Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo tidak menutup mata atas banyaknya serangan terhadap program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Serangan terhadap program MBG yang dimaksud adik dari Presiden Prabowo Subianto ini berupa fitnah dan hoaks dari kelompok tertentu.
Hal itu disampaikan Hashim dalam sambutannya di Malam Apresiasi dan Penganugerahan atas capaian Program Jaksa Garda Desa yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP Abpednas).
Hashim menyambut positif langkah Abpednas yang turut mendampingi pemerintah untuk mengawasi beberapa program kunci, seperti MBG.
Ia menegaskan bahwa MBG adalah salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Dan di sini kita lihat bahwa terus terang saja program MBG ini banyak diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dengan fitnah dan hoaks dan kebohongan, namun kita harus betul-betul menanggapi aspirasi dari rakyat yang benar-benar aspirasi yang tulus," kata Hashim di Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).
Hashim menyadari ada kelemahan dalam program MBG. Ia menyebutkan beberapa contoh kasus yang menjadi kelemahan tersebut.
Menurutnya, wajar jika program MBG memiliki kelemahan, mengingat program tersebut merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan.
"Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung dan sebagainya. Tapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini adalah program pertama yang dilaksanakan yang meliputi begitu banyak penerima manfaat," kata Hashim.
Hashim menjelaskan tujuan dari pelaksanaan program MBG. Ia berujar MBG merupakan salah satu program strategis untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.
"Termasuk anak-anak kecil yang mengalami stunting dan banyak halangan-halangan tertentu," kata Hashim.
Hashim juga menjelaskan awal mula Prabowo mencetuskan ide program MBG, yakni pada 2006 yang didasarkan pada kondisi anak-anak di Indonesia yang mengalami stunting.
"Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada tahun 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini. Ini 2006, berarti 19 tahun lalu, 20 tahun lalu, Pak Prabowo waktu itu belum ada partai, Pak Jaksa Agung, belum ada Partai Gerindra," kata Hashim saat berbicara kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang turut hadir.
"Belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai, namun waktu itu Pak Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita," sambungnya.
Hashim bercerita, pada 2006 berdasarkan data Kementerian Kesehatan saat itu tercatat 30 persen anak-anak Indonesia menderita stunting.
"Sewaktu itu Pak Prabowo bilang ke saya kalau ini tidak bisa ditanggulangi, kondisi yang berat ini, kita bisa membayangkan 20 tahun kemudian ya, dia bilang 30 persen angkatan kerja dari angkatan kerja Indonesia itu 30 persen adalah orang-orang yang menderita stunting, 30 persen," kata Hashim.
"Dan sekarang Pak Jaksa Agung, ini sekarang sudah 20 tahun, 20 tahun dari 2006 sekarang jangan-jangan 30 persen dari para pekerja kita, di desa atau di pabrik atau di kota besar menderita stunting. Coba. Dengan IQ rata-rata yang saya dengar 72. Orang-orang yang stunting mereka IQ-nya rata-rata 72 dari manusia yang biasa 100," tutur Hashim.
Tag: #hashim #sebut #program #banyak #diserang #fitnah #hoaks #dari #kelompok #tertentu