati Gus Irawan,” ucap Tito.

Baca juga: Kasatgas PRR Tito Tegaskan Kelengkapan Data Pemda Jadi Kunci Percepatan Penyaluran Bantuan

Ia berharap, kecepatan pelaporan data yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dapat diikuti oleh pemerintah daerah terdampak bencana lainnya.

Tito menegaskan bahwa semakin cepat data diterima, semakin cepat pula Badan Pusat Statistik (BPS) memverifikasi keakuratannya di lapangan.

“Makin cepat, maka BNPB bisa bergerak. Bang Ara Menteri PKP (bisa) segera bergerak juga,” tegasnya.

Apresiasi untuk Bupati Tapsel juga datang dari Menteri PKP Maruarar Sirait. Ia memuji lokasi pembangunan huntap yang dipilih Gus Irawan.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Segera Siapkan Data Masyarakat Terdampak dan Lokasi Pembangunan Huntap

Maruarar menilai, lokasi tersebut mampu mendukung ekosistem keberlangsungan hidup warga karena terdapat pasar, sekolah, dan rumah sakit di dekat huntap.

"Lokasi ini tepat sekali, Pak Gus Irawan Pasaribu yang memilih. Ekosistem lokasinya bagus sekali. Ini sudah sesuai arahan Presiden. Pak Prabowo bilang dalam mengambil keputusan harus mempermudah rakyat," ungkapnya.

Tag:  #satgas #serahkan #unit #huntap #kepada #penyintas #bencana #tapanuli #selatan

KOMENTAR