Google Maps Rilis Address Descriptors, Alamat Berbasis Patokan Jadi Lebih Akurat
Google Maps bersama Terralogiq mengimplementasikan teknologi Advance Geocoding melalui fitur Address Descriptors. Teknologi ini memudahkan pembacaan lokasi berbasis landmark dan area sekitar secara real-time.
Chief Technology Officer Terralogiq Farry Argoebie mengatakan teknologi ini menjawab kebutuhan akurasi lokasi di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
“Inovasi ini adalah evolusi besar pada Google Geocoding API, memungkinkan sistem digital tidak hanya membaca koordinat statis, tetapi juga memahami konteks lokasi berbasis landmark dan area sekitar secara real-time,” kata Farry dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Cara Cek Tarif Tol Arus Balik 2026 Memakai Google Maps, Begini Langkahnya
Masalah utama di Indonesia terletak pada format alamat yang tidak baku. Banyak lokasi ditulis dengan acuan fisik seperti “sebelah minimarket” atau “belakang kantor kelurahan”.
Kondisi ini sering menimbulkan ambiguitas pada sistem pemetaan konvensional.
Melalui Address Descriptors, sistem mampu menerjemahkan alamat menjadi informasi kontekstual. Informasi mencakup landmark terdekat, konteks area, dan hubungan spasial.
Landmark terdekat menunjukkan titik ikonik di sekitar lokasi. Konteks area memberi gambaran lingkungan. Hubungan spasial menjelaskan posisi relatif terhadap objek lain.
“Dengan kemampuan ini, sistem digital dapat memahami lokasi secara presisi meskipun data alamat yang dimasukkan oleh pengguna tidak lengkap atau bersifat deskriptif,” kata dia.
“Fitur ini sangat krusial di Indonesia karena kita sering menggunakan "patokan" dari pada nomor rumah,” tambahnya.
Sebagai contoh, alamat seperti “Jl Pangpol XII” akan diubah menjadi deskripsi yang lebih jelas.
“Misal, pelanggan input “Jl Pangpol XII” dirubah menjadi hasil Address Descriptors yang memiliki informasi landmarks dan area, di layar driver kemudian akan langsung muncul: Jl.Panglima Polim No.12 (Near Masjid Jalan Panglima Polim XI),” ujar dia.
“Jadi driver tidak perlu menelepon pelanggan lagi dan bertanya, "Patokannya apa Pak?”,” tambahnya.
Baca juga: Lab AI Google Hampir Dibeli Zuckerberg, Digagalkan Makan Malam
Teknologi ini dinilai berdampak besar bagi sektor logistik, e-commerce, ritel, hingga layanan publik.
“Teknologi ini akan meningkatkan keberhasilan last-mile delivery dengan mengurangi risiko gagal kirim akibat alamat yang ambigu. Kurir dapat menemukan lokasi dengan lebih cepat berkat bantuan navigasi berbasis landmark,” ungkapnya.
“Selain itu juga akan mempertajam akurasi store locator dan efisiensi pemetaan aset di wilayah-wilayah dengan kepadatan tinggi, serta memperkuat proses verifikasi alamat nasabah (Know Your Customer) serta validasi lokasi untuk layanan lapangan yang lebih akuntabel,” jelasnya.
Terralogiq berperan sebagai mitra integrasi teknologi ini di Indonesia. Perusahaan membantu bisnis mengolah data alamat menjadi informasi operasional.
“Dengan teknologi geocoding yang diperkaya konteks lokasi seperti Address Descriptors, sistem dapat memahami tujuan pengiriman dengan jauh lebih presisi,” ujarnya.
Peningkatan akurasi ini berdampak pada First Attempt Delivery Rate. Paket lebih sering sampai pada percobaan pertama.
“Bagi perusahaan logistik dan e-commerce, peningkatan FADR berarti pengurangan biaya operasional last-mile dan efisiensi distribusi yang signifikan,” tambah dia.
Akurasi lokasi juga menjadi faktor penting dalam analisis pasar. Teknologi ini membuka ruang pengambilan keputusan yang lebih presisi.
“Kami akan terus menghadirkan teknologi pemetaan mutakhir guna memperkuat ekosistem digital Indonesia, memastikan setiap titik koordinat memiliki makna dan nilai bagi keberlanjutan bisnis,” tegasnya.
Tag: #google #maps #rilis #address #descriptors #alamat #berbasis #patokan #jadi #lebih #akurat