Hadapi El Nino Godzilla, Amran Sebut Stok Beras Cukup 15 Bulan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pimpinan perusahaa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
19:12
30 Maret 2026

Hadapi El Nino Godzilla, Amran Sebut Stok Beras Cukup 15 Bulan

- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut stok beras nasional diproyeksi mencukupi kebutuhan hingga 15 bulan ke depan. Proyeksi ini disampaikan di tengah ancaman El Nino yang disebut sebagai El Nino Godzilla.

Amran memperkirakan ketersediaan beras bisa bertahan hingga Maret 2027, saat Indonesia kembali memasuki musim hujan.

“Sisa 15 bulan. Sampai Maret sudah musim hujan, sudah sampai Februari sudah musim hujan lagi,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Hadapi El Nino, Amran Siapkan Pompanisasi 2,2 Juta Hektar Sawah

Perhitungan dilakukan berdasarkan sejumlah komponen stok. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Perum Bulog saat ini mencapai 4,3 juta ton dan diproyeksi meningkat menjadi 5 juta ton pada April.

Stok di sektor rumah tangga serta hotel, restoran, dan katering mencapai 12,5 juta ton. Selain itu, terdapat potensi dari tanaman padi yang belum dipanen atau standing crop sekitar 11 juta ton.

Produksi juga diperkirakan tetap berjalan selama periode El Nino. Kementerian Pertanian memproyeksi produksi minimal 2 juta ton per bulan selama enam bulan kemarau, dari April hingga Oktober.

“Kalau enam bulan tambah enam bulan lagi produksi dua juta berarti itu 12 juta ton. Di saat musim kemarau, El Nino, Godzilla dan seterusnya itu produksi 12 juta ton. Kalau tambah 12 juta ton itu berarti bisa lima bulan. 10 berarti bisa 15 bulan,” kata dia.

Pemerintah menyatakan kesiapan menghadapi cuaca ekstrem lebih baik dibanding sebelumnya. Pengalaman pada 2023 menjadi acuan, saat rencana impor 10 juta ton beras ditekan menjadi 3,7 juta ton.

Langkah antisipasi dilakukan melalui penyediaan puluhan ribu pompa air, optimalisasi lahan, serta pembangunan infrastruktur irigasi.

Kementerian Pekerjaan Umum membangun irigasi untuk satu juta hektar lahan dan menambah satu juta hektar lagi pada 2026.

“Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Karena sebelumnya kita mengantisipasi satu sisi pangan kita impor, sekarang stok kita banyak,” kata Amran.

Baca juga: 2027 Diprediksi Ada El Nino, Pemerintah Kebut Cetak Sawah

Badan Riset dan Inovasi Nasional mengingatkan El Nino berpotensi memicu kekeringan. Dampak dirasakan pada sektor pertanian dan sumber daya air.

Fenomena ini tidak terjadi merata. Wilayah timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Halmahera berpotensi mengalami curah hujan tinggi.

BRIN memproyeksi El Nino berlangsung pada April hingga Oktober, bertepatan dengan musim kemarau.

"Fenomena ini berpotensi memicu kekeringan yang dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk pertanian dan sumber daya air," ujar periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Prof Erma Yulihastin dalam unggahan @brin_indonesia, Kamis (19/3/2026).

Tag:  #hadapi #nino #godzilla #amran #sebut #stok #beras #cukup #bulan

KOMENTAR