IHSG Dibuka Melemah ke 7.214, Tertekan Setelah Reli Tajam Kemarin
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).()
09:28
9 April 2026

IHSG Dibuka Melemah ke 7.214, Tertekan Setelah Reli Tajam Kemarin

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.12 WIB, IHSG turun 64,93 poin atau 0,89 persen ke level 7.214,28.

Pada awal sesi, IHSG dibuka di level 7.238,46 dan sempat menyentuh level tertinggi 7.244,83 serta terendah 7.191,59.

Volume perdagangan tercatat 4,209 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,324 triliun dan frekuensi 312.700 kali. Sebanyak 221 saham menguat, 333 saham melemah, dan 404 saham stagnan.

Baca juga: Mampukah IHSG Lanjutkan Penguatan Usai Terbang 4,42 Persen? Simak Proyeksi Analis

Mayoritas indeks unggulan turut melemah. Indeks LQ45 turun 8,67 poin atau 1,18 persen ke level 724,95. Jakarta Islamic Index (JII) terkoreksi 4,28 poin atau 0,86 persen ke 493,88.

KOMPAS100 turun 11,58 poin atau 1,15 persen ke level 994,79, sementara ISSI melemah 1,64 poin atau 0,63 persen ke 259,00. IDX30 turun 4,69 poin atau 1,18 persen ke 394,09, dan JII70 terkoreksi 1,44 poin atau 0,76 persen ke 188,05.

Sebagai catatan, pada perdagangan sebelumnya, Rabu (8/4/2026), IHSG melonjak 4,42 persen ke level 7.279,21. Kenaikan tajam ini mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap dinamika geopolitik global.

Penguatan tersebut dipicu keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menunda rencana serangan terhadap Iran selama dua minggu, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global, terutama setelah Selat Hormuz kembali dibuka.

Baca juga: Asing Kembali Masuk Saat IHSG Melonjak 4,42 Persen, Ini Saham yang Diborong

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai kondisi itu mendorong relief rally di pasar.

Dampaknya terlihat dari turunnya harga minyak ke bawah 100 dollar AS per barel, penguatan rupiah, hingga meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

“Ini menciptakan relief rally yang mendorong hampir seluruh sektor menguat, terutama sektor basic industry yang melonjak signifikan,” ujar Hendra.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penguatan tersebut lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek dibandingkan perubahan fundamental yang kuat.

Selama gencatan bersifat sementara dan bergantung pada dinamika politik, volatilitas pasar dinilai masih akan tinggi.

Dari sisi teknikal, IHSG saat ini berada di fase krusial. Selama mampu bertahan di atas level 7.200, peluang penguatan menuju area 7.320–7.350 masih terbuka. Namun, jika gagal bertahan, indeks berisiko kembali ke area konsolidasi 7.000–7.100.

Tag:  #ihsg #dibuka #melemah #7214 #tertekan #setelah #reli #tajam #kemarin

KOMENTAR