Kerja Sama Telkom–PGN Buka Jalan Data Center Hemat Energi, Layanan Digital Lebih Andal
Kolaborasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menjadi langkah awal integrasi infrastruktur digital dan energi rendah karbon untuk pengembangan data center di Indonesia.
Kerja sama ini ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman di Jakarta, Jumat (10/4), sebagai upaya memperkuat fondasi ekosistem digital yang lebih efisien dan berkelanjutan di tengah kebutuhan data yang terus meningkat.
Senior Director of Business Performance and Assets Optimization Danantara Indonesia Bhimo Aryanto menilai sinergi ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai momentum penting untuk memperkuat integrasi antara sektor digital dan energi,” ujar Bhimo, melalui keterangan pers, Senin (13/4/2026).
“Sinergi yang dibangun tidak hanya akan menciptakan efisiensi, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai baru yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem digital regional,” lanjutnya.
Baca juga: TikTok Akan Bangun Data Center Kedua di Finlandia, Investasi Rp 19,7 Triliun
Kerja sama ini menempatkan Telkom sebagai pengembang ekosistem digital dan data center, sementara PGN berperan menyediakan energi rendah emisi, termasuk biomethane yang berasal dari limbah minyak kelapa sawit di Sumatra.
Ruang lingkup kolaborasi mencakup studi bersama hingga penjajakan implementasi energi hijau untuk operasional data center TelkomGroup, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memastikan pasokan energi bersih yang stabil bagi pusat data generasi baru.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan pentingnya kesiapan energi dalam mendorong daya saing digital nasional.
“Kolaborasi ini mendukung kesiapan energi yang bersih dan efisien untuk pengembangan data center yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia,” ungkap Dian.
“Hal ini juga mendorong Indonesia sebagai regional digital hub dan sejalan dengan ambisi TelkomGroup menjadi digital infrastructure powerhouse di regional,” lanjutnya.
Baca juga: DSSA Kembangkan Energi Hijau dan Data Center, Bidik Ekonomi Digital
Integrasi energi jadi kunci efisiensi
Di dalam negeri, TelkomGroup telah mengidentifikasi lima wilayah strategis pengembangan data center, yakni Cikarang, Batam, Serpong, Sentul, dan Surabaya. Seluruh kawasan tersebut telah terhubung dengan jaringan pipa gas PGN, sehingga memungkinkan optimalisasi infrastruktur yang sudah ada.
Kondisi ini membuka ruang efisiensi biaya sekaligus mempercepat adopsi energi rendah karbon dalam operasional pusat data, yang selama ini dikenal sebagai sektor dengan konsumsi energi tinggi.
Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyebut biomethane menjadi bagian penting transformasi bisnis perusahaan.
“PGN telah melangkah lebih jauh dari sekadar penyedia gas bumi konvensional, tetapi juga sebagai penyedia energi bersih yang menjadi fondasi bagi infrastruktur masa depan,” jelas Arief.
“Inisiatif biomethane untuk data center ini membuka peluang nilai tambah baru sekaligus mendukung transisi energi nasional,” lanjutnya.
Baca juga: RI Ajak China Dongkrak Investasi di Sektor EBT, EV, hingga Data Center
Pasar tumbuh pesat, dorong kebutuhan energi hijau
Untuk memperkuat arah pengembangan tersebut, peluang pasar data center Indonesia juga tengah membesar secara signifikan di tingkat regional.
Laporan Colliers menunjukkan, Indonesia kini menjadi pasar dengan pertumbuhan paling cepat di Asia Pasifik. Kapasitas pusat data diproyeksikan melonjak 124 persen pada periode 2023 hingga 2026, tertinggi dibandingkan Malaysia 112 persen, Thailand 98 persen, hingga India 89 persen.
Head of Research Colliers Ferry Salanto menilai lonjakan ini bukan sekadar tren sementara, melainkan didorong kebutuhan riil yang masih belum terpenuhi.
“Indonesia memulai dari base yang rendah namun melesat dengan momentum yang sulit dibendung,” ujar Ferry, dikutip Kompas.com, Kamis (1/1/2026) lalu.
Di sisi lain, kapasitas pusat data per kapita Indonesia masih sekitar 1,5 Watt, tertinggal dari Jepang 10 Watt dan Singapura yang telah melampaui 100 Watt. Kondisi ini mencerminkan ruang ekspansi yang masih sangat luas.
Kesenjangan antara permintaan dan pasokan juga semakin terlihat seiring pesatnya ekonomi digital, mulai dari e-commerce, perbankan digital, hingga adopsi kecerdasan buatan.
Dalam konteks ini, kebutuhan energi menjadi faktor kunci. Industri data center yang padat energi mendorong pergeseran ke arah green data center berbasis energi rendah karbon, sekaligus memperkuat relevansi kolaborasi Telkom dan PGN dalam menjawab tantangan tersebut.
Tag: #kerja #sama #telkompgn #buka #jalan #data #center #hemat #energi #layanan #digital #lebih #andal