Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas
Rusia mengklaim bahwa Amerika Serikat kini menunjukkan kesiapan untuk menegosiasikan penyelesaian konflik di Ukraina setelah serangkaian kontak tingkat tinggi antara kedua negara adidaya tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Pankin, menilai bahwa Washington mulai melunak dan bersedia mewujudkan kesepakatan damai dalam kerangka fungsi yang telah mereka usulkan sebelumnya.
Sinyal positif dari Gedung Putih ini muncul di tengah kebuntuan diplomasi yang berkepanjangan, di mana Moskow bersikeras menuntut penarikan mundur pasukan bersenjata Kiev dari wilayah Donbas.
Sinyal Positif dari Kontak Tingkat Tinggi
Alexander Pankin membeberkan perkembangan terbaru ini dalam sebuah wawancara eksklusif dengan kantor berita RIA Novosti.
"Kontak kami dengan Amerika, kontak presiden kami, yang dilakukan melalui telepon dan secara langsung, memberikan kesan yang baik, kesan bahwa Amerika bersedia mewujudkan kesepakatan dalam kerangka fungsi yang mereka usulkan untuk menyelesaikan konflik Ukraina," kata Pankin.
Keterbukaan dari pihak Washington ini dipandang sebagai langkah maju yang signifikan setelah puluhan putaran negosiasi sebelumnya selalu berakhir dengan jalan buntu.
Pekan lalu, ajudan Kremlin, Yury Ushakov, sempat menegaskan bahwa upaya penyelesaian konflik akan tetap macet total selama Kiev tidak menarik pasukannya dari Donbas.
Ushakov bahkan mencatat bahwa pemerintah Kiev sebenarnya telah memahami perlunya penarikan mundur tersebut dan pada akhirnya harus segera melaksanakannya demi tercapainya perdamaian.
Prinsip Keamanan Nasional Rusia Harga Mati
Pemerintah Rusia secara berulang kali telah menegaskan kesiapannya untuk mencapai solusi yang dinegosiasikan bagi krisis Ukraina yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Solusi damai tersebut harus didasarkan pada kesepahaman yang dicapai oleh presiden Rusia dan Amerika Serikat pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Alaska.
Salah satu poin utama dalam kesepahaman tersebut adalah penghapusan akar penyebab konflik, yakni ancaman langsung terhadap keamanan nasional Federasi Rusia.
Pada bulan Maret lalu, Presiden AS Donald Trump sempat mengungkapkan keterkejutannya atas keengganan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk segera mencapai kesepakatan.
Trump bahkan secara blak-blakan mengaku bahwa mencapai kesepakatan damai dengan Zelenskyy ternyata jauh lebih sulit dibandingkan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Latar Belakang Isu: Sengketa Wilayah dan Kedaulatan
Konflik di Ukraina timur, khususnya di wilayah Donbas, telah menjadi titik sengketa utama antara Kiev dan Moskow sejak tahun 2014.
Rusia secara konsisten mendukung kelompok separatis di wilayah tersebut dan menolak klaim kedaulatan pemerintah Ukraina atas Donbas.
Keterlibatan Amerika Serikat dan negara-negara Barat dalam memberikan dukungan militer kepada Ukraina semakin memperumit upaya penyelesaian damai di kawasan tersebut.
KTT Alaska menjadi titik terang dalam upaya de-eskalasi, di mana kedua pemimpin negara adidaya sepakat untuk mencari solusi diplomatik yang menghormati kepentingan keamanan masing-masing pihak.
Kini, sinyal kesiapan Washington untuk kembali ke meja perundingan diharapkan dapat membuka jalan bagi perdamaian permanen di Eropa Timur, meskipun tantangan implementasi di lapangan masih sangat besar, demikian Antara.
Tag: #sebut #siap #akhiri #perang #rusia #kasih #syarat #pasukan #ukraina #angkat #kaki #dari #donbas